Mengatasi beberapa keluhan dan infeksi pasca Caesar

| Luvi Zhea

Persalinan CaesarSekarang ini banyak sekali ibu hamil yang lebih memilih untuk melakukan persalinan dengan cara Operasi Caesar (Sesar) dibandingkan dengan melakukan persalinan secara normal. Namun yang perlu ibu ketahui, seperti yang telah Luvizhea.com bahas pada artikel Keuntungan dan Risiko persalinan dengan Operasi Caesar, terdapat bahaya besar yang dapat mengancam bila ibu tidak mengetahui cara yang baik dan benar untuk merawat luka bekas proses Operasi Caesar tersebut. Untuk itu silahkan baca: Perawatan yang benar pasca persalinan dengan Operasi Caesar.

Selain itu, proses penyembuhan pasca melakukan Operasi Caesar ini juga sangat lama dibandingkan persalinan normal. Waktu normal untuk menyembuhkan luka bekas Operasi Caesar ini umumya berlangsung 3-4 minggu, namun hal ini masih bisa saja lebih, terutama bila terjadi infeksi pada bekas luka dan jahitannya. Bila infeksi ini terjadi, kerugian lain yang dapat ibu alami adalah berkurangnya kemampuan ibu untuk mengasuh bayinya karena dibutuhkan waktu cukup lama untuk pulih dari operasi.

Untuk itu sebaiknya keputusan melakukan Operasi Caesar seharusnya menjadi opsi terakhir saat persalinan. Pasalnya risiko infeksi dari operasi ini jauh lebih tinggi dari yang selama ini kita kira. Apalagi berdasarkan penelitian di Inggris menunjukkan, satu dari sepuluh wanita yang menjalani Operasi Caesar menderita infeksi sehingga mereka harus tinggal lebih lama di rumah sakit untuk perawatan.

Belum lagi sesaat pasca menjalani Operasi Caesar biasanya ibu akan mengalami beberapa keluhan seperti:

  • Rasa tidak nyaman pada luka operasi Caesar.
  • Ibu kerap merasa mual bahkan muntah akibat sisa pengaruh obat Anestesi (Bius).
  • Ibu mengalami nyeri atau sakit pada tulang belakang di tempat bekas penyuntikan obat Anestesi. Biasanya muncul saat ibu mengangkat beban cukup berat, membungkuk, atau melakukan aktivitas yang melibatkan tulang belakang. Rasa sakit ini bisa muncul hingga berhari-hari atau berminggu-minggu, namun rasa sakit ini akan hilang dengan sendirinya.
  • Ibu berisiko mengalami sembelit lebih besar dibandingkan ibu yang menjalani persalinan normal, untuk itu cukupi asupan makanan kaya serat.

Mengapa luka dan jahitan Operasi Caesar lama kering?

Mengeringnya luka bekas jahitan Operasi Caesar salah satunya dipengaruhi oleh jenis benang yang digunakan. Salah satunya adalah benang yang terbuat dari Protein Sintentis yang dapat langsung diserap tubuh. Namun pada beberapa wanita, benang jenis ini berisiko menimbulkan alergi dan reaksi penolakan jaringan. Pada kondisi ini, tubuh yang menolak bahan protein tersebut justru tidak dapat menyerap benang dengan baik sehingga benang malah bisa keluar dan membuat jahitan terbuka kembali.

Masalah lain yang mungkin timbul (terutama pada bagian kulit luar) adalah reaksi alergi yang umum seperti munculnya rasa gatal yang akan mengakibatkan infeksi bila terus digaruk. Atau yang paling umum, benang jenis ini sering kali membuat bekas jahitan lama mengering.

Karena alasan itu, beberapa Dokter lebih memilih benang yang harus dilepas atau diangkat dari jahitannya karena risiko alerginya lebih rendah. Dengan benang ini umumnya jahitan akan mengering (dan benangnya diangkat) dalam waktu 10-14 hari.

Faktor lain yang memengaruhi cepat tidaknya jahitan mengering adalah daerah jahitan. Kesembuhan setiap lapisan perut hingga ke rahim yang “dibedah” saat Operasi Caesar memiliki masa yang berbeda-beda. Pada bagian kulit luar biasanya jahitan sudah akan mengering dalam periode 2 minggu. Sedangkan jahitan pada lapisan otot dalam akan menyatu dalam waktu satu bulan. Untuk kembalinya semua jaringan otot yang terdalam hingga lapisan bawah pelindung otot untuk menyatu kembali menjadi seperti sebelum Operasi Caesar memerlukan waktu hingga 4-6 bulan.

Jadi bukan hanya infeksi saja yang membuat luka dan jahitan Operasi Caesar lebih lama sembuh, melainkan pemilihan benang dan reaksi alergi atau penolakan tubuh juga bisa menyebabkan luka dan jahitan Operasi Caesar tersebut lebih lama sembuh, belum lagi kesembuhan setiap lapisan perut memiliki masa yang berbeda-beda.

Mengapa setelah 1 tahun bekas jahitan Operasi Caesar masih terasa nyeri?

Persalinan CaesarPada beberapa ibu yang pernah melakukan Operasi Caesar, banyak yang mengatakan bahwa mereka terkadang masih merasakan nyeri setelah melakukan Operasi Caesar hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian. Meski tidak menimbulkan nyeri hebat, nyeri sesaat tersebut nyatanya berpotensi mengganggu aktivitas para ibu yang pernah melakukan Operasi Caesar, terutama bagi ibu yang bekerja.

Sebenarnya, nyeri yang muncul pada bekas Operasi Caesar yang dialami oleh ibu-ibu tersebut termasuk wajar dan tidak berbahaya. Karena proses penyembuhan luka (daya sembuh) pada setiap wanita itu berbeda dan dipengaruhi banyak faktor. Sehingga pada beberapa wanita memang rasa nyeri itu kadang muncul sesekali, namun pada wanita yang daya sembuhnya cepat, tidak ada keluhan seperti itu.

Memang proses penyembuhan luka untuk bagian luar tubuh berlangsung lebih cepat, sehingga bekas luka Operasi Caesar biasanya cepat kering hanya dalam beberapa minggu saja. Namun yang menjadi catatan disini adalah proses mengembalikan saraf yang terputus atau organ tubuh bagian dalam sesuai fungsi normalnya itu memang membutuhkan waktu yang lumayan lama, bisa antara 1 hingga 2 tahun.

Namun demikian sebaiknya tetap dicari dahulu penyebab nyeri tersebut. Apakah karena tertarik akibat ada kelengketan antara bekas operasi pada salah satu organ seperti usus atau organ lainnya, Atau apakah ada faktor kelalaian Dokter saat melakukan operasi, sehingga ibu masih mengalami nyeri sampai saat ini?

Memang salah satu penyebab nyeri tersebut bisa muncul adalah akibat kelalaian Dokter, akan tetapi bukan dalam skala malpraktek ataupun salah tindakan. Melainkan pengerjaan operasi yang tidak bersih atau dari segi tekniknya yang tidak halus sehingga membuat banyak kelukaan-kelukaan kecil pada operasi. Dan ini bukan suatu masalah yang besar, karena akan membaik dengan sendirinya, hanya saja butuh waktu untuk proses penyembuhan total.

Mengenali gejala dan mengatasi infeksi pada luka dan jahitan Operasi Caesar

Operasi Caesar termasuk operasi besar, dengan luka bedah yang relatif lebar. Selain itu, saat persalinan Caesar, ada sekitar 7 lapisan perut (mulai dari kulit perut sampai dinding rahim), yang di bedah kemudian dijahit kembali satu persatu oleh Dokter setelah bayi dikeluarkan, untuk menutup kembali luka Operasi Caesar tersebut. Itu sebabnya risiko infeksi jauh lebih besar karena luka jahitan akibat pembedahan yang relatif lebih lebar dan dalam. Bahkan infeksi pada jahitan Caesar bisa terjadi di kulit perut atau rahim (bagian dalam). Namun, bila luka dijaga kebersihannya dengan baik, risiko terinfeksi hanya sebesar 1%.

Infeksi umumnya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah persalinan. Dan gejala serta penanganannya akan berbeda tergantung pada letak terjadinya infeksi.

Infeksi pada luka dan jahitan di kulit perut pasca Operasi Caesar

Umumnya penyebab infeksi pada bagian luar jahitan Caesar adalah, karena:

  • Kebersihan luka yang kurang terjaga dengan baik.
  • Respon tubuh ibu terhadap bahan dasar benang jahit, sehingga menimbulkan reaksi alergi pada kulit atau disekitar area jahitan.
  • Saat terasa gatal, sering digaruk-garuk.
  • Saat menjahit, mungkin saja Dokter mengambil jaringan kulit (yang dijahit) terlalu banyak, sehingga bekas jahitan menjadi tebal, sehingga lebih lama sembuh. Karena semakin lama luka sembuh, semakin besar untuk terjadinya infeksi.
  • Masuknya kuman pada saat operasi, karena pada saat operasi, terdapat daerah yang terbuka sedangkan diudara banyak sekali kuman sehingga apabila daya tahan tubuh ibu kurang baik, mudah sekali terjadi infeksi.
  • Sterilitas pada saat operasi baik alat dan perangkatnya kurang baik.

Sedangkan untuk gejala infeksi yang sering muncul pada jahitan kulit luar bekas Operasi Caesar, antara lain:

  • Kulit di sekitar luka jahitan tampak kemerahan, meradang atau bengkak.
  • Terasa sangat gatal.
  • Keluar cairan putih kekuningan (nanah) atau darah disela-sela jahitan.
  • Terasa panas di daerah jahitan.
  • Terasa nyeri bila ditekan.

Maka dari itu, apabila menemuai beberapa gejala yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas, tindakan yang bisa ibu lakukan, dirumah yaitu:

  • Tidak menekan-nekan luka yang nyeri.
  • Tidak menggaruk-garuk kembali luka jahitan atau area sekitar luka jahitan yang terasa gatal.
  • Tidak melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan membungkuk atau mengangkat beban berat.
  • Membuka kembali perban luka untuk mencegah infeksi bakteri Anaerob (hidup tanpa oksigen) yang ganas.
  • Membersihkan luka dengan memberikan obat antiseptik.
  • Istirahat yang cukup (sementara waktu jangan banyak bergerak).

Namun sebelum itu, sebaiknya segera kontrol (periksakan) ke Dokter, agar dilakukan pemberian Antibiotik, pembersihan luka dengan cairan antiseptik serta mengganti perban.

Infeksi pada Dinding Rahim Pasca Operasi Caesar

Umumnya penyebab infeksi pada bagian dalam (Dinding Rahim) bekas Operasi Caesar, hampir sama dengan penyebab infeksi pada bagian jahitan kulit luar perut akibat Operasi Caesar, Hanya saja infeksi tersebut berada pada bagian dalam sehingga gejala yang muncul mungkin berbeda.

Kasus ini memang jarang terjadi, apalagi bila ditolong oleh Dokter yang berpengalaman. Kalau pun terjadi, hal ini mungkin disebabkan penggunaan alat-alat operasi yang kurang steril atau proses jahitan yang kurang sempurna.

Adapun gejala yang sering muncul bila terjadi infeksi pada Dinding Rahim akibat Operasi Caesar, adalah:

  • Ibu akan mengalami Demam.
  • Keluar darah yang cukup banyak dari vagina, padahal pendarahan seharusnya (masa Nifas) sudah mereda.
  • Perut bagian bawah terasa sangat nyeri.

Untuk itu, segera ke Dokter Kandungan bila ibu merasakan adanya gejala seperti yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas, agar infeksi segera ditangani. Sebab bila tidak ditangani segera maka dapat menyebabkan seorang wanita kesulitan untuk hamil lagi.

Biasanya Dokter akan memberikan Antibiotik dan obat-obatan pendukung lainnya (seperti obat pereda rasa nyeri), serta menyarankan untuk ibu banyak istirahat, dan tidak boleh mengangkat beban yang berat.

Cara mencegah infeksi pasca menjalani persalinan dengan Operasi Caesar

Sebelum infeksi terjadi, sebaiknya tindakan pencegahan memang perlu dilakukan agar proses penyembuhan pasca Operasi Caesar berlangsung lebih cepat. Berikut beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi:

  • Menjaga agar luka jahitan tetap kering dan bersih. Keringkan daerah perut hingga kering setiap kali habis mandi. Tapi ingat, jangan digosok.
  • Biasanya selama 5-7 hari pasca Operasi Caesar ibu tidak diperkenankan mengganti perban sendiri, nanti pada saat kontrol baru diganti oleh Dokter Kandungan. Setelah itu baru ibu bisa menggantinya sendiri, namun jangan lupa mengganti perban sehari 2 kali. Dan sebelum memasang perban, olesi cairan antiseptik pada luka jahitan.
  • Luka jahitan jangan sampai tergesek dan tertekan. Untuk itu gunakan pakaian yang Longgar seperti baju Daster.
  • Minum obat (Antibiotik) sesuai anjuran dan resep Dokter.
  • Jangan mengangkat beban berat atau mengedan agar tekanan didalam perut tidak meningkat dan menyebabkan jahitan dapat terbuka.

Bagaimana bila jahitan Caesar terbuka kembali?

Memang ada kemungkinan jahitan pasca melahirkan dengan Operasi Caesar terbuka kembali (walaupun sedikit), sehingga proses penyembuhan luka menjadi lama dan mengeluarkan “cairan”. Luka operasi pada kulit dapat sedikit terbuka biasanya disebabkan oleh:

  • Ibu mengangkat beban berat, mengedan atau mengalami batuk terus menerus, sehingga terjadi peningkatan tekanan pada perut yang membuat perenggangan pada kulit perut.
  • Kurangnya nutrisi terutama protein yang berfungsi untuk pertumbuhan jaringan kulit baru.
  • Adanya riwayat penyakit Diabetes pada ibu.
  • Infeksi.

Pada jahitan luka Operasi Caesar yang sedikit terbuka biasanya tidak perlu dilakukan penjahitan ulang. Yang perlu dilakukan adalah penanganan luka secara mandiri dirumah dan tetap kontrol pada Dokter Anda untuk memantau proses penyembuhan luka. Yang dapat ibu lakukan untuk merawat jahitan luka Operasi Caesar yang terbuka sedikit antara lain:

  • Membersihkan luka dengan laruan NaCl.
  • Mengompres luka dengan kassa yang dibaluri Rivanol, hal ini dilakukan agar cairan luka dapat terserap oleh kassa sehingga menjadi kering.
  • Makan makanan bergizi dan kaya akan kandungan protein untuk mempercepat penyembuhan luka.
  • Melanjutkan obat-obatan dari Dokter (seperti Antibiotik).

Proses penyembuhan luka operasi dengan jahitan yang terbuka memang lebih lama bila dibandingkan dengan luka yang tetap rapat. Lama kelamaan jahitan yang sedikit terbuka akan tetap merapat dengan sendirinya akibat pertumbuhan jaringan kulit baru, namun, biasanya menimbulkan bekas luka yang sedikit tidak rata.

Lalu, bagaimana bila jahitan yang terbuka tidak segera membaik? Memang selama luka masih terbuka, potensi terjadinya infeksi bakteri akan jauh lebih besar. Bila luka yang terbuka semakin melebar, terjadi pendarahan, atau disertai gejala infeksi seperti timbulnya rasa nyeri, bengkak kemerahan, keluar nanah kehijauan yang berbau dan disertai demam, sebaiknya segera periksakan ke Dokter agar mendapat penanganan lebih intensif.

Karena berdasarkan pengalaman dari seorang wanita bernama Gemma Wilby yang sempat dikutip dari Dailymail.co.uk, mengalami “perut bolong” akibat mengalami infeksi pada bekas luka Operasi Caesar yang tidak segera ditangani. Dan parahnya lagi, infeksi tersebut terjadi akibat serangan bakteri MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus), yaitu salah satu bakteri kulit yang berbahaya dan juga kebal terhadap berbagai jenis Antibiotik. Memang awalnya infeksi tersebut tidak bisa di obati dengan berbagai tindakan dan obat Antibiotik, termasuk terapi belatung. Namun setelah mencoba menggunakan kain antibakteri yang terbuat dari tembaga, ternyata berhasil. Mengapa bisa begitu? Karena diketahui bahwa tembaga bisa mematikan bakteri dan tidak ada bakteri yang bisa hidup dalam tembaga.

Jadi intinya, sekali lagi kami sarankan, segera bawah ke Dokter bila terjadi tanda-tanda infeksi pada jahitan luka Operasi Caesar agar jahitan tidak lepas dan menimbulkan komplikasi yang lainnya. Dan semua masalah tersebut pasti bisa diatasi dengan baik bila penanganan tidak terlambat.

Share:
Loading...