BERANDA » KESEHATAN » Mengobati kanker serviks dengan daun sirsak

Mengobati kanker serviks dengan daun sirsak

| LuviZhea Chandra

Kanker rahimPenyakit kanker rahim atau lebih di kenal dengan kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim atau daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Kanker ini merupakan salah satu penyakit yang sangat di takuti oleh kaum wanita. Menurut catatan WHO, Kanker jenis ini salah satu penyebab utama kematian terbesar bagi kaum wanita di seluruh dunia.

Faktor penyebab kanker serviks

Adapun beberapa hal penyebab kanker di antaranya adalah:

1. Faktor alami keturunan atau Genetika

Penyakit Kanker kadang-kadang bisa terjadi karena faktor keturunan yang di turunkan dari orang tua kandung. Jika anda memiliki Anggota keluarga yang mengidap kanker serviks, maka ada kemungkinan besar Anda rentan terkena kanker serviks ini. ini adalah bukan sebuah kepastian tapi setidaknya menjadi perhatian anda untuk berhati-hati terhadap kanker serviks.Tapi pada kenyataannya juga, Kanker Serviks ini bisa menyerang siapa saja walau tidak ada faktor keterunan, jadi walaupun keluarga anda tidak ada riwayat penyakit kanker nya ini bukan berarti Anda aman dari penyakit Kanker Serviks ini.

2. Kebiasaan merokok dan menghirup asap rokok

Kanker juga bisa di Picu oleh nikotin dari asap rokok , sewaktu anda menghisap asap rokok entah itu Anda sebagai perokok aktif ataupun pasif. maka nikotin masuk kedalam tubuh dan jantung. jantung sebagai pompa darah akan menyebarkan nikotin ke dalam darah dan ke seluruh tubuh, termasuk mulut rahim dan selaput leher rahim yang sensitif terhadap zat nikotin.

3. Cairan Pembersih miss V

Anda harus waspada terhadap pembersih organ intim wanita atau “miss V” yang beredar sekarang, banyak yang mengandung bahan kimia. pembersih wanita tersebut dapat menimbulkan dampak dan terjadinya iritasi organ intim wanita. Banyak wanita menganggap kalau pembersih miss V, bisa membunuh kuman pada vagina. Padahal di dalam organ intim wanita terdapat bakteri yang baik (Bassillus Doderlain), yang bisa menghasilkan asam laktat. Bakteri ini mempunyai fungsi dapat membantu melembabkan organ intim secara alamiah. Jadi sangat di anjurkan untuk menggunakan pembersi yang terbuat dari bahan alami yang tentunya aman tanpa efek samping.

4. Pemakaian pembalut yang mengandung dioksin

Untuk kaum wanita sekarang harus lebih teliti dalam menggunakan berbagai macam pembalut jangan yang mengandung dioksin, dioksin adalah pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut daur ulang dari bahan bekas.

5. Keputihan yang berkelanjutan

Keputihan merupakan penyakit umum yang biasa di alami oleh kaum wanita, apalagi dapat di katakan hampir seluruh kaum wanita pernah mengalami keputihan. Keputihan ini kalau tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan tumbuhnya kanker leher lahim pada wanita. Selain itu kanker serviks bisa juga di picu oleh virus human papilloma

6. Gizi dan Pola makan yang buruk

Pola makan yang kurang sehat seperti mengkonsumsi Lemak berlebihan berpotensi akan memproduksi hormon ekstrogen berlebihan pula. Dan apabila terlalu banyak hormon ekstrogen dalam tubuh dan endometrium (badan rahim) terpapar oleh hormon ini, maka kanker akan sangat mudah di picu untuk tumbuh subur disini.

Selain itu, terkadang kecukupan vitamin C kerap terlupakan, vitamin ini berperan penting didalam tubuh untuk melakukan perbaikan serta memperkuat mukrosa. Untuk wanita yang kekurangan vitamin C memiliki resijo lebih tinggi terserang kanker leher rahim. Disini sangat dianjurkan untuk wanita maupun laki-laki agar memperbanyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C.

7. Melakukan hubungan intim di bawah umur

Melakukan hubungan intim antara umur 12 tahun sampai dengan 17 tahun memiliki tingkat resiko lebih tinggi terkena kanker serviks. Karena pada masa ini, berlangsungnya pergantian sel didalam mulut rahim wanita yang tengah aktif-aktifnya. Selain itu kerap bertukar pasangan didalam hubungan intim atau melakukan seks bebas juga bisa beresiko terkena serangan kanker serviks.

8. Faktor usia

Biasanya salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit kanker serviks ini adalah faktor usia, terutama bagi wanita berusia diatas 40 tahun. Namun di jaman seperti ini usia muda juga bisa saja terserang penyakit ini.

Gejala kanker serviks

Beberapa gejala yang dialami ketika Anda mengidap penyakit kanker serviks ini antara lain:

  • Gangguan pencernaan yang menetap (gas atau mual).
  • Perubahan kebiasaan BAB tanpa alasan jelas, seperti sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang.
  • Rasa sakit selama hubungan intim (dispareunia).
  • Lemas dan letih lesu yang berkelanjutan.
  • Sakit pada daerah sekitar pinggang atau panggul.
  • Perubahan dalam siklus menstruasi.

Bila anda merasakan gejala seperti di atas, maka sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan kepastian dan perawatan yang tepat. Jika seseorang terdeteksi menderita penyakit kanker serviks, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan operasi . Namun, banyak wanita yang mengaku pasrah dan mencari pengobatan alternatif dikarenakan biaya operasi yang sangat mahal. Selain itu, operasi biasanya berefek samping, baik langsung ataupun tidak langsung.

Bagaimana mengobati kanker serviks?

Kalau sudah begini, selain operasi biasanya kemoterapi adalah salah satu jalan alternatif yang dipilih. Tetapi banyak pasien kanker yang hendak menjalani kemoterapi memiliki ketakutan-ketakutan dan juga merasa ragu untuk menjalaninya, hal ini disebabkan oleh berbagai efek samping kemoterapi. Sebanyak 80% penderita kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami mual muntah dan juga mengalami penurunan jumlah trombosit, sel darah merah dan sel darah putih. Umumnya setelah pengobatan 2-3 minggu penderita akan mengalami kerontokan rambut, termasuk bulu mata dan alis. kemoterapi juga seringkali dapat menimbulkan mukositis yaitu perlukaan pada dinding saluran cerna atau rongga mulut, dan ganggungan syaraf tepi seperti kebas dan kesemutan pada jari kaki dan tangan.

Untuk itu Luvizhea.com mencoba mencari beberapa referensi cara mengobati kanker serviks yang bisa dijadikan alternatif lain yang bisa Anda coba selain operasi dan kemoterapi. Dan hasilnya Luvizhea.com menemukan beberapa referensi yang menyebutkan bahwa Graviola adalah tanaman ajaib yang bisa menyembuhkan beberapa jenis kanker termasuk kankerserviks.

daun sirsakGraviola berasal dari hutan hujan di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara. Dengan nama ilmiah Annona muricata. Graviola juga dikenal sebagai custard apple, cherimoya, guanabana, soursop, Brazil cakar cakar, dan di Indonesia dikenal dengan nama sirsak atau nangka belanda. Di banyak negara, orang menggunakan kulit, daun, akar, dan buah dari pohon sirsak ini untuk Pengobatan tradisional. Seperti di Afrika dan Amerika Selatan graviola atau sirsak ini digunakan untuk mengobati infeksi virus atau parasit, rematik, artritis, depresi, dan penyakit lainnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, menyebutkan di dalam daun sirsak terkandung zat bernama annonaceous acetogenins semacam zat anti kanker yang berfungsi membunuh berbagai jenis kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara, serviks dan pancreas. Di dalam daun sirsak juga terkandung anti oksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan beberapa zat lainya yakni Saponin, polifenol, bioflavonoid, annocatacin, annocatalin, asam gentisit, asam lonoleat dan caclourin yang tentunya sangat berguna untuk kesehatan tubuh manusia.

Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journalnnof Natural Product s meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola bersifat seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh sebagian sel sel yang normal. Selain itu ekstrak dari daun sirsak dapat membunuh jenis sel kanker yang tahan terhadap obat-obatan kemoterapi tertentu.

Cara kerjanya yang selektif ini jelas berbeda dengan cara kerja kemoterapi. Kemoterapi bukan hanya menyerang sel-sel kanker saja tetapi juga menyerang sel-sel tubuh yang masih sehat, sehigga memiliki efek samping,seperti mual dan rambut rontok.

Tidak ketinggalan pula, seorang professor dibidang entomology dari Indonesia bernama Prof. Solaksono Sastrodihardjo dari fakultas Biologi ITB bersama dengan seorang ahli farmasi dari Amerika yang bernama Dr. Jerry Mc Laughlin, melakukan penelitan tentang khasiat daun sirsak ini. Daun sirsak pun dikumpulkan dan kemudian di keringkan dan dibawa ke Amerika Serikat untuk di teliti. Setelah melakukan penelitian dia mengungkapkan senyawa-senyawa yang terkandung di dalam daun sirsak merupakan salah satu yang terbaik yang pernah ditemukan dalam penelitian. Sampai-sampai hasil penelitiannya pun dirahasiakan untuk kepentingan industri. Khasiat Sirsak ternyata tidak hanya terdapat dibagian daunnya saja, tapi buah dan kulitnya pun mempunyai manfaat untuk pengobatan kanker.

Setelah Anda membaca bebrapa referensi diatas, berikut Luvizhea.com berikan cara memanfaatkan daun sirsak sebagai obat alami anti kanker, yang tentu saja daun sirsak ini masih mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal kita, terutama di daerah pedesaan. Caranya yaitu:

  • Siapkan daun sirsak sekitar 10 lembar, pilih daun yang sudah tua.
  • Bersihkan daun sirsak yang sudah kita siapkan menggunakan air bersih.
  • Masukkan daun sirsak kedalam panci yang sudah diisi air sekitar 3 gelas
  • Lalu rebus daun sirsak sampai mendidih dan hanya tersisa satu gelas saja airnya
  • Setelah dingin, air rebusan daun sirsak tersebut di minum, lakukan rutin perhari dua kali, pagi dan sore hari, dan lihat hasilnya dalam seminggu, dan lanjutkan sampai Anda benar-benar sembuh.

Dibalik manfaatnya yang begitu besar, apakah penggunaan daun sirsak ini memang tidak memiliki efek samping apapun?

Disini Luvizhea.com menemukan sebuah artikel dari Cancer Research UK yang menyatakan: “Kita tidak tahu banyak tentang bagaimana graviola mempengaruhi tubuh. Tetapi beberapa peneliti prihatin bahwa khususnya bahan kimia yang ada dalam graviola dapat menyebabkan perubahan dan gangguan gerakan ketika diambil dalam jumlah yang besar. Syaraf perubahan dapat menyebabkan gejala yang sama untuk penyakit Parkinson. Penelitian Laboratorium telah menemukan bahwa beberapa zat dalam graviola menyebabkan kerusakan saraf dan bahwa bahan ini dapat menyeberang ke otak melalui aliran darah.” Dari pernyataan tersebut jelas menyatakan beberap zat dalam kandungan sirsak memiliki efek samping, tetapi terlepas dari itu semua masih diperlukan beberapa referensi dari beberapa penelitian yang lebih mendalam. Karena masih banyak yang beranggapan hasil penelitian tersebut memang sengaja dikaburkan dan dirahasiakan untuk kepentingan industri.

Baca juga: Mengenali sejak dini kanker payudara pada wanita dan laki-laki.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.