BERANDA » PARENTING » Cara mengatasi anak susah makan

Cara mengatasi anak susah makan

| LuviZhea Chandra

Makanan pendamping ASIKetika anak berusia 6 bulan, saatnya mulai memberikan makanan padat pendamping ASI. Saat inilah Ibu mesti lebih cermat memperhatikan pola makan anak.

Sebenarnya, anak sulit makan disebabkan masa peralihan dari ASI ke makanan pendamping, mulai dari memberinya bubur susu, sari buah. Lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya seperti makanan orang dewasa. Masa peralihan atau transisi inilah sering membuat anak mengalami penurunan nafsu makan.

Karena umumnya, anak usia balita lebih senang bermain dibandingkan makan. Tidak sedikit para Ibu yang merasa “stres” menghadapi fase ini. Rasa-rasanya segala cara sudah dilakukan. Namun, anak masih juga menutup mulut ketika waktu makan tiba, tidak suka sayur dan hanya mau makan yang itu-itu saja. Kondisi ini sudah barang tentu membuat Ibu khawatir akan kecukupan gizi anak, mengingat asupan makanan bagi anak merupakan hal terpenting apalagi dalam masa pertumbuhan.

Faktor penyebab seorang anak susah makan juga bisa dikarenakan faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan pada organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, maupun trauma karena anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukainya.

Meskipun masalah ini biasa dialami para ibu, namun perlu ditangani serius karena makan memiliki tiga fungsi yang baik untuk anak, yaitu pemenuhan kebutuhan gizi dan energi, edukasi dan entertainment. Pada dasarnya setiap anak perlu pendekatan berbeda tetapi konsepnya sama, para ibu harus lebih kreatif dan tentu saja banyak bersabar. Namun, Ibu jangan khawatir, berikut ini Luvizhea.com sajikan beberapa siasat efektif untuk membuat anak kesayangan Ibu dapat makan lebih lahap:

Sajikan makanan dengan menarik dan bervariasi

Ibu bisa membuat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan anak memilih makanan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya sendiri. Ibu juga bisa menyajikan makanan warna-warni yang bisa membangkitkan selera makan anak. Salah satu siasat paling efektif adalah menghidangkan aneka sayuran berwarna hijau, orange, atau merah. Atau Ibu juga bisa menyajikan dengan bentuk yang menarik seperti mencetak nasi goreng dalam cetakan “teddy bear” atau bebek kecil. Dan jangan lupa, cita rasa makanannyapun tetap diperhatikan.

Jadikan saat makan menyenangkan

Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar anak makan lebih banyak. Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan. Selain itu perhatikan perilaku anak, apabila anak mendorong piringnya, ini pertanda anak telah merasa kenyang. Apabila dipaksakan, hal itu bisa menyebabkan trauma. Inilah cikal bakal yang membuat anak akhirnya malas makan.

Selain itu agar ketika makan anak merasa senang dalam menyantap makanannya, Ibu juga bisa melibatkan anak dari mulai proses memasak makanan tersebut.

Jadwalkan makan yang teratur

Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar anak terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi dan sebagainya.

Beri makanan ringan yang menyehatkan

Setelah bisa berjalan, anak gemar bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang.

Untuk menyiasatinya, berikan anak cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam, agar giginya tidak rusak dan nafsu makan kembali meningkat, cobalah untuk menyajikan makanan ringan yang manis alami. Jenisnya seperti buah pisang atau anggur, irisan apel, selai kacang, dan yogurt rendah lemak juga bisa menjadi cemilan alternatif.

Batasi minuman manis

Jangan terlalu sering memberikan minuman manis kepada anak. Selain bisa meningkatkan jumlah kalori, ternyata jenis minuman ini bisa membuat anak cepat kenyang dan akhirnya malas makan. Sebagai gantinya, berikanlah jus segar dengan takaran gula secukupnya.

Dampingi dengan suplemen pendukung

Salah satu suplemen pelengkap yang ideal untuk anak adalah yang mengandung Lysine atau asam Amino Esensial. Kandungan suplemen yang demikian menawarkan ragam manfaat positif dalam menambah nafsu makan dan menunjang tumbuh kembang anak. Selain itu, pilihlah suplemen penambah nafsu makan anak yang mengandung vitamin A, D, dan E. Ketiga vitamin tersebut dapat diserap dengan sempurna oleh tubuh. Kemudian, pastikan juga suplemen pilihan Ibu tidak mengandung pewarna buatan dan bebas dari alkohol, sehingga aman dikonsumsi untuk anak.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.