Waktu yang tepat “berhubungan” pasca melahirkan

| Luvi Zhea

Luvizhea (6)Banyak pasangan suami istri ingin tahu kapan mereka boleh kembali berhubungan suami istri setelah melahirkan.

Vagina wanita yang baru melahirkan tentu mengalami trauma. Selain itu, apabila Ibu menyusui, mungkin juga terjadi yang namanya Vaginal Atrophy yaitu menipis serta mengeringnya jaringan vagina akibat kurangnya Estrogen dalam tubuh. Sehingga hal tersebut membuat para istri enggan atau takut melakukan hubungan intim setelah mereka melahirkan.

Baca juga: Kapan waktu yang tepat untuk melakukan KB pil pasca melahirkan?

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hubungan suami istri kembali, setelah melahirkan?

Sebenarnya, 6 minggu pasca melahirkan biasanya ibu-ibu sudah bisa melakukan hubungan suami istri kembali. Beberapa dokter menyebutkan, waktu 4 minggu atau ketika cairan yang dikeluarkan dari liang senggama setelah melahirkan sudah berhenti (Selesai masa Nifas), sudah  dapat dilakukan hubungan suami istri.

Alasan utama menghindari senggama pasca persalinan adalah untuk memberi peluang bagi jaringan genital wanita untuk sembuh, terutama apabila mengalami Episiotomi atau guntingan untuk memperlebar jalan lahir yang bertujuan untuk membantu memperlancar bayi keluar ketika masa persalinan . Mencegah timbulnya infeksi merupakan alasan selanjutnya.

Perlu diketahui pula bahwa masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari, menurut hitungan awam, merupakan masa Nifas yang penting untuk terus dipantau. Nifas merupakan masa pembersihan rahim, sama halnya seperti masa haid. Darah nifas mengandung Trombosit, sel-sel Degeneratif, sel-sel mati, dan sel-sel Endometrium sisa. Oleh sebab itu, pemeriksaan ulang pasca persalinan biasanya dilakukan setelah 6 minggu. Dan 6 minggu adalah waktu dimana rahim telah kembali pada ukuran sebelum hamil. Pengecilan rahim adalah perubahan fisik utama pasca persalinan yang terakhir. Beberapa minggu dan bulan pasca persalinan, hasrat seorang perempuan untuk bersenggama mungkin berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali pada periode masa tersebut.

Baca juga: Pengembalian bentuk tubuh pasca melahirkan.

Kenapa hubungan suami istri pasca melahirkan terasa sakit atau nyeri?

Meskipun hubungan telah boleh dilakukan setelah minggu ke-6 setelah melahirkan, adakalanya para istri mengeluh hubungan masih terasa sakit atau nyeri meskipun telah melewati beberapa bulan proses persalinan. Gangguan seperti ini disebut Dyspareunia atau rasa nyeri waktu senggama. Pada kasus seperti ini ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab, diantaranya :

  • Terbentuknya jaringan baru pasca melahirkan, karena proses penyembuhan luka guntingan jalan lahir masih sensitif sehingga kondisi alat reproduksi belum kembali normal seperti semula.
  • Adanya infeksi, bisa disebabkan karena bakteri, virus, atau jamur.
  • Adanya penyakit dalam kandungan (tumor, kista, dan lain sebagainya).
  • Akibat mengkonsumsi jamu yang biasa diberikan pada Ibu setelah proses persalinan, dimana jamu-jamu ini mengandung zat-zat yang memiliki sifat Astingents yang berakibat menghambat produksi cairan pelumas pada vagina saat seorang wanita terangsang secara seksual.
  • Faktor psikologis yaitu kecemasan yang berlebihan turut berperan, seperti : Kurang siap secara mental untuk berhubungan kembali, Adanya trauma masa lalu, tipe kepribadian yang kurang fleksibel, dan Komunikasi suami istri yang kurang baik sehingga biasanya istri “malas” melakukan hubungan intim.
  • Kurangnya foreplay (pemanasan) sehingga belum terjadi lubrikasi saat penetrasi. Apabila foreplay dan lubrikasi sudah cukup namun masih juga terasa nyeri, silahkan konsultasikan pada Dokter.

Baca juga: Mengatasi Stretch Mark setelah melahirkan.

Share: