BERANDA » KESEHATAN » Mengenali gejala dan cara mengobati sakit Tipes

Mengenali gejala dan cara mengobati sakit Tipes

| LuviZhea Chandra

Gejala dan pengobatan TipesPenyakit Tipes atau dalam istilah kedokteran disebut Typhoid Fever atau Demam Tifoid, yaitu merupakan infeksi bakteri yang terjadi pada sistem pencernaan dan dapat menyebar ke seluruh tubuh hingga mempengaruhi banyak organ.

Pada tahun 2000, diperkirakan terdapat lebih dari 2,16 juta kasus Tipes di seluruh dunia, dengan angka kematian lebih dari 200.000 jiwa. Lebih dari 90% dari total kasus dan kematian tersebut justru terjadi di Asia termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri, kasus Tipes diperkirakan terjadi sekitar 900.000 kasus per tahun, dengan angka kematian mencapai 20.000 orang per tahun.

Penyebab sakit Tipes

Seperti yang telah Luvizhea.com jelaskan diawal, Tipes merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Bakteri Salmonella Typhi merupakan bakteri penyebab utama dari sakit Tipes ini, yang masih berkaitan dengan bakteri Salmonella penyebab keracunan makanan yang sering terjadi.

Secara umum, penyebab dan penularan seseorang bisa terkena penyakit Tipes ini dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi, sanitasi yang buruk dan terbatasnya akses air bersih.

Selain itu, belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh membuat penyakit Tipes ini lebih banyak dialami anak-anak dan orang-orang paruh baya.

Apakah sakit Tipes bisa menular?

Sakit Tipes memang bisa menular, hal ini karena bakteri tersebut bisa berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui berbagai sarana. Misalnya saja melalui makanan. Bakteri penyebab Tipes dapat menyebar bila orang yang telah terinfeksi bakteri tidak mencuci tangan sebelum menyentuh atau mengolah makanan. Dengan kata lain, orang akan tertular bakteri penyebab sakit Tipes bila ia menyantap makanan yang tersentuh si pengidap tanpa cuci tangan.

Namun demikian bukan berarti Anda harus menjauhi orang yang sedang mengalami sakit Tipes, karena hal ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan memastikan kebersihan lingkungan, minimal cuci tangan sebelum makan.

Berikut beberapa situasi yang juga dapat menjadi penyebab penyebaran penyakit Tipes ini:

  • Mengkonsumsi seafood dari air (sungai) yang terkontaminasi urin dan tinja yang tercemar bakteri Salmonella Typhi.
  • Menggunakan toilet umum yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi. Anda akan terinfeksi bila secara tidak sengaja menyentuh bagian mulut sebelum mencuci tangan setelah Buang Air.
  • Menaruh sikat gigi disembarang tempat.
  • Jajan sembarangan.
  • Berhubungan seks oral dengan pembawa bakteri Salmonella Typhi.

Bagaimana infeksi Tipes bisa terjadi?

Bakteri penyebab Tipes ini, masuk ke dalam usus (sistem pencernaan) melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dan kemudian berkembang biak dalam kelenjar getah bening dan pembuluh darah hingga menyebar keseluruh tubuh. Gejala Tipes akan semakin memburuk bila bakteri telah menyebar ke luar sistem pencernaan.

Selain itu, beberapa orang yang telah pulih dan sudah tidak menunjukkan gejala-gejala Tipes, tetap dapat mengidap bakteri Salmonella Typhi dalam saluran usus mereka selama bertahun-tahun. Sekitar 5% pengidap Tipes yang tidak menjalani pengobatan yang cukup, tetapi kemudian pulih, akan terus membawa bakteri ini di dalam tubuhnya. Tanpa mereka sadari, para pembawa bakteri ini bisa membuat orang lain terinfeksi melalui kontaminasi tinja mereka.

Gejala sakit Tipes

Masa inkubasi bakteri penyebab Tipes pada umumnya adalah 7 hingga 14 hari. Ini adalah rentang waktu antara bakteri pertama memasuki jaringan tubuh hingga gejala pertama muncul.

Secara garis besar, berikut ciri-ciri dan gejala penyakit Tipes yang sering muncul, diantaranya:

  • Demam atau panas dengan suhu tinggi, bisa mencapai hingga 39-40 derajat Celsius.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Sakit perut.
  • Tidak nafsu makan.
  • Sembelit atau diare (Kecendrungannya, sembelit pada dewasa dan diare pada anak-anak).
  • Ruam berupa bintik-bintik merah muda kecil.
  • Badan terasa pegal-pegal.
  • Lemas.
  • Rasa Kebingungan, seperti disorientasi tempat dan lingkungan.

Sebaiknya kita dapat mengenali sedini mungkin gejala dari penyakit Tipes ini. Hal ini karena bila tidak ditangani dengan tepat, kondisi orang yang mengalami sakit Tipes dapat memburuk dalam beberapa minggu bahkan dapat mengalami komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Bahkan perlu waktu lebih lama (hingga hitungan bulan) untuk tubuh dapat kembali pulih sepenuhnya. Padahal bila penyakit Tipes ini dirawat dengan baik, kondisi orang yang mengalami sakit Tipes dapat mulai membaik dalam kurun waktu 4 hingga 5 hari.

Namun demikian penyakit Tipes dapat sembuh sendiri tanpa diobati, akan tetapi waktu penyembuhannya dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih, dan gejala Tipes dapat kembali kambuh. Hal ini karena penyakit Tipes ini memang dapat berkembang secara bertahap dari minggu ke minggu.

Bila dilihat dari perkembangan gejala dari minggu ke minggu, maka akan ditemukan gejala-gejala seperti berikut:

Gejala Tipes pada minggu pertama

  1. Demam, awalnya rendah lama-lama meningkat hingga 39,4 atau 40 derajat Celsius.
  2. Sakit kepala.
  3. Kelemahan dan kelelahan.
  4. Batuk kering.
  5. Tidak nafsu makan.
  6. Sakit perut.
  7. Diare atau sembelit.
  8. Ruam

Gejala Tipes pada minggu kedua

Bila tidak mendapat pengobatan untuk demam Tifoid, maka dapat memasuk pada tahap kedua dengan kondisi yang semakin memburuk, seperti:

  1. Demam tinggi dan tetap tinggi.
  2. Diare atau sembelit semakin parah.
  3. Berat badan turun.
  4. Perut kembung dan membesar.

Gejala Tipes pada minggu ketiga

Pada minggu ketiga, orang yang mengalami sakit Tipes dapat mengalami:

  1. Mengigau.
  2. Terlihat sangat lemah dengan mata sayu setengah tertutup.
  3. Komplikasi yang mengancam jiwa sering muncul pada minggu ketiga ini.

Gejala Tipes pada minggu keempat

Mungkin terjadi perbaikan secara perlahan selama minggu keempat ini. Demam akan cenderung turun secara bertahap sampai suhu tubuh kembali normal dalam satu minggu sampai 10 hari. Tapi tanda-tanda dan gejala dapat kembali muncul sampai dua minggu setelah demam mereda.

Komplikasi dari sakit Tipes

Sekitar 10% pengidap Tipes menderita komplikasi. Komplikasi terjadi ketika orang yang mengalami sakit Tipes terlambat atau tidak diobati dengan antibiotik yang tepat. Seperti yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas, komplikasi terjadi rata-rata tiga minggu setelah infeksi. Komplikasi yang paling umum terjadi adalah sistem pencernaan yang mengalami pendarahan dalam dan infeksi yang menyebar ke jaringan sekitarnya hingga mengakibatkan usus atau sistem pencernaan pecah.

“Pendarahan dalam” pada sakit Tipes

Orang yang mengalami sakit Tipes dengan kondisi pendarahan dalam biasanya akan merasakan gejala-gejala seperti merasa lelah sepanjang waktu, sesak napas, muntah darah, kulit pucat, denyut jantung tidak teratur, dan tinja berwarna hitam pekat.

Umumnya pendarahan dalam akibat Tipes ini tidak mengancam nyawa. Walaupun demikian, transfusi darah mungkin dibutuhkan untuk mengganti hilangnya darah dari tubuh. Selain itu, Operasi juga mungkin diperlukan untuk memperbaiki kerusakan pada daerah yang mengalami pendarahan.

Perforasi dan Peritonitis pada sakit Tipes

Istilah Perforasi adalah terbentuknya sebuah “lubang”. Pada kasus Tipes, lubang tersebut terbentuk ketika dinding sistem pencernaan (usus) terluka sehingga isi dari sistem pencernaan tersebut dapat keluar ke dalam rongga perut. Sehingga bakteri penyebab Tipes dapat menyebar hingga ke perut dan menginfeksi Peritoneum. Kondisi ini dikenal sebagai Peritonitis.

Bila terjadi Perforasi, gejala Tipes yang telah disebutkan Luvizhea.com diatas akan disertai juga dengan gejala lain, seperti: merosotnya tekanan darah secara tiba-tiba, adanya darah dalam tinja, serta sakit perut yang semakin memburuk.

Yang perlu diketahui, Kondisi Peritinitis akibat Perforasi ini diderita sekitar 5% dari orang yang mengalami sakit Tipes dan tergolong kondisi yang gawat. Hal ini karena Peritoneum yang biasanya steril dan bebas dari kuman, dalam situasi ini, juga mengalami infeksi, dan infeksi tersebut dapat menyebar dengan cepat melalui darah ke berbagai organ lainnya, sehingga dapat mengakibatkan berbagai organ berhenti berfungsi. Bahkan membawa kematian bila tidak segera ditangani.

Diagnosis sakit Tipes

Selain mengenali gejala awal dari sakit Tipes yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas, segera memeriksakan diri ke Dokter untuk mendapatkan kepastian diagnosis penyakit yang sedang dialami juga sangat disarankan untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Cara untuk memastikan Diagnosis, apakah Anda sedang mengidap sakit Tipes atau tidak? Biasanya Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya, diantaranya:

Pemeriksaan Hematologi pada sakit Tipes

  • Kadar hemoglobin dapat normal atau menurun bila terjadi komplikasi perdarahan usus atau perforasi.
  • Hitung leukosit sering rendah (Leukopenia), tetapi dapat pula normal atau tinggi.
  • Hitung jenis leukosit: sering neutropenia dengan limfositosis relatif.
  • LED (Laju Endap Darah) meningkat.
  • Jumlah trombosit normal atau menurun (trombositopenia).

Pemeriksaan Urinalis pada sakit Tipes

  • Kadar protein bervariasi, dari negatif sampai positif (akibat demam).
  • Leukosit dan eritrosit normal, bila meningkat kemungkinan terjadi komplikasi.

Pemeriksaan Kimia Klinik pada sakit Tipes

  • Enzim hati (SGOT, SGPT) sering meningkat dengan gambaran peradangan sampai hepatitis Akut.

Pemeriksaan Imunorologi pada sakit Tipes

  • Widal. Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, pemeriksaan Widal (uji Serologi untuk mendeteksi adanya kekebalan terhadap kuman Salmonela dengan cara mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam sampel darah) masih menjadi patokan utama untuk menentukan diagnosis. Padahal, hasil tes Widal yang positif tidak selalu berarti pasien pasti mengidap Tipes. Ini dikarenakan di daerah endemis seperti Indonesia, semua orang sudah pernah terpapar Salmonella Thypi. Tubuh telah membentuk antibodi terhadap bakteri ini. Itu sebabnya, ketika pemeriksaan Widal dilakukan, antibodi dalam tubuh akan memberi reaksi positif. Namun ini bukan berarti Anda positif mengidap Tipes.
  • Elisa (Enzyme-linked immunosorbent assay) Salmonella typhi / paratyphi lgG dan lgM. Pemeriksaan ini merupakan uji imunologik yang lebih baru, yang dianggap lebih sensitif dan spesifik dibandingkan uji Widal untuk mendeteksi Demam Tifoid / Paratifoid. Sebagai tes cepat (Rapid Test) hasilnya juga dapat segera di ketahui.

Pemeriksaan Mikrobiologi pada sakit Tipes

  • Gall Culture. Pemeriksaan kultur dengan menggunakan bahan spesimen seperti darah (awal sakit / minggu pertama), kemudian untuk stadium lanjut (minggu kedua) bisa menggunakan urin dan tinja.

Pemeriksaan Biologi Molekular pada sakit Tipes

  • PCR (Polymerase Chain Reaction). Metode ini di lakukan cara memperbanyak DNA kuman yang kemudian diindentifikasi dengan DNA probe yang spesifik. Kelebihan uji ini dapat mendeteksi kuman yang terdapat dalam jumlah sedikit (sensitifitas tinggi) serta kekhasan (spesifitas) yang tinggi pula. Spesimen yang digunakan dapat berupa darah, urin, cairan tubuh lainnya serta jaringan biopsi.

Bila Anda positif mengidap Tipes, ada baiknya memeriksakan anggota keluarga lain untuk mendeteksi kemungkinan penularan.

Pengobatan dan perawatan pada penderita Tipes

TipesUmumnya Tipes diobati dengan pemberian antibiotik. Hal ini karena Tipes merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Keputusan pengobatan di rumah ataupun di rumah sakit tergantung pada tingkat keparahan yang dialami.

Bila Tipes didiagnosis pada stadium awal, orang yang mengalami sakit Tipes dapat menjalani perawatan di rumah dengan pengobatan antiobiotik selama satu hingga dua minggu. Perawatan di rumah sakit diperlukan Bila kasus Tipes terlambat terdiagnosis atau sudah dalam stadium lebih parah.

Pengobatan dan perawatan sakit Tipes di Rumah

Umumnya orang yang terdiagnosis Tipes dengan gejala ringan (Stadium awal) masih diperbolehkan dilakukan rawat jalan (pengobatan dan perawatan dirumah) dengan pemberian obat tablet antibiotik yang diresepkan selama 1-2 minggu. Meski tubuh akan mulai membaik setelah 2-3 hari mengkonsumsi antibiotik, sebaiknya jangan menghentikan konsumsi sebelum antibiotik yang telah diresepkan habis. Ini penting untuk memastikan agar bakteri benar-benar hilang dari tubuh.

Walaupun begitu pemberian antibiotik untuk mengobati Tipes mulai menimbulkan masalah tersendiri khususnya di Asia. Beberapa kelompok Bakteri Salmonella Typhi menjadi kebal terhadap antibiotik. Beberapa tahun terakhir, bakteri ini juga menjadi kebal terhadap Antibiotik Ampicillin dan Trimotheprim-Silfamethoxazole.

Yang perlu diperhatikan bila pengobatan dan perawatan Tipes dilakukan dirumah adalah Segera berkonsultasi dengan dokter bila kondisi semakin memburuk. Agar tubuh segera pulih dan mencegah risiko penyakit Tipes kambuh kembali, pastikan Anda menjalani langkah-langkah sederhana berikut ini, yaitu:

  • Istirahat cukup.
  • Makan teratur. Anda dapat makan sesering mungkin dalam kadar sedikit dibandingkan bila makan dengan porsi besar sebanyak tiga kali sehari.
  • Minum banyak air putih.
  • Cuci tangan teratur dengan sabun dan air hangat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Pengobatan dan perawatan sakit Tipes di Rumah Sakit

Bila gejala dari sakit Tipes semakin parah (memburuk) seperti: muntah terus-menerus, diare parah, serta perut kembung, dan gejala komplikasi lainnya, maka pengobatan dan perawatan dirumah sakit menjadi pilihan yang paling tepat.

Saat kita dirawat dirumah sakit akibat sakit Tipes, sampel darah, tinja, dan urin kita biasanya akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan jenis antibiotik yang tepat diberikan. Antibiotik di rumah sakit akan diberikan dalam bentuk suntikan. Bila diperlukan, cairan dan nutrisi juga akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah melalui infus.

Pada sebagian kecil kasus, operasi mungkin diperlukan bila terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa seperti pendarahan dalam atau rusaknya sistem pencernaan.

Hampir semua kondisi orang yang mengalami sakit Tipes berangsur membaik setelah dirawat di rumah sakit selama 3-4 hari. Namun demikian perlu beberapa minggu hingga ia sepenuhnya pulih.

Pengobatan Tambahan pada pasien sakit Tipes

Beberapa orang mengalami gejala Tipes yang kembali kambuh sepekan setelah pengobatan antibiotik selesai dijalani. Biasanya Dokter tetap akan kembali meresepkan antibiotik meski gejala yang dirasakan tidak separah sebelumnya.

Bukan hanya itu saja, walau tanpa gejala kambuh kembali setelah menjalani pengobatan, namun ternyata hasil tes pada tinja ditemukan bahwa Anda masih mengidap bakteri Salmonella Typhi, Anda mungkin akan disarankan untuk menjalani 28 hari pengobatan antibiotik kembali untuk membersihkan sisa-sisa bakteri tersebut. Ini untuk mengurangi potensi Anda menjadi pembawa bakteri Tipes jangka panjang.

Selama Anda masih terdiagnosis terinfeksi bakteri penyebab Tipes, sebaiknya hindari aktivitas mengolah makanan. Selain itu pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun yang mengandung antiseptik setelah Buang Air untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Baca juga: Cara ampuh mengatasi diare “mencret” secara alami.

Pengobatan Tipes secara alami

Untuk gejala Tipes yang terjadi di tahapan-tahapan awal, sebenarnya Anda bisa mengatasinya dengan beberapa jenis obat Tipes alami yang bisa Anda dapatkan di sekitar Anda.

Mengobati Tipes dengan Cacing Tanah

Cacing tanah dari dulu sudah dikenal sebagai obat yang memiliki banyak khasiat, diantaranya: obat pelancar air seni, penetral “bisa” atau racun dari gigitan laba-laba, obat malaria, sakit kuning, penurun panas demam, stroke, dan pembasmi cacing pita. Sebagaimana tertulis dalam buku medis paling lengkap dan komprehensif yang pernah ditulis dalam sejarah pengobatan tradisional Cina “Bencao Gang Mu”.

Sementara dalam dunia medis modern menyatakan ada dua jenis cacing untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut, yaitu cacing eropa (Lumbricus Rubellus) dan cacing gelang atau kalung (Pheretimas Aspergillium) yang saat ini sudah banyak digunakan sebagai obat Tipes.

Penelitian telah banyak dilakukan untuk mengetahui efek farmakologi cacing tanah terhadap penyakit Tipes. Dalam kasus penyakit Tipes, ekstrak cacing tanah bisa bekerja dari dua sisi, yaitu membunuh bakteri penyebabnya sekaligus menurunkan demamnya.

Cacing tanah ini bisa didapatkan dari kebun, biasanya lebih mudah dicari pada malam hari. Ambil beberapa cacing tanah, sekitar 10 buah. Bersihkan dengan air, usahakan juga buang isi perutnya. Cara memasaknya ada 2 macam, dengan direbus selama 10 menit kemudian setelah suhu turun menjadi cukup hangat baru dikonsumsi (jangan tunggu dingin karena airnya akan terasa lengket). Dan cara yang kedua adalah dengan digoreng tanpa minyak (di-sangrai), lalu diseduh dengan air putih kemudian langsung di minum. Atau bisa juga dengan cara langsung dimakan tanpa dicampur minuman. Cacing tanah sendiri tidak ada rasanya. Resep ini sebaiknya dikonsumsi 3x sehari.

Mengobati Tipes dengan Cengkeh

Obat sakit Tipes alami berikutnya adalah cengkeh. Cengkeh bisa dengan mudah dicari di pasar-pasar tradisional ataupun di supermarket. Pemanfaatannya untuk mengobati penyakit Tipes adalah dengan cara direbus. Untuk penyajian 1 hari, cukup 8 buah cengkeh direbus ke dalam 8 gelas air. Biarkan mendidih dan menguap hingga tersisa setengahnya. Diminum sedikit demi sedikit dalam rentang satu hari. Lakukan hal ini selama beberapa hari hingga kondisi membaik.

Mengobati Tipes dengan Buah Sawo yang masih muda

Berdasarkan penelitian, daun dan batang sawo ternyata mengandung Falvonoid. Di samping itu daunnya juga mengandung Saponin dan batangnya mengandung Tanin. Zat-zat inilah yang mengambil peran penting, dalam menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk mencret, radang mulut, hingga Tipes.

Untuk mengobati Tipes secara alami, Anda bisa menggunakan buah sawo yang masih muda. Bukan dengan cara langsung dikonsumsi, melainkan Anda bisa memeras parutan sawo tersebut dan meminum air hasil parutannya secara teratur 3 kali sehari untuk dewasa dan 1 kali sehari untuk anak-anak.

Mengobati Tipes dengan tanaman Sambiloto

Tanaman Sambiloto sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Jawa untuk digunakan sebagai tanaman obat. Khasiat tanaman Sambiloto ini dikarenakan tanaman ini kaya akan kandungan zat aktif, diantaranya:

  • Alkane, keton, aldehid, asal kersik dan dammar.
  • Kalium yang berfungsi meningkatkan jumlah urine sekaligus membantu mengeluarkannya.
  • Kalsium dan Natrium.
  • Minyak Atsiri (Essential Oil) yang bermanfaat sebagai antiradang.
  • Laktone yang berfungsi sebagai antiradang dan antipiretik karena mengandung Neondrographolid, Andrographolid, Deoksiandrographolid, 14-deoksi-11, dan 12-didehidroandrographolid.
  • Flavonoid yang antara lain berfungsi untuk mencegah dan menghancurkan penggumpalan darah.

Berdasarkan berbagai kandungan zat aktif tersebut, dapat diketahui secara pasti efek farmakologis dari sambiloto. Berikut beberapa efek farmakologis atau efek pengobatan sambiloto yang sudah diketahui:

  • Mampu melawan bakteri Salmonella dan Escherichia Coli pada penderita Tifoid dan Disentri.
  • Antiradang (Antiinflamasi)
  • Antiinfeksi sehingga bisa digunakan sebagai antibiotik untuk melawan virus.
  • Merangsang daya tahan sel (Fagositosi) darah putih sehingga efektif untuk mengobati infeksi.
  • Antibakteri Bakteriotatispada Staphylococeus Aureus , Pseudomonas Aeruginosa, Proteus Vulgans, Shigella Dysenteriae.
  • Penghambat reaksi imunitas dan penghilang rasa nyeri (Analgesic), pereda demam, penghilang panas dalam dan penghilang bengkak.

Anda bisa mengobati Tipes dan mencegah gejala Tipes yang lebih parah dengan menggunakan Sambiloto yang dicampur dengan kunyit. Cara pembuatanya sederhana, yaitu hanya dengan merebus 2 ruas kunyit yang diiris tipis, 20 lembar daun pegagan (Panegowang) dan 11 lembar daun sambiloto. Minumlah air rebusan ramuan tradisional tersebut 3 kali sehari.

Atau Anda bisa membuat ramuan lain dengan mengambil 10 lembar daun sambiloto, 15 gram temulawak dan juga jinten hitam. Proses pembuatannya adalah: cuci terlebih da dedaunan yang sudah Anda siapkan sebelumnya, lalu potong kecil-kecil dan rebus bersama jinten hitam sampai airnya mendidih. Minum sebanyak 2 kali sehari sampai gejalanya mereda dan kondisi mulai membaik.

Mengobati Tipes dengan Mentimun

Bahan alami selanjutnya yang dapar meredakan gejala Tipes adalah mentimun. Dan mungkin masih jarang juga diantara kita yang mengetahui akan hal ini.

Tanaman timun (Cucumis Sativus) memiliki kandungan air yang sangat tinggi dalam buahnya. Tingginya kandungan air menjadikan buah timun memiliki khasiat memperlancar buang air besar, membantu menghilangkan dan menetralkan toksin (racun) dalam tubuh, serta membantu melunturkan bakteri-bakteri di sepanjang usus dan dinding kandung kemih.

Cara pembuatan ramuan juga sangat sederhana, yaitu dengan memeras hasil parutan 2 buah timun, kemudian air hasil perasan mentimun tersebut diminum. Lakukan hal ini 3 kali sehari untuk mengatasi demam tinggi akibat sakit Tipes.

Mengobati Tipes dengan Daun Kemangi

Obat alami penyakit Tipes selanjutnya adalah daun kemangi atau selasih. Daun yang baunya harum dan sering dikonsumsi sebagai lalapan ini mengandung zat antibiotik dan antibakteri alami. Cara pemanfaatannya adalah dengan merebus 20 lembar daun kemangi dan 1 sendok teh parutan jahe ke dalam 1 gelas air. Rebus hingga mendidih dan airnya tersisa setengah. Setelah suhu turun tambahkan sedikit madu (jangan ditambahkan saat panas karena akan merusak nutrisi madu). Minum ramuan ini 2 hingga 3 kali sehari, lakukan berulang selama beberapa hari.

Baca juga: Pemulihan pasca sakit dengan cepat.

Pencegahan agar sakit Tipes tidak kambuh kembali

Di Indonesia, vaksin tifoid sebagai pencegahan Tipes menjadi imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah, tapi belum masuk ke kategori wajib. Vaksin tifoid diberikan saat usia anak di atas 2 tahun dan diulang tiap 3 tahun sekali. Imunisasi dilakukan dalam bentuk suntik pada balita dan dalam bentuk oral pada anak di atas usia 6 tahun.

Walaupun demikian, diberikannya vaksin Tifoid tersebut tidak begitu saja membuat anak yang divaksin 100% kebal terhadap bakteri ini. Risiko masih tetap ada, meski gejalanya tidak akan separah yang terjadi pada mereka yang belum divaksin.

Untuk mencegah penyakit ini, vaksinasi Tipes harus dipadukan dengan perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih, serta kebiasaan hidup sehat. Perhatikan hal-hal berikut ini untuk menghindari risiko tertular pemyakit Tipes:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan dan minuman, serta setelah buang air.
  • Bila harus membeli minuman, sebaiknya beli minuman air dalam kemasan.
  • Minimalisasi konsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan karena mudah terpapar bakteri.
  • Hindari es batu dalam minuman Anda. Juga sebaiknya hindari membeli dan mengkonsumsi es krim yang dijual di pinggir jalan.
  • Hindari konsumsi buah dan sayuran mentah, kecuali Anda mengupas atau mencucinya sendiri dengan air bersih.
  • Batasi konsumsi makanan boga bahari (seafood), terutama yang belum dimasak.
  • Sebaiknya gunakan air matang saat menyikat gigi atau berkumur.
  • Bersihkan toilet, gagang pintu, telepon, serta keran air di rumah Anda secara teratur.
  • Hindari bertukar barang pribadi seperti handuk, sprei, dan alat mandi. Cuci benda-benda tersebut secara berkala dalam air hangat.
  • Hindari konsumsi susu dan olahan susu yang tidak terpasteurisasi.

Dan terakhir, untuk mengatasi tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik yang mengakibatkan beberapa antibiotik sudah tidak mampu melawan Tipes. Diperlukan penyusunan dan penyebaran daftar obat-obatan yang sudah tidak efektif agar pasien mendapat pengobatan yang tepat.

Baca juga: Pantangan makanan yang harus dihindari saat sakit Tipes dan makanan yang disarankan.

Loading...
Berbagi informasi di: