BERANDA » PARENTING » Penanganan step ‘kejang demam’ pada anak

Penanganan step ‘kejang demam’ pada anak

| LuviZhea Chandra

step pada balitaKejang yang timbul disertai demam dikenal dengan istilah convalsio febrillis atau stuip atau step yang umum disebut oleh orang Indonesia. Kejang itu sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Bisa jadi merupakan respon dari kepekaan saraf otak terhadap panas suhu tubuh yang berlebih, tingkat kepekaan saraf itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor keturunan, faktor kelainan saraf, sampai dengan faktor toleransi tubuh anak terhadap demam itu sendiri. Dimana toleransi setiap anak terhadap meningkatnya suhu tubuh saat demam bervariasi, berkisar antara 38 sampai dengan 40 derajat Celcius, apabila melewati batas toleransi maka anak biasanya akan mengalami kejang.

Kejang demam biasanya sering terjadi pada anak usia 6 bulan sampai dengan 6 tahun. Kejang demam ini terdiri dari dua jenis, yaitu kejang demam sederhana dimana hanya terjadi satu kali kejang dalam satu episode demam dan kejang demam kompleks dimana lebih dari satu kali kejang dalam satu episode demam. Sebagian besar kejang demam adalah kejang demam sederhana yang relatif tidak berbahaya dalam arti tidak menimbulkan komplikasi yang fatal. Namun kejang demam ini dapat berulang kembali disaat anak menderita demam.

Bagaimana cara mengatasi anak yang terkena step?

Dari dahulu sampai saat ini masih beredar dimasyarakat tentang mitos seputar cicak dan step, dimana step bisa diobati dengan mengkonsumsi daging cicak yang sudah digoreng tanpa minyak (disangrai). Dalam tubuh cicak mengandung enzim yang unik dimana cicak mampu melakukan reproduksi bagian tubuhnya sendiri, misalnya menumbuhkan ekornya yang putus. Enzim tersebut akan terangsang keluar saat si cicak meronta-ronta disiksa atau ketika dipotong. Mungkin enzim inilah yang dipercaya berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit lain seperti darah tinggi, asma sesak napas, stroke, kanker, jantung, dan lain sebagainya. Secara medis hal ini memang belum ada pernyataan ilmiah dan penelitian lebih mendalam terkait mitos tersebut, tetapi telah sejak lama cicak digunakan sebagai obat oleh orang China dan masyarakat sudah terlanjur percaya akan khasiatnya, berdasarkan bukti dan pengalaman yang terjadi secara turun temurun, apakah itu sebuah kebetulan? Sampai saat ini Luvizhea.com belum menemukan referensi kandungan apa yang terkandung didalam tubuh cicak tersebut sehingga bisa dijadikan obat, tetapi peluang pemasaran cicak kering ke China, Korea dan Taiwan belakangan ini semakin terbuka lebar.

Selain cicak kopi juga dipercaya secara turun temurun bisa mengobati step, tetapi diminumkan ketika anak masih dalam keadaan sehat, tentunya dengan takaran kecil tetapi rutin.

Baca juga: Manfaat kopi untuk kesehatan dan kecantikan.

Sekarang yang menjadi pertanyaannya bisakah kopi mencegah step (kejang demam)? Sama seperti cicak, sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kopi dapat mencegah step (kejang demam) pada anak.

Terlepas dari hal tersebut, sebaiknya yang perlu orangtua ketahui adalah bagaimana pertolongan pertama saat anak mengalami step (kejang demam) untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk, diantaranya:

  • Berusaha untuk tidak panik, karena kepanikan bisa berujung kecerobohan.
  • Agar anak tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak.
  • Longgarkan pakaian (kerah baju) anak dan lepas semua yang menghambat saluran pernafasan si anak. Kenakan baju tipis pada anak. Kalau anak dalam kondisi menggigil, boleh diselimuti, tapi setelah menggigilnya hilang langsung buka selimutnya.
  • Miringkan tubuhnya karena umumnya akan mengeluarkan air liur dari mulut yang diakibatkan produksi air liur berlebih sebab syaraf yang mengatur kelenjar air liur tidak terkontrol lagi. Hal ini bertujuan agar cairan langsung keluar sehingga tidak menggenang di mulut dan mengganggu saluran pernafasan.
  • Bila perlu Menahan mulut anak agar tetap terbuka dengan mengganjal (menggigitkan) sesuatu di antara giginya, hal ini bertujuan untuk memperlebar saluran napasnya.
  • Kompres dengan lap hangat dimana suhu airnya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil. Jangan kompres dengan air dingin (air es), karena dapat menyebabkan “korsleting” atau benturan kuat pada saraf otak karena perbedaan suhu yang sifnifikan.
  • Sebaiknya orangtua juga tidak memberi apa-apa lewat mulut pada saat anak kejang, termasuk memberinya minum atau obat-obatan. Tindakan seperti itu justru dapat membuat anak tersedak atau pernapasannya tersumbat.
  • Beri obat pereda kejang yang disarankan oleh dokter, saat ini sudah tersedia obat kejang yang berbentuk cairan, yang dapat dikeluarkan isinya setelah ujung tabungnya berada di dalam anus, obat penghilang kejang yang beredar di pasaran ini adalah Stesolid.
  • Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, hal ini bertujuan agar otak tidak terlalu lama tidak mendapat oksigen karena dapat mengganggu otak pada anak.

kejang demam tinggiPerlu diperhatikan, apabila anak pernah mengalami kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tidak boleh dibiarkan lebih dari 15 menit dan berulang, karena dapat membahayakan bagi si anak. Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.

Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tidak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan. Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Anak yang menderita kejang demam kemudian diikuti dengan kejang tanpa demam, berisiko lima kali lebih besar menderita retardasi mental.

Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang.

Tindakan pencegahan agar anak tidak mengalami kejang saat demam

Kejang-kejang pada anak merupakan hal yang tidak baik sebab dapat merusak sel otak pada anak. Oleh karena itu kita harus melakukan pencegahan sebab jika anak sekali mengalami kejang maka ada kemungkinan akan terulang kembali.

  • Sediakan termometer suhu tubuh dirumah.
  • Sediakan obat turun panas parasetamol bisa berbentuk tablet ataupun sirup.
  • Bila anak panas lebih dari 37.5 derajat Celcius (suhu ketiak) berikan parasetamol sesuai dosis dan kompres dengan menggunakan air hangat.

Hal yang paling penting adalah menjaga agar suhu badan anak tidak melebihi 37.5 derajat Celcius, sebab jika telah mencapai 38 derajat atau lebih maka kemungkinan besar bisa terjadi kejang. Jadi anak harus selalu dalam pengawasan Anda. Bila panas tidak turun, menetap atau meningkat, sekali lagi kami sarankan segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penaganan yang lebih profesional.

Loading...
Berbagi informasi di: