BERANDA » KEHAMILAN » Persalinan dengan metode Water Birth

Persalinan dengan metode Water Birth

| LuviZhea Chandra

Luvizhea - Water BirthWater Birth merupakan salah satu proses persalinan normal di dalam air. Salah satu alasan memilih waterbirth adalah sangat minimalnya rasa sakit yang dirasakan oleh pasien. Proses kelahiran didalam air tergolong simple. Pada pembukaan keenam, pasien dimasukkan kedalam kolam khusus, yang berisi air hangat. Air hangat ini membuat kulit vagina menjadi elastis sehingga proses kelahiran lebih mudah dan cepat. Bayi yang dilahirkan melalui persalinan waterbirth dipastikan tidak akan mengisap air yang membuatnya sulit bernapas.

Karena ketika bayi akan lahir ia masih bernapas dengan ari-ari (tali pusar) yang masih tersambung ke perut ibu. Jadi, tidak ada masalah bayi dilahirkan didalam air.

Kondisi-kondisi yang tidak dianjurkan untuk kelahiran Water Birth :

  • Ibu dengan Hypertensi / Penyakit infeksi
  • Kehamilan Kembar
  • Usia Kehamilan Prematur atau lewat bulan
  • Denyut Jantung Bayi yang Tidak Baik
  • Kelainan Letak Plasenta

Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi tren persalinan. Banyak yang merasakan manfaatnya. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan. Tidak hanya di kota kota besar di Indonesia saja, metode ini sekarang juga telah ada di kota-kota kecil lainnya.

Baca juga: Melahirkan secara normal tanpa rasa sakit.

Kelemahan persalinan dengan metode waterbirth

Selain keunggulan tentu ada kelemahan dalam metode waterbirth, sebuah penelitian mengungkap kekhawatiran bahwa medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga bayi kemungkinan akan terengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka. Studi tahun 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air meningkatkan risiko bayi tenggelam. Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air tidak direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak. Persalinan dalam air dikhawatirkan memicu risiko pneumonia atau infeksi pada otak, dan serangan kekuarangan oksigen.

Baca juga: Keuntungan dan resiko Persalinan Caesar.

Terlepas dari semua itu, tinggal Ibu yang memilih cara persalinan seperti apa yang terbaik untuk Ibu, semua metode persalinan tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri sendiri. Sebelum Ibu memutuskan memang ada baiknya mengkonsultasikan dulu dengan seksama pada dokter kandungan Ibu.

Baca juga: Perawatan bayi yang baru lahir.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.