BERANDA » PARENTING » Perkembangan dan kemampuan bayi sesuai usia

Perkembangan dan kemampuan bayi sesuai usia

| LuviZhea Chandra

Bayi tengkurapDari awal kelahiran bayi, tentu kita sebagai orangtua tidak mau ketinggalan begitu saja akan tumbuh kembang si buah hati dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun mendatang. Mengikuti dan memperhatikan perkembangan buah hati memang sangat berkesan dan menyenangkan, terlebih itu adalah anak pertama dan ini adalah langkah awal bagi Anda untuk menjadi seorang ibu.

Pertumbuhan dan perkembangan bayi berlangsung dengan sangat cepat, dari Janin dalam kandungan, lahir menjadi bayi yang belum bisa apa-apa, sampai menjadi anak kecil yang mulai belajar tengkurap, mengangkat kepala, memegang suatu benda, merangkak, duduk, berjalan, hingga berbicara. Berbagai kejadian penting menandai bertambahnya kemampuan sekaligus menjadi catatan tak terlupakan dalam jurnal pertumbuhannya dari bulan ke bulan, meski kecepatan perkembangan setiap anak berbeda-beda.

Sebagai orangtua, Anda tentu sering bertanya-tanya mengenai tahapan perkembangan bayi Anda, tetapi harus di ingat, bahwa ketepatan waktu dalam fase perkembangan bayi bukanlah dinilai kapan bayi Anda bisa duduk atau mengucapkan kata pertama pada usia tertentu saja, melainkan yang terpenting adalah bahwa si kecil bergerak maju (berubah dan bertumbuh) dalam proses perkembangannya. Jika Anda berpikir bayi Anda tidak mencapai pertumbuhan atau tahapan perkembangan milestones yang seharusnya, dan Anda benar-benar merasa yakin bahwa ada sesuatu yang salah, sebaiknya Anda sesegera mungkin berkonsultasi dengan dokter anak. Dan semoga artikel dari Luvizhea.com ini, juga dapat memberikan sedikit pencerahan tentang beberapa tahapan perkembangan dan kemampuan bayi, dari sejak dia lahir sampai usia satu-dua tahun kedepan.

Dalam minggu-minggu pertama, bayi akan berkomunikasi dengan Ibu lewat tangisan. Tangisan adalah salah satu refleks alami bayi sebagai cara berkomunikasi paling efektif, karena dengan itu dia segera mendapat respons yang akan memberinya rasa aman dan nyaman dari sang ibu. Tangisan bayi ini juga bisa jadi merupakan protes atau panggilan darurat, sehingga Ibu akan segera belajar mengetahui mengapa bayi menangis dan Ibu akan makin pintar mengatasinya.

Gerakan bayi baru lahir juga didominasi oleh gerak refleks. gerakan refleks alami ini adalah cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di awal kehidupannya. Bayi juga memiliki kepekaan terhadap sentuhan, sehingga saat Anda menyentuh telapak tangannya, secara refleks bayi mencoba menggenggam jari Anda. Begitupun ketika Anda menyentuh pipinya, secara refleks bayi akan menoleh pada pipi yang disentuh. Dan saat Anda menaruh sesuatu kemulutnya, secara reflek bayi Anda akan langsung mencoba menghisapnya.

Gerakan reflek ini akan semakin berkurang dengan berkembangnya sistem saraf, di usia 2 bulan ke atas kemampuan kognitif serta sosial bayi mulai berkembang pesat seperti kemampuan untuk:

Tengkurap

Fase bayi tengkurapTengkurap terjadi ketika bayi berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat. Anak tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu dia belajar berguling di usia 1,5 sampai 2 bulan. Bayi Anda belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan di sisi lain, kemudian berbalik lagi. Ketika mencapai usia 3sampai 4 bulan, saat otot lehernya semakin kuat dia dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Dia juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Baru di usia 5 bulan dia bisa tengkurap sendiri.

Mengangkat kepala

Fase bayi mengankat kepalapada usia 2 bulan, bayi Anda mampu mengontrol gerakan leher dan kepalanya. Dia dapat mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usiannya menginjak 3 bulan. Di usia 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan sudut lebih besar yaitu 90 derajat dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih ketajaman penglihatannya. Diapun mulai menengadahkan kepalanya untuk mencari Anda bila mendengar suara Anda.

Memekik gembira

Fase bayi memekik gembiraPernahkan Anda mendengar si kecil mengeluarkan suara dengan nada tinggi penuh kesenangan saat berhasil meraih benda yang diinginkannya, atau ketika dia merasa senang dengan kehadiran Anda? Di awal hidupnya, suara-suara yang dikeluarkannya merupakan respons tubuhnya terhadap emosi saat itu. Namun di usia 4 bulan ke atas ini, bayi mengeluarkan suara dengan tujuan lebih jelas. Dia akan berteriak dengan gembira bila berhasil mencapai sesuatu yang di inginkannya. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Masa berceloteh ini memang sangat dinikmati si kecil. Perhatikan saja saat dia melakukan aktivitas sehari-hari, Anda akan mendengar celotehannya. Dia akan mengeluarkan suara yang menyerupai huruf hidup seperti “a”, “u”, “o”.

Memegang suatu benda

Fase bayi memegang suatu bendaPada usia 4 sampai 5 bulan, keduanya tangan anak semakin terampil. Bila Anda memberinya mainan maupun makanan, dia akan menggerakkan lengan dan tangannya menggapai apa yang Anda berikan tersebut. Gerakan menggapai ini melatihnya untuk meraih lalu menggenggam dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain. Keterampilan jari-jemari si kecil akan semakin meningkat menginjak usianya ke 7 sampai 8 bulan. Dia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk bereksporasi, sementara tangan lain untuk memegang. Perhatikan, bila satu tangannya memegang mainan kemudian tangan satunya diberikan mainan lain, dia tetap akan memegang mainan pertamanya namun tangan yang satu mengambil mainan yang Anda tawarkan itu. Jika ada Anda memberikan sebuah mainan lagi, salah satu mainan yang sedang dipegangnya itu akan dibuangnya kemudian dia akan mengenggam mainan ketiga yang Anda tawarkan itu.

Duduk

Fase bayi dudukKetika otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, dia belajar duduk. Setelah belajar mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya si kecil belajar bagaimana menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya semacam mini push-up. Sekitar usia 6 bulan, bayi Anda mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk. Baru di usia antara 7 sampai 8 bulan, dia bisa mengusai kepandaian baru yaitu dapat duduk sendiri dari tengkurap kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya. Dengan kemampuan duduk ini, dia dapat meraih benda yang diinginkannya.

Merangkak

Fase bayi merangkakMerangkak adalah cara pertama bayi untuk dapat mengeksplorasi sekeliling ruang untuk mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Cara anak merangkak adalah ketika dia akan belajar keseimbangan melalui tangan dan lututnya kemudian belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kepandaian merangkak ini adalah juga salah satu cara menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan kelak. Usia rata-rata anak belajar merangkak saat dia mulai dapat duduk tanpa bantuan di usia 7 sampai 8 bulan. Dia dapat mengangkat kepalanya untuk melihat sekelilingnya, dan otot-otot lengan dan kaki serta punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya jatuh, atau saat dia mencoba bangkit dengan bantuan tangan dan lututnya.

Pada usia 9 sampai 10 bulan, bayi Anda mencapai kepandaian baru yakni merangkak mundur untuk mengambil ancang-ancang duduk. Si kecil juga menguasai teknik yang lebih maju yaitu “cross-crawling,” gerakan merangkak menggunakan satu tangan dan satu kaki yang berlawanan, misalnya tangan kanan dan kaki kiri secara bersamaan.

Makan sendiri

Fase bayi makan sendiriMakan sendiri dimulai sejak usia 6 bulan yaitu saat bayi Anda sudah bisa menggunakan tangan dan jari-jarinya dengan baik dan koordinasi mata serta tangannya yang juga semakin baik. Setelah selama 6 bulan bayi Anda mendapat ASI Eksklusif, kini dia sudah bisa mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) atau makanan padat lainnya. Pada usia 6 bulan ini, si kecil dapat meraih makanan yang jaraknya sekitar 25 cm dengan kedua tangannya, dan dapat memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan tersebut. Dengan mulai tumbuhnya gigi pada usia 6 bulan ini juga membuat si kecil terdorong mulai belajar menggigit semua benda dan makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Pada usia 8 sampai 9 bulan, ketika kedua tangannya semakin terampil mengenggam suatu benda, Anda bisa mengajarkan bayi makan menggunakan sendok. Meskipun memegang sendok masih kagok ketika memasukkan makanan ke dalam mulutnya, biarkan saja si kecil bereksperimen menggunakan sendok dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Baca juga: Cara mengatasi anak yang susah makan.

Mengenali anggota keluarga

Fase bayi mengenal orangSaat si kecil sudah mengenali anggota keluarganya di usia sekitar 6 bulan, dia mulai dapat membedakan wajah orang-orang dekat dalam kehidupannya pada usia 9 sampai 12 bulan. Pada masa ini keterikatannya dengan orang yang dikenalnya lebih berarti, dia dapat melihat, mendengar dan mengingat orang yang dikenalnya. Di usia ini pula dia mampu mengamati wajah dengan seksama, dan dari sini dia mulai berkenalan dan akrab dengan orang-orang terdekatnya. Tak heran pada usia 9 bulan ke atas si kecil memiliki rasa pada orang yang tidak dikenalnya

Berjalan

Fase bayi berjalanLangkah pertama saat belajar berjalan merupakan gerakan awal anak untuk menjadi sosok yang mandiri. Pada usia antara 8 sampai 9 bulan dia mulai bisa mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya si kecil akan menumpukkan kedua tangannya pada meja, kursi atau perabot rumah tangga atau apapun yang bisa menahan berat badannya, kemudian dia akan belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping diikuti oleh langkah kedua kakinya. Di usia ini kepandaian anak dalam belajar berjalan semakin baik. Jika Anda memegang kedua tangannya dia akan menapak dan mulai melangkah. Lama kelamaan otot-otot kakinya semakin terlatih dan kuat. Si kecil juga kian semangat menjajal kemampuannya berjalan. Pada usia 11 bulan, dia sudah mampu berdiri sendiri dalam waktu sekitar 2 detik tanpa bantuan apa pun karena dia memang sudah pandai menjaga keseimbangan tubuhnya. Lalu anak mulai mencoba melangkah sendiri 2 sampai 3 langkah memasuki usianya ke 12 bulan.

Bicara

Fase bayi belajar berbicaraSebelum kata-kata pertama keluar dari mulutnya, dia belajar peraturan berbahasa dan melihat bagaimana orang dewasa berkomunikasi. Dia mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara. Lambat laun kata-kata tak berbentuk ini menjadi kata yang berarti: “mama”, “papa”, “bubu”, “mimi” dan sebagainya. Pada usia 18 sampai 20 bulan, si kecil mempelajari 10 kata per hari dan mengutip kata-kata yang didengarnya baik dari ibu atau orang-orang di sekitarnya. Dari situ dia mulai belajar membentuk kalimat. Di usia 2 tahun, dia dapat membentuk 2 sampai 3 kata menjadi satu rangkaian kalimat seperti “mimi cucu”, “mama maem” dan lain sebagainya. Dan selajutnya si kecil dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dirasa, dipikirkan dan diinginkannya dalam satu rangkaian kalimat.

Baca juga: Cara efektif melatih anak yang terlambat bicara.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.