BERANDA » KESEHATAN » Mengobati batuk untuk segala usia termasuk ibu hamil

Mengobati batuk untuk segala usia termasuk ibu hamil

| LuviZhea Chandra

BatukSaat kita mengalami Batuk, tentu kondisi ini akan membuat kita merasa terganggu dalam melakukan aktivitas, baik saat bekerja ataupun ketika beristirahat di malam hari.

Batuk yang sering kita alami sebagian besar merupakan salah satu gejala dari sakit Flu atau Pilek yang mungkin sedang kita derita, yang diakibatkan oleh virus, perubahan cuaca dan daya tahan tubuh kita yang kurang prima.

Namun demikian, Batuk dapat juga disebabkan oleh kondisi lain seperti alergi (Rinitis), refluks asam, udara kering (pada ruangan ber-AC), rokok, efek samping obat-obatan (golongan ACE inhibitor). Atau bahkan dapat juga disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya yang sedang kita alami, seperti: Asma, Pneumonia, Sinusitis, penyakit Bronkitis kronis, kejang pada saluran Bronkial (Bronkospasme), penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Tuberkulosis (TBC), gejala gagal jantung, dan lain sebagainya.

Untuk memastikan diagnosis penyebab Batuk, sebaiknya diperiksakan lebih lanjut ke Dokter terdekat. Namun kondisi ini sebenarnya bisa dilihat bila semakin lama Batuk menetap, ada kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh kondisi kesehatan yang lebih serius seperti yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas, atau bahkan akan menimbulkan risiko yang semakin serius pula bila tidak segera di atasi.

Walupun gejala Batuk biasanya dilatarbelakangi oleh beberapa masalah, sebenarnya Batuk tersebut merupakan respons alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas bila terdapat gangguan dari luar. Respons ini berfungsi membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi atau bahan iritan (seperti debu atau asap) agar keluar dari paru-paru dan saluran pernapasan bagian atas. Sehingga Anda dapat bernapas dengan lebih lega.

Bila dilihat dari jenis Batuk, Batuk itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Batuk Produktif dan Batuk Tidak Produktif:

  • Batuk Produktif (Productive Cough) terjadi ketika paru-paru Anda mengalami infeksi sehingga menghasilkan lendir (riak) atau dahak (sputum) lebih dari kadar normal, sehingga terdapat dahak pada tenggorokan dan keluar saat Anda Batuk. Batuk produktif sering disebut dengan istilah Batuk berdahak.
  • Sebaliknya, saat Anda mengalami Batuk Tidak Produktif (Noproductive Cough), tidak ada dahak yang keluar dan biasanya berbunyi lebih nyaring. Batuk tidak produktif sering disebut dengan istilah Batuk kering.

Mengobati Batuk dengan obat Batuk

Saat Anda memutuskan untuk mengobati Batuk dengan obat-obatan, sebaiknya pengobatan tersebut dilakukan menurut jenis Batuknya. Mengapa demikian? Karena apabila seseorang mengalami Batuk berdahak tetapi yang diberi adalah obat Batuk kering (yang notabene bersifat menekan atau menghentikan Batuk), maka sangat dimungkinkan dahak tidak bisa keluar (terperangkap dalam paru-paru), akibatnya bisa terjadi sesak nafas dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri.

Mengobati Batuk berdahak dengan Mukolitik dan Ekspektoran

Jenis obat Mukolitik, seperti Bromhexine (Guaiphenesin) dan Ambroxol berfungsi membantu mengencerkan dahak yang kental dan lengket. Kelebihan dari obat Bromhexine (Guaiphenesin) adalah aman digunakan bagi ibu hamil, namun tidak dapat menyembuhkan kondisi lebih serius yang melatarbelakangi penyebab Batuk.

Sedangkan jenis obat Ekspektoran, seperti Guaifenesin dan Amonium Klorida sebenarnya hampir sama seperti jenis obat Mukolitik yaitu berfungsi mengencerkan dahak, serta mempermudah pengeluaran dahak dari paru-paru ketika Batuk.

Dan sekarang, beberapa produk obat Batuk telah mengandung kombinasi agen Mukolitik dan Ekspektoran guna mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengatasi Batuk berdahak. Sehingga Anda tidak perlu mengkonsumsi obat-obat tersebut satu persatu.

Mengobati Batuk kering dengan obat penekan Batuk (Anti-tusif)

Berbeda dengan Batuk berdahak yang tidak boleh di supresi (ditekan atau dihentikan), Batuk Kering biasanya diobati dengan obat-obatan penekan Batuk seperti Dekstrometorfan atau Difenhidramin. Cara kerja obat ini dengan memerintahkan otak Anda untuk menghambat refleks Batuk atau bekerja dengan menekan rangsangan Batuk di pusat Batuk yang terletak di sumsum lanjutan (Medulla).

Obat ini adalah pilihan yang tepat bila Anda perlu menghentikan Batuk Anda untuk sementara di malam hari saat tidur atau karena hal lainnya, tetapi Anda sebaiknya tidak mengandalkan obat ini selama Anda mengalami Batuk berdahak.

Mengobati Batuk yang disertai demam

Batuk yang diakibatkan oleh Flu biasanya akan disertai juga gejala demam. Jadi, selain mengkonsumsi obat-obatan yang telah Luvizhea.com jelaskan diatas, Anda juga bisa mengkonsumsi obat Batuk yang juga mengandung Antipiretik seperti Parasetamol, Ibuprofen, dan Asetosal untuk menurunkan demam, dan biasanya obat ini juga mempunyai efek pereda nyeri (Analgesik) sehingga dapat meredakan sakit tenggorokan akibat Flu yang sedang Anda derita.

Obat Flu umumnya sudah mengandung Antipiretik atau Analgesik. Jadi perhatikan komposisi obat Batuk yang Anda gunakan. Sebab tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat Antipiretik tunggal bersamaan dengan obat Flu dan Batuk yang telah mengandung antipiretik. Misalnya mengkonsumsi tablet parasetamol bersamaan dengan mengkonsumsi obat Batuk yang telah mengandung ibuprofen atau asetosal.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat Batuk

Obat Batuk memang banyak tersedia di pasaran, namun ada beberapa hal yang perlu Anda waspadai dalam penggunaan obat tersebut, di antranya:

  • Jangan memberikan obat Batuk kepada anak di bawah usia 4 tahun.
  • Berhati-hati bila Anda mengidap Diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, gangguan Tiroid, gangguan pernapasan seperti Asma.
  • Waspada penggunaan obat batuk pada ibu hamil atau ibu menyusui.
  • Berhati-hati bila Anda alergi terhadap jenis obat-obatan tertentu, terutama kandungan dalam obat Batuk.
  • Obat Batuk sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka panjang.

Selain itu yang perlu ibu ketahui, penggunaan Antibiotik dalam mengobati Batuk jarang digunakan. Hal itu karena Antibiotik hanya membunuh bakteri saja, sehingga tidak efektif untuk melawan Batuk akibat virus (seperti Flu dan Pilek). Dokter biasanya akan meresepkan Antibiotik bila ia mencurigai bahwa Batuk Anda merupakan gejala dari infeksi bakteri.

Tips meringankan gejala Batuk

Penggunaan obat seperti yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas, memang dapat mengobati gejala Batuk yang terjadi, minimal meringankan gejala Batuk untuk saat ini. Lalu bagaimana bila yang Batuk adalah wanita yang sedang hamil? Tentu pengobatan tersebut tidak aman terutama bagi janin yang sedang Anda kandung. Untuk itu bila Anda ingin meringankan gejala Batuk yang sedang terjadi saat ini, Anda bisa menggunakan beberapa cara yang tentu lebih aman terutama untuk anak dan ibu yang sedang hamil, seperti:

  • Mandi dengan air hangat dan hirup uap airnya. Hal ini dapat membantuk melegakan hidung tersumbat, dan mengencerkan dahak secara alami, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Selain itu mandi air hangat juga dapat membantu otot-otot menjadi rileks.
  • Lakukan pemijatan daerah punggung untuk membuat otot-otot lebih rileks, yang biasnya kaku akibat kontraksi saat batuk.
  • Berkumur dengan air garam dapat meredakan sakit atau peradangan pada tenggorokan dan Batuk yang biasanya menyertai Flu. Garam mempunyai sifat Antibakeri dan Antimikroba sehingga dapat membunuh bakteri dalam mulut. Selain itu garam dapat mengurangi efek alergi dan meredakan rasa gatal di tenggorokan yang juga bisa menyebabkan Batuk. Untuk itu lakukan hal ini setidaknya 60 detik, tiga kali sehari.
  • Bila Batuk Anda berdahak, saat mulai merasa akan Batuk, sebaiknya lakukan Batuk secara perlahan-lahan walaupun berkali-kali, kemudian akhiri dengan satu kali Batuk besar. Batuk-Batuk kecil perlahan akan membawa dahak ke puncak saluran napas Anda, dan Batuk yang besar akan mendorongnya keluar. Selain itu, Batuk dengan cara ini juga akan mencegah tenggorokan Anda semakin teriritasi. Karena tenggorokan yang teriritasi bisa menimbulkan Batuk lebih lanjut lagi.
  • Anda bisa menggunakan obat gosok (balsem atau minyak kayu putih) yang dioleskan diarea tenggorokan dan dada untuk menghangatkan dan melegakan tenggorokan. Karena obat gosok mengandung mentol atau kamfor seharusnya dapat meredakan sebagian besar Batuk Berdahak dan Batuk Kering.
  • Hindari mengkonsumsi kopi atau teh dan minuman bercafein lainnya karena dapat menghambat fungsi kekebalan tubuh Anda.
  • Anda bisa mengkonsumsi makanan dan minuman hangat. Misalnya makan sup ayam hangat atau minum air putih hangat. Jangan makan atau minum yang dingin-dingin (terutama es) karena akan mengiritasi tenggorokan. Cairan hangat dapat meredakan hidung tersumbat, mencegah dehidrasi, dan menenangkan membran yang meradang yang melapisi hidung dan tenggorokan, sehingga dapat meredakan gejala Batuk.
  • Hindari mengkonsumsi gorengan, makanan yang mengandung santan, makanan yang mengandung vetsin berlebih, serta kurangi konsumsi gula karena dapat memburuk kondisi Batuk Anda.
  • Selalu jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi secara teratur setelah makan dan sebelum tidur, ini akan memudahkan dahak keluar dan membantu mengurangi kuman-kuman atau bakteri penyebab Batuk.
  • Perbanyak istirahat, karena dengan beristirahat maka tubuh akan mengumpulkan energi untuk melawan penyakit, termasuk melawan virus penyebab Flu dan Pilek penyebab Batuk. Untuk sementara hindarilah aktivitas berat yang dapat menyebabkan kelelahan.
  • Jaga kebersihan rumah, terutama kamar tidur, karena Batuk juga bisa disebabkan dari debu di ranjang (kasur, bantal, dan guling) yang tidak bersih.
  • Batuk yang disebabkan oleh Flu dan Pilek biasanya disertai dengan hidung tersumbat. Gunakan bantal yang ditumpuk ketika tidur agar posisi kepala lebih tinggi. Posisi ini berguna untuk mencegah hidung tersumbat dan mencegah cairan dahak mengalir serta mengiritasi dinding tenggorokan pada saat tidur.

Mengobati Batuk secara tradisional untuk semua usia

Penggunaan bahan alami untuk mengobati Batuk secara tradisional hampir tidak memiliki efek samping, karena tidak ada bahan kimia yang digunakan, sehingga lebih aman digunakan untuk mengobati Batuk yang terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil. Berikut obat Batuk alami yang mampu menghilangkan Batuk dengan cepat, tidak kalah dengan obat Batuk modern yang dijual bebas di pasaran, yaitu:

Madu Murni

Madu untuk bekas lukaMadu merupakan salah satu bahan untuk obat Batuk yang cukup ampuh dalam menekan Batuk dan menenangkan tenggorokan. Hal ini berdasarkan penelitian dari Penn State College of Medicine yang menemukan bahwa madu mampu meredakan Batuk secara lebih efektif dibandingkan dengan obat Batuk yang dijual bebas, termasuk Plasebo yang dapat mengendalikan (meredakan) Batuk di malam hari pada anak yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Cara menggunakan madu sebagai obat Batuk untuk orang dewasa bisa dengan membuat ramuan dengan memasukkan 2-4 sendok makan madu murni (bisa lebih) ke dalam segelas air hangat bersama perasan sari lemon.

Sedangkan untuk anak-anak usia 2 tahun ke atas yang menderita Batuk akibat Infeksi Saluran Pernapasan Atas, bisa diberikan madu murni sebayak 1-2 sendok teh (10 ml) terutama pada waktu malam hari sebelum tidur. Karena madu cukup efektif mengurangi Batuk pada malam hari dan membuat ia bisa tidur nyenyak.

Madu mengandung lebih dari 181 nutrisi dan zat antioksidan, serta berkhasiat sebagai Antimikroba dan Antiinflamasi, sehingga selain meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh juga dapat meredakan peradangan atau infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan. Sedangkan lemon mengandung banyak vitamin C sehingga dapat menambah khasiat dalam meningkatkan daya tahan tubuh agar bisa melawan virus penyebab Flu dan Pilek.

Selain efektif untuk anak-anak dan orang dewasa madu juga aman digunakan sebagai obat Batuk tradisional untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang mengalami Flu, Pilek dan Batuk. Mengingat madu ini tidak menimbulkan efek samping bagi siapa saja yang mengkonsumsinya, kecuali bayi di bawah satu tahun. Mengapa bayi dibawah satu tahun tidak boleh diberi madu? Hal tersebut karena sistem pertahanan tubuh pada bayi yang belum sempurna, sehingga berisiko mengalami Kondisi Botulisme (kekakuan otot) akibat Spora Botulinum yang ditemukan pada beberapa madu.

Jahe

Gambar JaheJahe juga memiliki fungsi meningkatkan daya tahan tubuh serta bersifat Antiinflamasi, sama halnya dengan madu dan lemon yang telah Luvizhea.com jelaskan diatas. Sehingga wedang jahe juga dipercaya efektif dalam mengurangi gejala-gejala yang dapat ditimbulkan oleh Flu dan Pilek seperti radang tenggorokan dan Batuk.

Jahe selain mengatasi peradangan yang terjadi juga bermanfaat dalam melegakan tenggorokan, menekan iritasi di bagian belakang tenggorokan yang dapat memicu Batuk, serta mengencerkan dahak. Hal ini karena jahe memiliki kandungan Antihistamin dan kemampuan Decongestant yang alami.

Anda bisa membuat wedang jahe hangat tanpa gula, untuk memberi rasa manis bisa Anda tambahkan madu, sehingga khasiatnya akan semakin efektif dalam meredakan Batuk yang sedang Anda alami.

Anda juga bisa membuat sirup obat Batuk alami yang sangat berkhasiat dalam mengobati Batuk, baik itu Batuk berdahak maupun Batuk kering. Caranya: masukkan 3 sendok makan jahe cincang dan 1 sendok makan pepermin kering ke dalam 4 cangkir air. Kemudian rebus hingga airnya mendidih, setelah mendidih kecilkan apinya. Biarkan terjerang hingga volumenya berkurang, kemudian saring. Biarkan mendingin selama beberapa menit, kemudian masukkan secangkir madu, aduk hingga ramuan tersebut tercampur seluruhnya. Ambil dan minum 1 sendok makan setiap beberapa jam sekali untuk mengobati Batuk yang sedang Anda atau keluarga Anda derita. Sirup obat Batuk ini bisa disimpan dalam lemari es dan dapat bertahan hingga 3 minggu.

Kunyit

Gambar KunyitSelain memanfaatkan jahe, Anda juga dapat menggunakan kunyit yang juga sudah lama dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu rempah yang bisa meredakan Batuk berdahak. Caranya, Anda bisa mengkonsumsi segelas air susu hangat yang telah dicampurkan satu sendok makn bubuk kunyit (parutan kunyit).

Anda juga bisa mencoba minum ramuan kunyit untuk meredakan Batuk Kering dengan mencampurkan 1 sendok makan kunyit bubuk ke dalam 1 cangkir air mendidih. Biarkan, kemudian saring. Campurkan dengan lemon dan madu untuk memperkuat efeknya dalam meredakan Batuk.

Jeruk Nipis

Jeruk nipis obat batukSelain jeruk lemon, jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) juga dapat digunakan sebagai obat Batuk yang juga ampuh dalam mengatasi Batuk yang Anda derita saat ini. Jeruk nipis mungkin merupakan obat tradisional untuk menghilangkan Batuk yang paling dikenal masyarakat sejak zaman dahulu, terutama Batuk berdahak. Hal ini karena jeruk nipis mengandung minyak astiri dan zat-zat yang mampu mengendalikan otot-otot di pernapasan sehingga Batuk menjadi reda.

Cara membuat ramuannya adalah dengan mencampurkan perasan air jeruk nipis dengan madu dan air hangat. Perbandingan antara perasan jeruk nipis, madu dan air adalah 1:3:5.

Lalu bagaimana dengan perasan jeruk nipis dicampur dengan kecap, apakah memang bisa meredakan gejala Batuk? Memang sudah sejak lama jeruk nipis dan kecap dipercaya sebagai obat Batuk yang ampuh mengatasi Batuk terutama pada anak-anak. Sebenarnya yang memiliki manfaat untuk meredakan Batuk tersebut adalah jeruk nipisnya, sedangkan kecap sebenarnya tidak memiliki khasiat untuk mengobati Batuk, melainkan penambahan kecap tersebut sebenarnya agar perasan jeruk nipis rasanya tidak terlalu asam ketika dikonsumsi.

Mengatasi Batuk pada ibu hamil

Bila peradangan akibat Flu dan Pilek yang terjadi terbatas pada tenggorokan, bisa dibilang Batuk saat hamil tidak memberi pengaruh apa-apa pada kehamilan. Begitu juga kekhawatiran bahwa Batuk yang terlalu keras akan menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur juga tidaklah beralasan, karena bayi cukup terlindung di dalam kandungan saat ibu Batuk, terkecuali kandungan ibu hamil masuk dalam kategori lemah.

Yang jadi masalah adalah bila Batuk pada ibu hamil tidak segera diobati, kondisi Batuk tersebut tentu saja akan mengganggu aktivitas ibu hamil yang nantinya berpengaruh juga pada kondisi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan. Kalau kesehatan ibu hamil semakin terganggu memang secara tidak langsung dapat mengganggu perkembangan janin. Contohnya karena ibu tidak bisa istirahat di malam hari karena Batuk, ibu tidak nafsu makan akibat sakit Flu yang diderita, dan lain sebagainya.

Selain itu, Ibu hamil juga tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat karena apa pun yang dimakan dan diminum oleh ibu hamil akan berdampak kepada pertumbuhan janin yang di kandungnya.

Terutama 12 minggu pertama kehamilan merupakan waktu penting karena organ vital bayi sedang terbentuk. Oleh sebab itu, sebagian ibu hamil disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan apa pun sampai kandungan melewati trisemester pertama.

Bila tidak boleh minum obat sembarangan, lalu bagaimana mengobati Batuk pada ibu hamil? Jawabannya Anda bisa menggunakan cara alami dalam meringankan gejala Batuk dan mengkonsumsi obat tradisional (herbal) yang telah Luvizhea.com jelaskan diatas sebagai alternatif pengobatan yang aman untuk ibu hamil yang mengalami Batuk akibat Flu dan Pilek.

Selain itu, ibu hamil juga perlu mendapat vaksin Batuk Rejan atau Pertusis yang dikenal dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Bahkan, wanita yang telah mendapat imunisasi ini sebelum hamil juga perlu melakukan imunisasi lagi ketika hamil. Jadi bukan hanya balita saja yang menjalani imunisasi.

Vaksin atau imunisasi dapat diberikan pada ibu hamil ketika kandungan berusia 27-36 minggu. Dua minggu setelah vaksinasi, kadar antibodi di dalam darah ibu hamil mencapai jumlah maksimal. Sebagian antibodi akan ditransfer ke bayi guna melindunginya dari Batuk Rejan pada masa awal kehidupannya.

Kapan gejala Batuk harus dibawa ke Dokter

Batuk merupakan kondisi yang relatif umum sehingga jarang diperiksakan ke Dokter. Batuk biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10 hari, dan dengan obat-obatan yang disebutkan Luvizhea.com di atas, Batuk sering kali dapat sembuh lebih cepat.

Namun, bila selama 2 minggu tidak ada perubahan, atau bahkan lebih parah, sebaiknya Anda menghubungi Dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut agar bisa diketahui penyebab pasti yang melatarbelakangi Batuk lama yang tidak sembuh-sembuh.

Selain itu, sebaiknya segera periksa ke Dokter bila batuk yang Anda alami disertai kondisi:

  • Dahak yang keluar saat Batuk berwarna hijau pekat atau merah muda berbusa.
  • Batuk disertai darah dalam dahak Anda.
  • Batuk berdahak disertai dengan gejala berupa demam tinggi (suhu tubuh lebih dari 38,3 derajat Celsius), nyeri dada, nyeri otot, sesak napas, penurunan berat badan, ruam, napas mengi, telinga sakit, sakit kepala berkepanjangan.
  • Batuk Anda terasa semakin parah di malam hari (terutama bila Anda adalah seorang perokok).

Karena, bisa saja bisa jadi itu merupakan gejala kanker tenggorokan, atau pertanda paru-paru Anda mengalami gangguan (seperti Bronkitis, TBC, atau penyakit lainnya). Jadi bukan batuk akibat sakit Flu atau Pilek biasa.

Dan terakhir saran dari Luvizhea.com, selama Anda mengalami Batuk, selalu tutupi mulut dengan masker agar Batuk tidak menulari orang-orang terdekat Anda, terutama bila Anda punya anak kecil (balita) yang masih rentan terkena Flu dan Pilek.

Baca juga: Mengatasi Flu, Pilek dan Batuk pada bayi.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh @LuviZhea.