Cara mencegah dan mengatasi bau mulut

| Luvi Zhea

Penyebab bau mulut akutSelain masalah bau badan, bau mulut yang tidak sedap (Halitosis) juga akan menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri. Meski bukan masalah medis yang gawat, masalah bau mulut ini akan membuat seseorang merasa malu atau minder, terutama pada saat sedang berbicara dengan orang lain. Bahkan mungkin orang lain yang akan menghindari kita karena tidak tahan akan bau mulut yang tidak sedap tersebut.

Apa saja faktor penyebab bau mulut yang sering terjadi?

Bau mulut yang tidak sedap ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Akan tetapi beberapa studi menunjukkan, lebih dari 80% bau mulut disebabkan oleh adanya masalah pada kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang atau masalah gusi. Maka dari itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting dilakukan.

Sebab penyikatan gigi yang tidak bersih dan masih meninggalkan sisa makanan akan meningkatkan perkembangan bakteri didalam mulut. Bakteri yang dibiarkan terus menerus akan mengolah sisa makanan menjadi plak. Plak atau timbunan makanan bercampur dengan bakteri inilah yang menyebabkan gigi berlubang ataupun peradangan pada gusi (Gingivitis) sehingga menimbulkan napas tidak sedap.

Namun demikian, bau mulut tidak hanya disebabkan oleh masalah kebersihan mulut serta kesehatan gigi dan gusi saja. Ada beberapa kondisi kesehatan lain yang juga bisa menjadi penyebab bau mulut yang mengganggu, yang mungkin menjadi penyebab bau mulut yang tidak sembuh sembuh (berkepanjangan), diantaranya:

  • Xerostomia, yaitu mulut kering yang terjadi karena gangguan produksi air liur (Saliva). Air liur sangat penting untuk membersihkan partikel makanan yang masih tersisa di dalam mulut guna menghindari pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali. Sebab kondisi mulut yang sedang kering, memungkinkan bakteri untuk tumbuh dan menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap (VSCs), sehingga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Xerostomia ini bisa juga merupakan efek samping dari suatu terapi atau pengobatan tertentu (penggunaan antidepresan, antihistamin, dan diuretik, radioterapi).
  • Faktor Stres. Studi klinis telah banyak membuktikan bahwa stres, depresi, dan kecemasan yang berkepanjangan berhubungan erat (menjadi pemicu) dari masalah gigi dan mulut, seperti Sariawan yang hilang timbul dan tidak kunjung sembuh, Periodontitis (penyakit pada jaringan periodontal yaitu gusi dan tulang rahang), dan Lichen Planus yaitu penyakit imun dengan gejala utama bercak putih dan terkadang disertai bercak kemerahan di rongga mulut. Dan salah satu gejala yang muncul pada kondisi-kondisi tersebut adalah masalah bau mulut.
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, gejala sakit Maag, dan penyakit Gastritis atau asam lambung (GERD).
  • Penyakit sistemik, seperti: infeksi saluran pernapasan (Pneumonia, Bronchitis), Infeksi Sinus Kronis (Sinusitis), Post Nasal Drip, Acid Reflux Kronis, Liver (gangguan hati), penyakit Ginjal, dan Diabetes.

Selain beberapa kondisi kesehatan yang Luvizhea.com sebutkan di atas, bau mulut juga bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok, faktor makanan dan minuman tertentu (yang berbau tajam, memiliki rasa manis atau asam, bersifat diuretik, dll). Dan bahkan, bau mulut juga bisa diakibatkan karena diet yang berlebihan sehingga menyebabkan Anda kekurangan karbohidrat.

Mengapa kekurangan karbohidrat dapat juga menyebabkan bau mulut? Hal tersebut karena saat tubuh membakar lemak, terjadi Ketosis yakni pelepasan zat kimia bernama keton. Secara tidak langsung kondisi ini menyebabkan dehidrasi yang mengubah keseimbangan pH dalam mulut, sehingga membuat bakteri mudah berkembang. Itulah sebabnya diet ketat dan olahraga berlebihan juga bisa menyebabkan bau mulut.

Bagaimana cara mengetahui kita sedang mengalami masalah bau mulut?

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami masalah bau mulut, hingga mungkin ada teman yang memberitahukan akan hal ini. Mengapa orang-orang tidak dapat mencium bau mulutnya sendiri? Hal itu disebabkan karena setiap orang sudah beradaptasi dengan bau mulutnya, sehingga tidak menyadari hal tersebut.

Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi apakah kita mengalami bau mulut atau tidak? yaitu diataranya:

  • Anda bisa melakukan tes visual dengan menggunakan cermin untuk melihat bagian belakang lidah Anda. Lidah berwarna merah muda menunjukkan napas segar, tetapi bila lidah Anda memiliki lapisan putih yang tebal, ada kemungkinan bahwa Anda memiliki masalah dengan bau mulut.
  • Menghembuskan napas pada telapak tangan guna menangkap bau mulut, sehingga kita bisa merasakan napas kita sendiri.
  • Menjilat bagian tubuh (disarankan daerah pergelangan tangan), setelah air liur mengering cium apakah menimbulkan bau atau tidak. Apabila berbau menyengat berarti Anda punya masalah dengan bau mulut. Pergelangan tangan ini dipilih karena dapat menjadi indikator yang lebih baik dalam memeriksa bau mulut karena tidak bersentuhan dengan banyak hal.
  • Lakukan tes mengeruk dengan sendok. Ambillah sendok dan letakkan secara terbalik pada bagian belakang lidah. Tarik sendok ke depan mulut secara perlahan dan hati-hati. Lalu, periksa residu yang terkumpul pada sendok tersebut. Apabila sendok terlihat bersih, Anda kemungkinan besar tidak mengalami bau mulut. Pada kasus bau mulut, residu yang dikumpulkan cenderung berwarna putih susu atau bahkan kekuningan. Residu yang terkumpul pada sendok adalah lapisan bakteri yang telah menumpuk di atas lidah.
  • Lakukan pemeriksaan menggunakan Halimeter (Bisa dilakukan sendiri dirumah atau dengan bantuan Dokter Gigi). Pemeriksaan Halimeter akan mencari tanda-tanda sulfida pada napas. VSCs atau senyawa sulfur pada umumnya ditemukan pada mulut manusia, namun dalam kadar tinggi dapat mengindikasikan adanya bau mulut.
  • Melakukan pemeriksaan Kromatografi Gas (KG). Pemeriksaan ini dapat mengukur kadar sulfur dan beberapa senyawa kimia lainnya yang terdapat di mulut. Pemeriksaan ini adalah yang paling efektif dan hasilnya dianggap sebagai standar nomor satu. Namun pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan oleh Dokter gigi.

Cara mencegah dan mengatasi bau mulut yang tidak sedap

Cara yang paling mudah dalam mencegah dan mengatasi bau mulut adalah dengan rutin menggosok gigi minimal 2 kali sehari. Hal ini dilakukan untuk membantu menghilangkan kotoran sisa makanan ataupun membantu menghilangkan karang gigi yang menempel pada gigi yang menjadi salah satu penyebab timbulnya bau mulut.

Dan jangan lupa untuk mengeruk bagian belakang (posterior) lidah pada saat menyikat gigi. Posterior lidah merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi bakteri penyebab bau mulut.

Apabila Anda menggunakan gigi palsu, Lepas dan bersihkan gigi palsu yang Anda gunakan secara rutin sehingga tidak ada bakteri berkembang biak di gigi palsu tersebut.

Namun bila sikat gigi masih dirasa kurang dalam mengatasi bau mulut, Anda bisa mengkombinasikannya dengan beberapa cara berikut:

Membersihkan gigi dengan benang (Dental Floss)

Benang gigi menjadi alat yang sering terlupakan. Padahal benang gigi dapat membantu kita untuk menjangkau sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi. Bahkan Dokter Gigi menganjurkan untuk membersihkan gigi menggunakan benang gigi setiap selesai makan untuk memastikan partikel makanan tidak tersangkut di antara gigi. Apabila cara ini dinilai terlalu merepotkan, Anda bisa membersihkan gigi menggunakan benang Dental Floss ini setidaknya satu kali sehari (dilakukan sebelum tidur) untuk memberantas bau mulut.

Menggunakan obat kumur Mouthwash

Selain rutin menyikat gigi dan menggunakan Dental Floss dalam mencegah dan mengatasi bau mulut, Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan penggunaan obat kumur (Mouthwash).

Berkumurlah selama 20 detik, kemudian keluarkan. Selain berfungsi untuk menyegarkan napas dan menghilangkan bau mulut, berkumur dengan Mouthwash juga bisa memberikan perlindungan ekstra dengan cara membasmi bakteri dalam mulut.

Untuk itu pilihlah obat kumur yang memiliki khasiat antigingivitis, kekuatan antikarang gigi, dan juga memiliki kandungan Klorheksidin sebagai agen antibakteri (namun tidak boleh digunakan dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut). Selain itu, pilih Mouthwash yang bebas dari kandungan alkohol. Memang kandungan alkohol pada Moutwash akan menimbulkan sensasi bersih, namun hal tersebut sejatinya malah justru membuat mulut kering.

Anda juga bisa menghilangkan bau mulut secara alami dengan cara berkumur menggunakan air putih biasa setiap kali Anda selesai makan. Cara ini paling tidak dapat membantu menyingkirkan partikel makanan yang masih menempel atau tersangkut di gigi Anda, sehingga meminimalisir timbulnya bau mulut.

Membersihkan lidah dengan kerokan khusus lidah

Penyebab bau mulut tidak saja hanya akibat sisa makanan atau masalah kesehatan pada gigi. Lapisan yang biasanya terbentuk pada lidah Anda bisa menjadi tempat terbaik bagi bakteri penyebab bau mulut untuk berkembang biak.

Maka dari itu jangan lupa untuk membersihkan bagian lidah Anda. Gunakan alat pembersih lidah yang didesain khusus untuk membersihkan lidah. Kerokan lidah ini ditujukan untuk membersihkan timbunan bakteri, jamur, sel mati, dan sisa makanan pada permukaan lidah.

Penelitian terhadap efektivitas kerokan lidah memang masih terbatas. Namun, studi terkini menunjukkan, kerokan lidah dapat membantu meningkatkan efektifitas dalam mengatasi bau mulut walau masih bersifat sementara.

Kunyah permen karet bebas gula

Kebiasaan mengunyah permen karet ternyata ada manfaatnya, karena dipercaya mampu mencegah maupun mengatasi bau mulut. Akan tetapi sebaiknya kunyahlah permen karet (Gum) yang bebas gula.

Hal tersebut karena permen karet bebas gula membantu merangsang produksi air liur dalam mulut, yang merupakan mekanisme pertahanan alami mulut. Dengan begitu hal ini juga akan membantu mulut agar tidak mengering. Mulut kering (seperti yang telah Luvizhea.com jelaskan sebelumnya) memungkinkan bakteri untuk tumbuh dan menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap (VSCs), yang berujung pada bau mulut.

Selain itu, mengunyah permen karet secara tidak langsung juga membantu mengangkat partikel makanan dari celah gigi.

Perbanyak minum air putih

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bau mulut tidak sedap bisa juga disebabkan oleh rongga mulut kita yang dalam keadaan kering. Hal ini bisa kita lihat disaat kita berpuasa, mulut kita akan cenderung lebih bau dari keadaan biasanya.

Untuk itu salah satu cara sederhana yang paling efektif dalam mengatasi mulut kering sekaligus mengatasi bau mulut adalah dengan memperbanyak minum air putih. Baik setelah bangun tidur di pagi hari maupun disiang hari.

Dengan kecukupan cairan dalam tubuh maka bau mulut dapat dinetralisir dengan cepat. Selain itu air putih yang kita minum mampu meningkatkan produksi air liur (saliva) di dalam mulut sehingga kelembaban serta kebersihan mulut tetap terjaga. Dengan begitu, penyebab bau mulut dapat diminimalisir.

Hindari makanan dan minuman yang dapat membuat bau mulut.

Petai, Jengkol, Kabau, Bawang merah, bawang putih adalah makanan penyebab bau mulut terbesar. Bahkan menyikat gigi setelah Anda memakannya tidak akan serta merta membantu menghilangkan bau mulut yang diakibatkannya. Karena zat penyebab bau mulut yang dikandungnya juga akan masuk ke dalam aliran darah dan keluar melalui keringat sehingga juga dapat menyebabkan bau badan yang tidak sedap.

Bukan hanya itu, bagi Anda yang memiliki masalah dengan bau mulut sebaiknya juga menghindari minuman yang bersifat diuretik atau minuman yang mengandung alkohol dan yang mengandung kafein (seperti kopi, softdrink / minuman berkarbonasi, dll). Karena minuman tersebut akan membuat Anda lebih sering Buang Air Kecil (lebih mudah dehidrasi) sehingga dapat menyebabkan mulut kering, serta membuat mulut cenderung asam sehingga mendorong bakteri penyebab bau mulut untuk lebih mudah berkembang biak.

Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama juga diperlukan. Hal ini untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut. Karena Gula merupakan makanan utama bagi semua bakteri. Itu sebabnya Anda akan mengeluarkan bau mulut yang tidak sedap setelah mengkonsumsi makanan manis, permen, kue, serta makanan atau minuman lainnya yang tinggi gula, termasuk susu.

Sebagai gantinya, bila Anda ingin mengemil makanan yang manis-manis, Anda bisa mengkonsumsi buah-buahan seperti buah Apel. Selain lebih segar dan alami, buah-buahan dapat memicu produksi air liur dalam mulut. Dengan banyaknya produksi air liur ini akan menjadi pembersih alami yang dapat menekan pertumbuhan bakteri sehingga terhindar dari bau mulut yang mengganggu.

Oh iya, kebiasaan merokok baik setelah makan maupun ketika sedang bersantai sebaiknya juga dihindari untuk menghindari bau mulut. Anda bisa mengikuti tips dan cara berikut untuk mulai berhenti berokok.

Menggunakan bahan alami untuk menghilangkan bau mulut

Masalah bau mulut sebenarnya juga bisa diatasi dengan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah. Anda bisa memilih salah satu cara alternatif berikut untuk mengatasi bau mulut secara alami, seperti: Rebusan Daun Sirih, Rebusan Kayu manis, Rebusan Rimpang jahe, Rebusan Fenugreek (Klabet), Rebusan Cengkeh, Larutan Cuka Apel, Pasta / Larutan dari Baking Soda, Larutan Tea tree oil (minyak pohon teh), dan Larutan Garam Epsom. Dimana bahan tersebut dapat digunakan sebagai obat kumur dalam mengatasi bau mulut yang tidak sedap secara alami.

Menerapkan pola hidup sehat

Stres dan Pola hidup yang kurang sehat merupakan sumber dari segala macam penyakit. Dimana beberapa penyakit tersebut salah satu gejalanya adalah dapat menimbulkan bau napas atau bau mulut yang tidak sedap, seperti Sariawan, Periodontitis, Lichen Planus, gejala sakit Maag, Gastritis atau asam lambung (GERD), dan lain sebagainya.

Maka dari itu mulai sekarang, cobalah untuk memulai kembali pola hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan, olahraga teratur, serta tidur yang cukup dan berkualitas. Selain lebih sehat, hal ini dapat mengurangi tingkat stres yang timbul dalam kehidupan kita sehari-hari.

Lakukan kunjungan ke Dokter Gigi

Melakukan kontrol dan pembersihan gigi secara teratur setiap 6 bulan sekali pada Dokter Gigi adalah cara terbaik dalam mencegah masalah pada gigi dan mulut. Melakukan kunjungan ke Dokter Gigi juga berlaku bila masalah bau mulut yang Anda alami tidak kunjung hilang meskipun Anda telah berupaya keras untuk menghilangkan bau pada mulut.

Dokter Gigi atau Dental Hygienist akan melakukan pemeriksaan terkait kondisi yang Anda alami dan melalukan tindakan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan. Mereka akan menyoroti bagian yang terlewat dari rutinitas pembersihan gigi yang Anda lakukan, melakukan Scaling (pembersihan karang gigi), perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang, atau pada kasus-kasus Xerostomia (mulut kering) Dokter Gigi mungkin akan memberikan Saliva Buatan.

Apabila didapati Anda menderita penyakit gusi, kemungkinan besar Dokter Gigi juga akan menyarankan Anda untuk berobat pada seorang Periodontis yang ahli di bidang perawatan gusi. Karena masalah bau mulut bisa juga disebabkan oleh masalah peradangan pada gusi mupun tonsil. Misalnya, apabila ditemukan bau mulut akut akibat peradangan tonsil, maka Dokter bisa memberikan tindakan bedah Laser Co2 Cryptolysis (laser karbon dioksida). Teknik bedah laser ini dilakukan untuk menghilangkan lapisan tipis pada Tonsil tempat tumbuhnya bakteri. Dan cara ini diklaim cukup ampuh, aman dan efektif untuk mengatasi masalah bau mulut (Halitosis).

Namun demikian mungkin saja masalah bau mulut (terutama yang parah atau menaun) terkait dengan kondisi medis tertentu (misalnya penyakit sistemik) yang mungkin sedang Anda alami. Disini Dokter gigi akan memberi rujukan kepada Dokter spesialis sesuai dengan keahliannya, misalnya Dokter Spesialis Penyakit Dalam (dr., Sp.PD) untuk melakukan pemeriksaan atau tes terhadap kondisi-kondisi yang dicurigai akibat penyakit dalam. Dengan begitu hal ini akan memberikan solusi yang tepat, karena Dokter dapat melakukan tindakan medis yang diperlukan sesuai akar permasalahan yang ditemukan.

Baca juga: Mengatasi rasa mual ingin muntah saat sikat gigi.

Share: