BERANDA » PARENTING » Cara mengatasi bayi yang sering muntah ‘gumoh’

Cara mengatasi bayi yang sering muntah ‘gumoh’

| LuviZhea Chandra

Muntah Gumoh pada bayiUmumnya bayi akan memuntahkan kembali susu atau sering disebut ‘gumoh’ disertai dengan sendawa setelah diberi ASI. Secara sepesifik, gumoh berbeda dengan muntah, walaupun merujuk pada suatu kondisi yang sama di mana ada sesuatu yang keluar dari mulut atau lambung bayi.

Gumoh sering terjadi pada bayi yang baru lahir, bersifat pasif dan spontan, cairan yang dikeluarkan lebih sedikit seperti meludah ataupun terkadang bisa juga cukup banyak, tetapi dikeluarkan dengan cara mengalir dari mulut bayi tanpa disertai kontraksi otot dinding perut. Gumoh merupakan proses alami untuk mengeluarkan udara yang terhisap saat bayi minum ASI.

Sedangkan muntah lebih cenderung dalam jumlah banyak, dan dikeluarkan dengan cara disemburkan dari perut bayi, disertai dengan kontraksi otot dinding perut. Keduanya merupakan hal yang normal dan tidak menandakan suatu hal yang serius yang terjadi pada bayi Anda. Hanya sebagian kecil kasus muntah bayi (muntah patologis) yang menjadi indikasi gangguan serius.

Penyebab gumoh pada bayi

Kebiasaan gumoh pada bayi tidak sama antara satu bayi dengan bayi lainnya. Ada bayi yang gumoh lebih banyak dibandingkan bayi lainnya. Hal tersebut normal terjadi. Berikut Luvizhea.com berikan penjelasan tentang beberapa penyebab gumoh pada bayi yang sering terjadi, seperti:

1. ASI atau susu formula yang diberikan melebihi kapasitas lambung

Lambung yang penuh juga bisa membuat bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri.

Baca juga: Bagaimana memeilih susu formula yang terbaik untuk bayi?

2. Posisi menyusui yang kurang baik

Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun gumoh.

Pemakaian bentuk dot. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.

3. Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna

Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi terutama yang terlahir prematur, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.

4. Fungsi pencernaan masih belum sempurna

Fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik yaitu gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus, untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna terutama pada bayi yang terlahir premature.

5. Gerakan bayi terlalu aktif

Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.

Bahayakah gumoh pada bayiSampai berapa lama bayi akan selalu gumoh?

Gumoh biasa terjadi pada bayi yang baru berusia beberapa minggu sampai beberapa bulan sejak bayi dilahirkan, dan akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan bertambahnya umur bayi. Tepatnya Setelah usia 6 bulan, bayi Ibu mungkin tidak akan gumoh lagi dan mulai bisa mendapatkan makanan pendamping ASI, sampai ia bisa makan makanan yang lebih padat.

Bagaimana cara agar bayi saya tidak banyak gumoh setelah diberi ASI?

Gumoh bisa dikurangi dan diatasi dengan beberapa cara sebagai berikut:

  • Sendawakan si kecil.
  • Hindari memberikan ASI atau susu formula saat bayi berbaring.
  • Tegakkan posisi si kecil sekitar 20 menit setelah dia diberi ASI.
  • Pemberian ASI sedikit tetapi lebih sering.
  • Jangan menunggu memberikan ASI atau susu formula ketika bayi sangat lapar, karena saat lapar bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara banyak terhisap masuk.
  • Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan susu formula. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang terhisap masuk. Jika terlalu besar, susu akan mengalir dengan cepat, keduanya bisa memungkinkan bayi Anda mengalami gumoh.
  • Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu.
  • Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah, Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru-paru, yang paling parah bisa terkena radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.
  • Saat gumoh hindari bayi tersedak, bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan atau paru-paru, ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.
  • Jika gumohnya cukup banyak, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Baca juga: Cara cepat mengatasi cegukan pada bayi.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.