Cara sederhana menguji Berlian asli atau palsu

| Luvi Zhea

Berlian

Selain Emas, Berlian (Diamond) adalah salah satu perhiasan yang selalu menjadi magnet tersendiri bagi kaum wanita untuk memilikinya, terutama bagi ibu-ibu muda yang menggemari fashion tingkat tinggi. Karena harganya yang relatif mahal dan lebih mahal dari emas ataupun batu permata lainnya, memakai perhiasan Berlian akan meningkatkan kepercayaan diri seorang wanita, karena akan lebih terlihat elegan dibanding dengan memakai perhiasan emas pada umumnya.

Berlian kini juga mulai dilirik sebagai produk investasi yang menjanjikan selain emas. Dulu memang investasi Berlian hanya dimainkan oleh investor kelas kakap, tetapi kini diminati oleh semua kalangan, terutama kalangan menengah keatas, Ibu-ibu pejabat, artis, pengusaha dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi maupun hanya ingin memiliki Berlian ini sebagai perhiasan. Anda tentu harus benar benar teliti dan memperhatikan beberapa hal untuk mengetahui secara pasti apakah Berlian tersebut asli atau palsu, sehingga Anda terhindar dari penipuan yang berkedok jual beli Berlian.

Untuk itu Luvizhea.com pada artikel kali ini akan memberikan beberapa panduan tips dan trik dalam membedakan Berlian asli maupun palsu. Namun sebelum itu ada baiknya Anda mengetahui perbedaan antara intan, Berlian, batu mulia dan batu akik pada umumnya.

Apa perbedaan antara intan dan berlian serta batu mulia lainnya?

Berlian di Indonesia sebenarnya disebut juga sebagai intan dan termasuk kedalam golongan batu mulia atau batu permata. Tetapi ada yang menyebutkan intan lebih sebagai bahan tambang mentah yang merupakan mineral dari jenis bahan galian golongan A yang secara kimia berbentuk kristal, atau alotrop dari karbon. Sedangkan Berlian adalah intan yang telah diolah melalui proses penggosokan dan telah dibentuk sesuai dengan kaidah-kaidah pemotongan (cutting) untuk dijadikan perhiasan liontin, gelang, cincin dan lainnya.

Yang membedakan Berlian dari batu mulia lainnya serta batu akik pada umumnya adalah tingkat kekerasaannya dalam skala mosh.

Berlian memiliki tingkat kekerasan paling keras diantara batu mulia lainnya yaitu 10 skala mohs dan memiliki keistimewaan dalam mendispersikan cahaya. Batu mulia lainnya seperti Ruby, Safir, Korundum memiliki tingkat kekerasan 9 skala mohs. Topaz memiliki tingkat kekerasan 8 skala mosh. Dan Kuarsa, Zamrud, Hematite memiliki tingkat kekerasan 7 skala mosh. Sedangkan batu akik yang disebut agate memiliki tingkat kekerasan rata-rata dibawah 7 skala mohs.

Namun bukan hanya mengetahui perbedaan secara umum yang sudah Luvizhea.com jelaskan diatas yang harus Anda ketahui. Anda juga harus mengetahui perbedaan atara Berlian tambang dan dengan belian sintetis (buatan), serta perbedaan antara batu mulia lainnya yang memiliki karakteristik sama persis dengan Berlian asli, sehingga apabila Anda tidak tahu akan menyulitkan dalam membedakan mana Berlian asli dan mana yang bukan Berlian.

Berikut cara membedakan beberapa batu mulia maupun sintetis yang mirip dengan Berlian:

Cara membedakan Berlian dengan Zirkonia Kubik

Zirkonia kubik merupakan batu sintetis yang sangat mirip dengan Berlian. Cara termudah untuk mengetahui zirkonia kubik adalah dari warna kilauannya. Zirkonia kubik melepaskan kilauan jingga sehingga batu ini mudah diidentifikasi. Asal-usulnya yang buatan juga dapat memberikan penampilan yang lebih “jernih” dibandingkan Berlian alami, yang sering mengandung cacat minor.

Zirkonia kubik juga terkenal memiliki spektrum warna yang lebih luas dibandingkan Berlian asli ketika disinari. Berlian asli berkilau dan seharusnya bayangannya sebagian besar tidak berwarna, sementara zirkonia kubik dapat memproyeksikan kilauan berwarna.

Salah satu uji yang biasa disebarkan untuk mengetahui apakah sebuah batu itu Berlian asli atau tidak adalah dengan menggoreskan kaca dengan Berlian tersebut. Menurut kepercayaan orang kebanyakan, apabila Berlian yang digores pada kaca tidak membuat Berlian tersebut tergores, maka berarti Berlian tersebut asli. Namun beberapa Zirkonia kubik berkualitas tinggi juga dapat menggores kaca, sehingga uji ini sebenarnya bukan cara mutlak menentukan Berlian itu asli atau palsu.

Cara membedakan Berlian dengan Moisanit

Berlian dan moisanit juga sulit dibedakan. Sulit mengetahui perbedaan antara keduanya namun moisanit sedikit lebih berkilau daripada Berlian dan juga menghasilkan pembiasan ganda, yang bisa jadi sulit dilihat kebanyakan orang. Anda dapat mencoba menyinari batunya, dan apabila mengeluarkan kilauan yang lebih warna-warni dan besar daripada Berlian yang sudah diketahui, maka Anda tahu bahwa yang Anda miliki itu adalah moisanit.

Berlian dan moisanit memiliki konduktivitas termal yang sangat mirip. Apabila Anda menggunakan penguji Berlian saja, maka bisa terlihat bahwa itu adalah “Berlian”, padahal sebenarnya adalah moisanit. Penting untuk menguji batu apa pun yang hasilnya “Berlian” di alat uji Berlian atau moisanit.

Cara membedakan Berlian dengan Safir putih

Sebenarnya batu safir tidak hanya berwarna biru saja, karena batu permata ini tersedia dalam berbagai warna termasuk Safir putih. Safir putih sering digunakan sebagai pengganti Berlian karena memiliki kejernihan yang hampir sama seperti Berlian. Namun batu ini tidak mengandung kontras kilauan yang tajam antara bagian terang dan gelap yang dimiliki Berlian asli. Apabila Anda menemukan bahwa batu Anda memiliki penampilan yang sedikit berkabut atau seperti “es” yakni bagian terang dan gelapnya tidak kontras tajam, kemungkinan itu adalah batu safir putih.

Cara menguji keaslian Berlian

BerlianKarena Berlian bukan barang murah, maka pastikan Anda membelinya di tempat terpercaya dan lihatlah sertifikatnya, karena pembelian Berlian yang benar akan tetap menyertakan sertifikat tersebut bahkan ketika tidak diminta sekalipun. Sertifikat Berlian hendaknya juga berasal dari otoritas penilaian seperti GIA, AGSL, LGP, PGGL atau penilai independen yang berafiliasi dengan organisasi profesional (seperti American Society of Appraisers) namun tidak dengan pengecer mana pun.

Dalam sertifikat tersebut tentunya harus dilengkapi juga dengan banyak informasi mengenai Berlian Anda, seperti berat karat, pengukuran, proporsi, tingkat terangnya, tingkat warna, dan tingkat potongan.

Tetapi masalahnya, sertifikat ini juga bisa dipalsukan, dan bagi orang awam tentu akan sulit membedakaanya. Untuk itu diperlukan juga pemeriksaan mendalam terhadap Berlian tersebut untuk mengetahui beberapa kemungkinan, karena bisa jadi Berlian asli tapi sertifikat palsu, atau sebaliknya sertifikat asli tetapi Berlian palsu, atau bisa jadi kedua-duanya adalah palsu.

Pengecekan Berlian secara sederhana bisa Anda lakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

Menguji Berlian dengan menggunakan tes embun

Hal pertama yang bisa Anda lakukan dalam mengetes keaslian Berlian ketika dirumah adalah dengan meletakan Berlian didepan mulut kemudian mengembuskan napas dari mulut ke Berlian tersebut.

Apabila Berlian tersebut mengembun (seperti ketika Anda melakukan hal yang sama didepan kaca cermin), dapat dipastikan itu adalah Berlian palsu. Karena Berlian asli segera mendispersikan panas dari napas Anda sehingga tidak mudah berembun. Dengan kata lain ketika Anda mengembuskan Berlian palsu berkali-kali, Anda akan melihat kondensasi embunnya mulai menjadi air, sementara Berlian yang asli akan tetap kering terus.

Menguji Berlian dengan memperhatikan pemasangannya

Yang perlu Anda garis bawahi adalah “Berlian asli tidak wajar apabila dipasang pada logam mulia murahan”. Untuk itu perhatikan cap atau stempel yang di dalam pemasangannya menunjukkan emas atau platina asli (10K, 14K, 18K, 585, 750, 900, 950, PT, Plat) merupakan tanda yang bagus, sementara stempel “C.Z.” akan menguakkan kepalsuan Berlian tersebut karena C.Z. adalah singkatan dari Cubic Zirconia (zirkonia kubik), yang merupakan sejenis Berlian sintetis.

Menguji Berlian dengan memperhatikan keterbiasannya (Refractivity)

Berlian asli akan membelokkan atau membiaskan cahaya yang melaluinya, ini yang membuat penampilannya menjadi sangat terang. Coba telungkupkan Berlian dan letakkan di atas kertas koran, apabila Anda dapat membaca tulisan koran atau melihat garis-garis hitam maka kemungkinan itu bukan Berlian yang asli. Berlian asli akan membelokkan cahayanya sedemikian rupa sampai Anda tidak dapat melihat tulisan yang Ada pada Koran tersebut walaupun Berlian tersebut bening.

Selain uji koran, Anda bisa melakukan dengan uji titik. Buatlah sebuah titik dengan pena di selembar kertas putih dan letakkan Berlian di atas pusat titik tersebut. Lihat lurus ke arah Berlian, apabila Berlian itu palsu maka akan terlihat pantulan lingkaran pada Berlian tersebut. Jadi hasilnya hampir sama dengan pengujian memakai koran tadi, yaitu Berlian asli tidak akan melihat titik tersebut.

Menguji Berlian dengan memperhatikan bayangannya

Bayangan Berlian asli biasanya merupakan variasi dari warna keabu-abuan. Lihat lurus ke arahnya dari atas Berlian. Apabila Anda melihat pantulan warna pelangi, berarti Anda berurusan dengan Berlian kualitas rendah atau palsu.

Waspada dengan batu yang kilaunya melebihi Berlian, yaitu Moisanit. Batu permata ini sangat mirip dengan Berlian hingga sulit dibedakan, tetapi cara membedakannya yaitu dengan mendekatkan batu tersebut ke mata Anda dan kemudian nyalakan senter, apabila terlihat warna pelangi maka itu sifat Moisanit, bukan Berlian.

Atau Anda juga bisa dengan mencermati setiap sisi pada Berlian. Berlian asli akan memperlihatkan kilauan yang mempesona dari berbagai sisi. Berlian palsu seringkali didesain hanya memberikan kilauan pada bagian atasnya, tidak di sisi yang lainnya.

Menguji Berlian dengan menggunakan kaca pembesar

Pengecekan Berlian bisa juga menggunakan kaca pembesar atau yang disebut dengan Lup (Anda biasanya dapat meminjamnya dari toko perhiasan). Berlian yang ditambang biasanya memiliki kecacatan kecil yang alami (inklusi) yang dapat dilihat dengan Lup. Lihat apakah ada serpihan kecil mineral lain atau perubahan warna yang sangat halus pada Berlian tersebut. Kedua hal ini bisa menunjukan keaslian dari Berlian, walaupun “sedikit cacat”.

Apabila Berlian tersebut adalah Berlian sintetis atau Zirkonia kubik, maka ia tidak memiliki kecacatan (inklusi). Itu karena Berlian-berlian tersebut dikembangkan di lingkungan (Laboratorium) yang steril dan bukan terbentuk secara alami di dalam perut bumi. Permata yang terlalu sempurna biasanya menandakan kalau ia bisa jadi adalah palsu.

Namun tetap saja ada kemungkinan bahwa Berlian itu asli walaupun tidak memiliki kecacatan. Jadi sebaiknya jangan jadikan kecacatan sebagai kriteria utama menentukan keaslian Berlian Anda sebelum melakukan pengujian yang lainnya seperti dengan menggunakan alat mikroskop.

Letakkan Berlian di bawah mikroskop dengan faset atasnya menghadap ke bawah. Bolak-balikkan Berliannya pelan-pelan menggunakan pinset. Apabila Anda melihat sedikit kilauan berwarna jingga sepanjang fasetnya, maka Berlian tersebut bisa jadi sebenarnya adalah Zirkonia kubik (palsu). Atau ada juga kemungkinan Zirkonia kubik digunakan untuk menambal cacat di dalam Berlian tersebut. Untuk mendapat pandangan yang terbaik dari pemeriksaan Berlian ini, sebaiknya Anda menggunakan teleskop dengan pembesaran 1200 kali.

Menguji Berlian dengan memanaskannya

Menguji berlian juga bisa dengan cara dipanaskan. Anda bisa menggunakan korek api untuk memanaskan Berlian tersebut. Panaskan selama 30 detik kemudian masukan kedalam segelas air. Lihat apa yang terjadi? Berlian asli tidak akan pecah atau retak, karena struktur kristalin yang rapat dan merata dari Berlian menyebabkannya cepat mendispersikan panas, sehingga Berlian asli tidak akan memanas dengan mudah. Sedangkan apabila itu Berlian palsu yang terbuat kaca atau kuarsa maka akan retak seketika karena pengembangan dan kontraksi yang cepat akan menyebabkan bahan akan lebih lemah dan retak dari dalam.

Tetapi uji panas tradisional tidak akan mampu membedakan antara Berlian asli dan Moisanit. Pastikan bahwa pengujiannya dilaksanakan dengan alat uji konduktivitas listrik atau alat khusus untuk membedakan Berlian dan Moisanit.

Menguji Berlian dengan mengukur beratnya

Berlian dapat dibedakan dengan mengukur perbedaan berat antara Berlian sintetis (Zirkonia Kubik) dengan yang asli. Seperti yang diketahui Zirkonia kubik memiliki berat sekitar 55 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Berlian asli dengan bentuk dan ukuran yang sama. Dalam melakukan penimbangan sebaiknya Anda menggunakan timbangan yang sangat sensitif yang mampu mengukur sampai tingkat karat atau butirannya. Dan memiliki Berlian asli dengan ukuran dan bentuk yang sama juga sebagai pembanding, ini untuk mengetahui selisih dari beratnya secara pasti.

Menguji Berlian dengan menenggelamkannya ke air

Berlian memiliki tingkat kerapatan yang tinggi, sehingga apabila Berlian tersebut asli maka akan tenggelam saat dimasukan kedalam gelas yang berisi air. Sedangkan yang palsu akan mengapung di permukaan atau melayang di tengah gelas. Tetapi sebaiknya pengujian ini dilakukan saat Berliang belum dipasangkan pada logam mulia yang digunakan sebagai perhiasan (dalam bentuk cincin, liontin, maupun anting)

Menguji Berlian dengan penyinaran

Cara sederhana dalam menguji Berlian dengan metode penyinaran adalah dengan memanfaatkan sinar ultraviolet dari alat pengecek uang kertas. Berlian ketika ditempatkan di bawah sinar ultraviolet atau cahaya hitam, akan mencerminkan fluoresensi warna biru, dan itu bisa menandakan keaslian sebuah Berlian. Namun, pengujian ini tidak dapat diterapkan untuk semua Berlian karena ada Berlian yang tidak memancarkan sinar ketika disinari dengan sinar ultraviolet. Yang perlu Anda garis bawahi adalah apabila fluoresensinya berwarna hijau, kuning, atau kelabu yang halus, ini dapat menunjukkan bahwa batu tersebut adalah moisanit.

Anda juga bisa melakukan tes penyinaran yang lebih professional yaitu dengan sinar-x dengan membawanya ke laboratorium untuk di uji. Berlian memiliki struktur molekul yang tembus pandang radiasi, hal ini berarti Berlian tersebut tidak muncul di gambar sinar-x. Hal ini yang membedakan dengan Kaca, Zirkonia kubik, dan kristal-kristal lainnya yang bersifat tidak tembus radiasi sehingga tampak dengan jelas di sinar-x.

Terakhir sebagai tambahan tips dari Luvizhea.com, setelah Anda mengetahui Berlian yang Anda miliki adalah asli dan sangat berharga bagi Anda, ada baiknya Berlian tersebut dibawa ke laboratorium yang dapat mendaftarkan dan memberi sidik jari pada Berlian yang Anda miliki. Seperti manusia, masing-masing Berlian itu memiliki keunikan. Teknologi baru memungkinkan para ahli permata menghitung keunikan itu dengan menghasilkan “sidik jari” permata. Apabila sebuah Berlian dilengkapi sidik jari tersebut dicuri dan muncul di basis data internasional, maka Anda seharusnya bisa mengambilnya dengan menunjukkan dokumentasi yang membuktikan kalau Berlian itu adalah milik Anda. Sidik jari pada Berlian ini juga berguna dalam proses asuransi apabila Anda ingin mengangsuransikan Berlian tersebut.

Baca juga: Cara menguji emas asli atau palsu.

Share:
Loading...