ARTIKEL

Sebaiknya bayi tidur dengan bantal atau tanpa bantal?

| Luvi Zhea

Resiko bayi tidur menggunakan bantalBiasanya menjelang akhir masa kehamilan, kita sudah mulai sibuk mempersiapkan perlengkapan bayi untuk digunakan setelah dilahirkan. Dan bantal bayi menjadi salah satu daftar barang yang wajib dipersiapkan untuk menemani bayi saat mereka tidur. Karena sebagian dari kita menganggap dengan memberi bantal dan guling di tempat tidur bayinya, akan membuat si bayi nyaman saat sedang terlelap tidur. Apalagi sekarang cukup banyak jenis bantal dan guling yang diperuntukan untuk bayi dengan berbagai bentuk yang lucu yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Apakah bayi baru lahir atau bayi dibawah usia 6 bulan boleh menggunakan bantal saat tidur?

Pada dasarnya, bayi belum memerlukan bantal untuk menumpu kepala mereka. Sebab mereka mampu tidur dengan beragam posisi tanpa perlu menggunakan bantal. Penggunaan bantal pada bayi menurut beberapa penelitian justru akan mengganggu waktu tidur bayi, mengurangi kenyamanan waktu istirahat, dan meningkatkan risiko cedera atau kematian mendadak pada bayi akibat kesulitan bernafas karena tertindih bantal.

Meletakan bayi di tempat tidur yang lega tanpa bantal, guling, boneka, seprai ataupun selimut merupakan pilihan paling tepat dalam menjaga keamanan bayi selama mereka tertidur. Tidur dalam posisi terlentang tanpa adanya gangguan akan membuat kepala dan punggung bayi berada dalam posisi alami yang lebih sehat.

Baca juga: Posisi tidur yang aman untuk bayi usia dibawah 6 bulan.

Apakah bantal khusus bayi boleh digunakan untuk bayi dibawah usia 6 bulan?

Saat ini cukup banyak jenis bantal yang diperuntukan untuk bayi. Ada bantal yang berbentuk huruf U (berbentuk tapal kuda atau berbentuk O (bolong atau cekung di bagian tengahnya) agar kepala dan tubuh bayi tetap pada posisinya. Bahkan ada juga bantal khusus untuk ibu menyusui.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa menggunakan bantal berbentuk huruf U atau O untuk bayi tersebut dapat membantu kepala bayi terbentuk bundar sempurna dan membuat bayi tidur dengan nyaman. Namun ibu juga harus berhati-hati, karena anggapan ini bisa jadi keliru. Karena bantal dengan aneka bentuk ini dapat membatasi pergerakan bayi saat tidur.

Bentuk kepala bayi baru lahir biasanya memang belum sempurna karena pengaruh proses kelahiran normal atau akibat alat bantu saat persalinan, seperti penggunaan forsep.

Meski proses kelahiran dapat berdampak kepada bentuk kepala bayi, sebenarnya ibu tidak perlu khawatir. Karena pada sebagian besar kasus, bentuk kepala bayi dapat menjadi bundar sempurna seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, tidak perlu menyiasatinya dengan bantal yang justru bisa membahayakan bayi.

Baca juga: Beberapa fakta dan tanda normal bayi baru lahir.

Manfaat bayi tidur tanpa bantal

Seperti yang telah Luvizhea.com jelaskan diawal, akan lebih baik apabila bayi tidur tidak menggunakan bantal untuk menghindari beberapa risiko yang mungkin terjadi. Dan justru tidur tanpa bantal bagi bayi akan memberikan beberapa manfaat, diantaranya:

Bayi tidur lebih nyaman tanpa bantal

Struktur rangka dan kemampuan motorik bayi belum seperti orang dewasa. Hal ini menyebabkan kemampuan bayi menggerakkan kepalanya tidak seperti orang dewasa. Sehingga penggunaan bantal saat tidur justru dapat menghambat pergerakan bayi saat merubah posisi tidurnya. Hal ini tentu akan membuat bayi mudah terbangun karena merasa tidak nyaman (kurang bebas). Jadi, dengan tidur tanpa bantal, justru akan membuat bayi lebih mudah bertukar posisi dari tidur telentang, tidur miring hingga tidur tengkurap, dan ini akan membuat bayi dapat tidur lebih lama dan nyenyak.

Disisi lain, bayi cenderung mudah berkeringat, meskipun sudah menggunakan pendingin ruangan. Penggunaan bantal saat tidur justru dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman (kepanasan). Apalagi kebanyakan sarung bantal sekarang terbuat dari bahan poliester yang apabila digunakan pada bayi bisa meningkatkan panas di bawah kepala dan menyebabkan fluktuasi suhu dalam tubuh.

Dengan membuat bayi tidur dengan nyaman, akan membuat bayi mendapatkan waktu tidur yang berkualitas. Dan ini sangat baik untuk tumbuh kembang bayi, karena hormon pertumbuhan bayi bekerja optimal saat bayi sedang tidur.

Bayi tidur tanpa bantal dapat mencegah alergi

Bayi memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap alergen seperti debu, bulu, serta meterial perlengkapan tidur lainnya. Material-material tersebut dapat menjadi alergen yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi.

Dengan begitu, tidur tanpa bantal dapat menjadi cara mudah menghindari alergi pada bayi. Karena alergen seperti debu sering terdapat (bersarang) pada bantal.

Bayi tidur tanpa bantal dapat menghindari risiko sakit leher

Bantal bayi yang tidak dirancang dengan baik untuk menyangga leher bayi, akan berpotensi menyebabkan bayi mengalami sakit leher.

Layaknya orang dewasa, bayi juga dapat merasakan sakit di bagian leher dan punggungnya akibat penggunaan bantal yang tidak tepat.

Maka dari itu untuk menghindari risiko ini, biarkan bayi tidur terlentang tanpa bantal karena akan membuat kepala dan punggung bayi berada dalam posisi alami yang lebih sehat.

Apalagi kondisi fisik bayi umumnya dengan kepala agak lebih besar dari badan dengan tulang belakang yang masih dalam proses pembentukan sempurna, sehingga tidur tanpa bantal menjadi pilihan terbaik untuk membantu pembentukan postur tubuh yang lebih baik.

Bayi tidur tanpa bantal dapat mengurangi risiko sindrom kepala datar

Umumnya bayi baru lahir memiliki kepala tidak rata (tidak simetris antara bagian kiri dan kanannya). Apalagi bila bayi tersebut lahir melalui persalinan normal, maka biasanya bentuk kepalanya lebih lonjong.

Namun jangan khawatir, bentuk kepala tersebut masih bisa berubah seiring berjalannya waktu. Karena itu, bayi disarankan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di satu posisi saja saat tidur, agar tidak berpotensi menyebabkan sindrom kepala datar pada bayi.

Pengunaan bantal (termasuk yang empuk) untuk menopang kepala bayi saat tidur justru bisa meningkatkan sindrom kepala datar ini, sebab penggunaan bantal akan membuat bayi akan berada pada satu posisi tertentu dalam waktu yang lama.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, tidur tanpa bantal jauh lebih baik, karena akan membuat bayi lebih mudah mengganti posisi kepala dalam kurun waktu tertentu, sehingga mengurangi risiko bayi mengalami sindrom kepala datar sebelah.

Risiko sesak nafas dan tersedak dapat terhindar bila bayi tidur tanpa bantal

Risiko bayi tidur menggunakan bantal yang paling ditakutkan adalah bayi bisa mengalami sesak nafas sehingga meningkatkan risiko bayi mati lemas (sufokasi). Kondisi ini bisa terjadi ketika wajah bayi tertindih (tertekan) batal, sedangkan lehernya belum cukup kuat untuk membalikkan wajah atau mengangkat kelapa mereka sendiri.

Bukan hanya itu, penggunaan bantal yang besar dan lembut (empuk) juga dapat membuat kepala bayi “masuk menekan” bantal sehingga membuat “cekungan” yang menyebabkan bayi bisa kesulitan bernafas, akibat aliran udara yang terhambat saat bayi menggerakkan kepala dari satu sisi ke sisi yang lain.

Belum lagi risiko bila bantal robek atau isi bantal (sponge atau thermocol beads) tanpa sengaja keluar. Apabila sedikit saja isi dari bantal tersebut terhirup atau masuk ke mulut bayi, itu bisa menjadikan bayi berisiko mengalami tersedak.

Dan pada satu kasus, bayi tidur menggunakan bantal, akan membuat bayi kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi ketika dia mengalami gumoh atau muntah. Kondisi ini juga berisiko membuat bayi tersedak oleh muntahannya sendiri.

Bayi tidur tanpa bantal dapat mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrom

Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) merupakan kematian mendadak yang biasanya terjadi ketika bayi sedang tidur. Meski bayi terlihat sehat, mereka bisa saja mengalami Sudden Infant Death Syndrom (SIDS). Fenomena ini terutama terjadi pada bayi berusia kurang dari satu tahun.

Bayi dapat memiliki risiko Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) yang lebih tinggi bila mereka tidur dengan posisi tengkurap, tidur didalam boks (keranjang) bayi, tidur di kasur yang lembut (empuk) atau dengan seprai, tidur bersama boneka mainan, atau bahkan dengan bantal dan guling di dekat wajahnya.

Hal ini terjadi karena bantal atau benda lain disekitar bayi membuat sekat, sehingga pernafasan bayi hanya beredar pada ruang antar sekat tersebut. Dengan begitu bayi terus-terusan menghirup hasil hembusan nafas sebelumnya. Hal ini menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam otak dan tubuh bayi, serta kadar karbon dioksida akan terakumulasi sehingga dapat menimbulkan kematian mendadak.

Jadi dengan menidurkan bayi tanpa bantal, mainan, dan perlengkapan tidur lainnya, orangtua telah mengurangi risiko terbentuknya sekat pernafasan bayi dan mengurangi risiko bayi terkena Sudden Infant Death Syndrom (SIDS).

Kapan waktu yang paling tepat memberikan bantal pada bayi saat tidur?

The U.S Consumer Product Safety Commision merekomendasikan agar bayi dibawah usia 12 bulan tidak menggunakan bantal. Bahkan, tingginya angka kejadian Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) di Amerika Serikat membuat sebagian besar Dokter disana menyarankan agar anak usia dibawah 2 tahun tidak perlu memakai bantal saat tidur.

Bayi dianggap aman menggunakan bantal apabila dia sudah memiliki kontrol yang baik pada gerakan kepala dan lehernya, sehingga mereka dapat menghindar apabila wajahnya tertutup bantal.

Perlu juga diingat, meski bayi tidak perlu bantal saat tidur, aturan ini juga berlaku untuk pemberian selimut. Tidak hanya bisa meningkatkan risiko bayi terbelit, memakaikan selimut pada bayi saat tidur juga akan meningkatkan risiko terjadi Sudden Infant Death Syndrom (SIDS). Karena ketika selimut menutupi wajah anak, ini akan membuat mereka sulit bernapas.

Apabila ibu ingin menghangatkan tubuh bayi, sebagai pengganti selimut, ibu bisa memakaikannya baju model jumper yang menutupi seluruh bagian kaki dan telapak tangan bayi. Apabila tidak miliki baju model jumper, ibu bisa menyiasatinya dengan memakaikan sarung tangan dan kaos kaki.

Tips penggunaan bantal pada bayi saat tidur

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua terkait penggunaan bantal pada bayi saat tidur, antara lain:

  • Jauhkan semua bantal dari Boks (keranjang /tempat tidur) bayi pada malam hari atau ketika bayi sedang tidak diawasi. Begitupun saat bayi Anda tidur bersama Anda saat malam hari, sebaiknya jauhkan juga semua bantal atau guling disekitar tempat tidur Anda. Bantal boleh digunakan untuk bayi saat tidur dengan catatan bahwa Anda turut mengawasinya.
  • Jangan gunakan bantal apabila Anda meletakkan bayi di dalam ayunan.
  • Pilih bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi. Dianjurkan untuk tidak menggunakan kain bantal yang terbuat dari bahan poliester karena kain poliester dapat menyebabkan iritasi. Utamakan yang berbahan kain katun. Dan apabila bayi Anda memiliki ruam pada kulitnya dan terus berkembang, segera periksakan ke Dokter. Dan hindari penggunaan bantal untuk sementara waktu.
  • Pilih bantal yang kecil dan kukuh dengan sarung yang halus. Jangan menggunakan bantal yang dihias dengan kancing, manik-manik, rumbai, atau dekorasi jahitan lainnya karena dapat menyebabkan bayi bisa tersedak, kesulitan bernafas, dan merasa tidak nyaman.
  • Periksa secara rutin apakah kain bantal robek. Bila robek, singkirkan bantal tersebut atau ganti dengan yang baru.
  • Bersihkan bantal bayi secara rutin. Hal ini untuk melindungi bayi Anda dari paparan kutu debu dan kuman yang mungkin sudah menumpuk di bantal tersebut.
  • Jangan memberi makan bayi Anda saat dia sedang berbaring di atas bantal. Suapi bayi dengan posisi seperti sedang menyusui.

Demikian beberapa tips menggunakan bantal pada bayi saat tidur. Semoga dengan pembahasan artikel dari Luvizhea.com kali ini bisa memberi manfaat serta pengetahuan bagi para ibu dalam merawat buah hatinya.

Share: