ARTIKEL

Apakah melahirkan bayi laki-laki lebih sakit?

| Luvi Zhea

Apakah lebih sakit melahirkan anak laki-laki dibanding perempuan?Sering kita mendengar bahwa melahirkan bayi laki-laki lebih sakit dibandingkan saat melahirkan bayi perempuan, benarkah hal tersebut? Atau hanya sekedar mitos?

Harus kita akui, Kehamilan hingga proses melahirkan merupakan proses panjang dan penuh perjuangan bagi seorang ibu. Rasa sakit dan tidak nyaman disaat hamil hingga melahirkan membuat banyak ibu butuh persiapan agar prosesnya berjalan lancar.

Bahkan saking takutnya dengan rasa sakit saat menjalani persalinan, menjadi salah satu alasan bagi para wanita tidak mau melahirkan secara normal dan lebih memilih Persalinan Caesar.

Menurut penelitian dari Rumah Sakit San Cecilio Clinic mengungkapkan janin perempuan ternyata lebih mampu mengatasi stres di dalam rahim daripada janin laki-laki. Hal ini karena dalam tubuh janin perempuan ditemukan antioksidan defensif yang bekerja lebih baik dibandingkan dalam tubuh janin laki-laki. Dalam hal ini, peneliti juga menemukan, sistem enzim yang ada di dalam tubuh janin perempuan telah matang ketika mereka siap untuk lahir, sehingga janin perempuan memiliki risiko lebih rendah mengalami kerusakan membran sel saat dilahirkan. Selain itu hal ini juga dapat meningkatkan metabolisme sel dalam tubuh bayi yang baru dilahirkan.

Dan dari sisi sang ibu, para dokter menganalisis kerusakan pada tubuh ibu setelah melahirkan. Mereka menemukan, biomolekuler pada ibu yang melahirkan bayi perempuan memiliki tingkat kerusakan yang lebih minim. Dengan begitu hal ini mengurangi risiko ibu mengalami inflamasi dan tentu saja membuat persalinan tidak terlalu sakit.

Hal ini senada seperti pernyataan Javier Diaz-Castro, dari Universitas Granada, Spanyol, yang dikutip dari Dailymail, mengatakan bahwa “melahirkan bayi laki-laki tidak lebih menyakitkan daripada melahirkan bayi perempuan. Tetapi, menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada sel-sel ibu, karena bayi laki-laki lebih agresif secara kimia.”

Jadi, intinya kabar bahwa melahirkan bayi laki-laki lebih sakit daripada melahirkan bayi perempuan, tidaklah tepat. Karena penelitian yang ada saat ini hanya menunjukkan hubungan antara jenis kelamin dan komplikasi kelahiran, bukan hubungan sebab-akibat. Dan semestinya hal ini tidak membuat calon ibu khawatir terhadap kandungannya, tidak peduli apa jenis kelamin janin tersebut. Karena yang perlu kita ingat, bahwa rasa nyeri itu sifatnya subjektif. Proses persalinan pasti sakit, namun ambang nyeri pada setiap orang berbeda-beda.

Rasa sakit saat melahirkan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin janin atau bayi, melainkan pada batas penerimaan rasa sakit dari sang ibu itu sendiri.

Baca juga: Melahirkan normal tanpa rasa sakit.

Memang kebanyakan wanita yang melahirkan bayi laki-laki memakan waktu persalinan lebih lama daripada wanita yang melahirkan bayi perempuan. Sehingga ibu yang melahirkan bayi laki-laki mungkin akan merasakan kontraksi lebih lama. Ini tentunya bisa membuat nyeri yang dirasakan lebih berat karena juga bercampur dengan rasa lelah.

Meski begitu, perbedaan waktu ibu hamil yang melahirkan bayi laki-laki dan perempuan ini tidak terlalu signifikan. Sehingga melahirkan bayi laki-laki tidak bisa dikatakan pasti lebih sakit daripada melahirkan bayi perempuan.

Meski rasa sakit saat persalinan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin, ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa kehamilan bayi laki-laki berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi, hal ini berdasarkan hasil penelitian Dr. Petra Verburg dari Robinson Research Institute dari University of Adelaide di Australia mengatakan,”Jenis kelamin bayi memiliki pengaruh langsung terhadap komplikasi yang terjadi selama kehamilan.”

Berikut ini beberapa kondisi yang mungkin dialami oleh ibu ketika melahirkan bayi laki-laki daripada bayi perempuan seperti yang dilansir WebMD berdasarkan analisis lebih dari setengah juta kelahiran di Australia:

  • Bayi laki-laki bisa lahir lebih awal dari HPL yang sudah diperkirakan. Hal ini bisa memicu banyak komplikasi pada bayi.
  • Bayi laki-laki cenderung lahir prematur. Peluang kelahiran prematur antara minggu ke-20 dan minggu ke-24 sebesar 27% lebih tinggi. Sedangkan peluang kelahiran prematur antara minggu ke-30 dan minggu ke-33 sebesar 24%. Dan kelahiran prematur antara minggu ke-34 dan minggu ke-36 sebesar 17%.
  • Ibu hamil bayi laki-laki lebih rentan terkena diabetes gestasional, preeklampsia, dan tekanan darah tinggi (hipertensi), ketika menjelang persalinan.
  • Janin laki-laki yang bertumbuh terlalu cepat sehingga menempatkan janin laki-laki berisiko yang lebih tinggi mengalami kekurangan gizi.

Untuk itu, Kontrol secara rutin kandungan Anda ke dokter untuk memeriksa kesehatan ibu dan janin, terapkan pola hidup sehat selama masa kehamilan untuk mengurangi resiko-resiko diatas.

Bagikan ini di: