Menghilangkan tahi lalat yang menjadi melanoma ganas

Tahi lalat (Nevus) sebenarnya dapat digolongkan sebagai tanda lahir. Secara definisi, tanda lahir (Birthmark) merupakan kelainan kulit pada anak baru lahir (Neonatus). Dimana satu atau lebih komponen normal kulit seperti pembuluh darah, sel pigmen, folikel rambut, kelenjar keringat, atau komponen kulit lainnya dijumpai dalam jumlah berlebih.

Bila dilihat dari terbentuknya, tahi lalat ini merupakan hasil pigmentasi sel kulit yang berkembang menjadi gumpalan dan seringkali muncul sebagai titik hitam atau cokelat di kulit. Sehingga disebut juga dengan istilah Nevus Pigmentosus atau Melanocytic Naevi. Dan secara spesifik, ada tiga jenis tahi lalat yang paling umum tumbuh, antara lain:

Lalu, bagaimanan dengan tompel? Tompel hanyalah istilah yang beredar di Indonesia untuk menyatakan jenis Nevus Pigmentosus yang besar, yang berwarna lebih gelap dari kulit sekitar, dan pada umumnya juga ditumbuhi rambut. Sehingga tompel atau kelainan kulit seperti ini disebut juga dengan Giant Hairy Nevus.

Sebagian besar tahi lalat dan tanda lahir lainnya pada dasarnya adalah tanda bawaan sejak lahir, namun karena ia berproses maka sebagian ada yang muncul kemudian hari, baik di usia dekat kelahiran atau jauh sesudahnya, yaitu saat seseorang beranjak dewasa. Akan tetapi jumlah tahi lalat yang ada, biasanya lebih banyak muncul ketika bayi lahir (Congenital Nevi) daripada yang muncul seiring bertambahnya usia.

Selain itu, tahi lalat juga digolongkan sebagai tumor jinak, karena bisa tumbuh diarea kulit mana saja, dan tidak bisa dicegah karena sel melanin yang ada di lapisan kulit terus tumbuh, dan bila itu tumbuh berlebihan, maka umumnya akan membentuk tahi lalat yang tidak berbahaya. Namun demikian, sebagian tahi lalat, terutama Nevi Berbulu merupakan tipe tahi lalat saat lahir yang akan terus tumbuh, dan 10-15 persen diantaranya dapat berubah menjadi Melanoma Maligna.

Bagaimana mengenali ciri tahi lalat yang berbahaya?

Semua orang tentu saja memiliki tahi lalat. Dan pada umumnya, sebagian besar tahi lalat ini bersifat jinak. Ada yang menganggap tahi lalat sebagai pemanis yang menambah kecantikan dan membiarkannya karena tidak berbahaya. Namun ada juga yang menganggap tahi lalat tersebut mengganggu penampilan dan membuat seseorang menjadi kurang percaya diri, sehingga harus dihilangkan.

Namun terlepas dari itu, seperti yang telah Luvizhea.com jelaskan diawal, tahi lalat juga dapat berubah sifat menjadi ganas atau berkembang menjadi kanker kulit yang berbahaya, yang disebut dengan Melanoma Maligna. Kanker ini tergolong sangat berbahaya karena potensi perkembangan dan penyebarannya yang agresif bila tidak ditangani pada tahap awal. Untuk itu Anda perlu mengenali ciri atau tanda dari tahi lalat yang Anda miliki, untuk mengetahui apakah tahi lalat itu termasuk kategori berbahaya atau tidak?

Untuk mengetahui ciri tahi lalat yang Anda miliki berbahaya atau tidak, Anda bisa melihat berdarkan beberapa kategori A-B-C-D-E sebagai berikut:

(A) Asymmetry

Tahi lalat umumnya berbahaya bila bentuknya tidak beraturan (tidak simetris) atau cenderung tidak bulat. Baik itu mirip seperti pulau, menonjol maupun tidak.

(B) Border

Tahi lalat umumnya berbahaya bila memiliki tepian yang kasar dan tidak rata, atau disekitarnya ada lesi-lesi yang lebih kecil mengelilinginya. Atau dengan kata lain, pigmen menyebar dari / ke kulit sekitarnya.

(C) Color

Tahi lalat umumnya berbahaya bila sering berubah warna seiring dengan perkembangan ukurannya. Atau memiliki warna tidak rata (terdiri dari campuran dua atau tiga variasi warna), lebih gelap atau lebih merah.

(D) Diameter

Tahi lalat umumnya berbahaya bila ukurannya berkembang dan bertambah besar (melebihi 6 mm)

(E) Envolving

Tahi lalat umumnya berbahaya bila berkembang (menjadi banyak) dan menimbulkan rasa gatal bahkan nyeri, terjadi ulserasi (luka) perdarahan spontan, atau terjadi inflamasi (peradangan) tanpa didahului trauma.

Apakah tahi lalat yang ditumbuhi bulu berbahaya?

Terkadang muncul sebuah pertanyaan: tahi lalat berambut dan tahi lalat tidak berambut, mana yang lebih berisiko menjadi ganas? Jawabanya adalah tidak ada bedanya, selama tahi lalat tersebut tidak menunjukkan ciri yang mengarah kearah keganasan seperti yang telah dijelaskan Luvizhea.com diatas.

Beberapa pendapat memang ada yang mengatakan bahwa tahi lalat yang ditumbuhi rambut harus diwaspadai, sebab itu merupakan pertanda keganasan. Namun ini tidak sepenuhnya benar. Karena rambut yang tumbuh pada tahi lalat tidak serta merta menjadi pertanda keganasan pada tahi lalat tersebut. Bahkan bila rambut pada tahi lalat itu dicabut pun, efeknya tidak ada.

Namun demikian, jangan sembarangan mencabut rambut pada tahi lalat karena tahi lalat bisa berdarah. Bila sudah berdarah maka kemungkinan infeksi menjadi jauh lebih besar. Jadi, sebaiknya rambut pada tahi lalat itu tidak usah dicabuti.

Apakah tahi lalat hidup (yang semakin membesar) akan berbahaya?

Di masyarakat Indonesia memang dikenal istilah tahi lalat hidup. Ini merupakan kondisi dimana tahi lalat tersebut dapat menonjol dan membesar seiring waktu, terutama tahi lalat yang berada pada area tubuh yang mudah terkena gesekan. Jadi tahi lalat memang bisa tumbuh membesar karena trauma, bukan karena berubah menjadi tumor ganas, misalnya: akibat ditusuk dengan jarum untuk menghilangkannya sendiri dirumah (namun gagal), akibat sering tergesek pakaian atau tergesek pergerakan tubuh, atau akibat terlalu sering dipegang-pegang.

Tahi lalat hidup ini adalah tahi lalat yang masih berproses maturasi. Dan terhentinya pertumbuhan tahi lalat ini tidak bisa diprediksi pasti, karena kondisi pada setiap orang atau setiap tahi lalat yang tumbuh itu berbeda-beda. Namun, bila tahi lalat ini diperiksa dengan teliti, kita bisa mengetahui apakah tahi lalat tersebut masih berproses atau sudah berhenti.

Selama tidak ada tanda perubahan ke arah keganasan, umumnya tahi lalat yang membesar bukan sesuatu yang harus dicemaskan. Karena tahi lalat yang berubah menjadi ganas sebenarnya tidak hanya dilihat dari besar kecilnya tahi lalat, karena tahi lalat kecil pun bisa berbahaya.

Masih ada beberapa ciri yang lain yang harus kita perhatikan, terutama bila tahi lalatnya kecil dan tidak membesar tapi memiliki warna dan bentuk tidak teratur seperti yang telah Luvizhea.com sebutkan pada ciri-ciri A-B-C-D-E diatas. Namun bila pembesaran tahi lalat dinilai tidak wajar dan berlangsung cepat, maka itu yang perlu diwaspadai, karena dikhawatirkan itu merupakan tumor ganas yang mulai berkembang.

Apakah tahi lalat kecil bisa menjadi tompel?

Walaupun tahi lalat hidup bisa membesar, namun tahi lalat ini tidak akan menjadi tompel. Karena tahi lalat dan tompel itu berbeda, walaupun sama-sama merupakan kelainan pigmentasi bawaan. Tompel (Giant Hairy Nevus) bukan tahi lalat yang tumbuh membesar yang dimulai dari kecil, melainkan tompel memang sudah besar sejak awal bayi lahir, dan ini belum tentu ganas.

Namun bila pembesaran tahi lalat dinilai tidak wajar dan berlangsung cepat, maka itu yang perlu diwaspadai karena ada kecenderungan kearah keganasan (tumor), dan tentunya ini harus segera diatasi.

Baca juga: Pengaruh Tanda Lahir Cafe-au-lait pada saraf.

Mengapa tahi lalat menjadi Melanoma ganas?

Penyebab seseorang terkena kanker melanoma sangat terkait dengan faktor risiko yang ada pada dirinya, seperti:

Cara mengatasi tahi lalat yang menjadi Melanoma

Tahi lalat (Nevus) umumnya tidak memerlukan terapi pengangkatan (Eksisi), kecuali bila pasien menginginkan tahi lalat tersebut diangkat karena mengganggu estetika, atau ketika Dokter mencurigai adanya perubahan kearah keganasan.

Namun pada kasus tahi lalat yang berubah menjadi Melanoma ganas, tentu dibutuhkan beberapa tindakan lainnya, seperti:

Biopsi

Bila tahi lalat berkembang (dicurigai) menjadi Melanoma ganas, maka sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut, misalnya dengan dilakukannya Biopsi. Karena bila diketahui sejak awal dan ditangani dengan segera pada tahap awal perkembangan Melanoma ini, maka Melanoma dapat disembuhkan total.

Biopsi adalah tindakan diagnostik yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan atau sel untuk dianalisis di laboratorium, baik untuk mendiagnosis suatu penyakit atau untuk mengetahui jenis pengobatan atau terapi yang terbaik bagi Anda.

Operasi

Tindakan operasi atau pembedahan pada kasus Melanoma, selain untuk menghilangkan tahi lalat yang berkembang, juga untuk mengangkat jaringan (sel-sel) Melanoma yang telah terbentuk. Untuk itu pada Melanoma stadium 1, 2, dan 3, operasi ini biasanya juga akan dilakukan pada sebagian kulit di sekitarnya, dan bahkan pada kelenjar getah bening terdekat bila Melanoma sudah menyebar. Sedangkan pada Melanoma stadium 4, operasi bisa dilakukan untuk mengangkat sel-sel Melanoma yang tumbuh jauh dari asal sel-sel Melanoma yang pertama kali tumbuh.

Pada kasus Nevi yang jauh lebih besar dan berbulu (Giant Hairy Nevus) yang ukurannya melebihi 5 cm, biasanya selain dilakukan tidakan bedah juga diperlukan kombinasi pencangkokan kulit. Seperti yang dilakukan pada operasi plastik untuk kecantikan. Dan ini pun biasanya akan dilakukan secara bertahap.

Dan apabila ingin menghilangkan nevi berbulu pada anak Anda yang umumnya tidak berbahaya. Sebaik tunggu hingga usianya anak diatas 2 tahun (atau hingga anak Anda benar-benar siap untuk melakukannya).

Lalu, Bagaimana dengan tindakan laser untuk menghilangkan tahi lalat atau nevi yang jauh lebih besar?

Tindakan laser pada kasus menghilangkan tahi lalat umumnya akan dihindari, mengingat luka yang disebabkan oleh laser bisa jadi sama atau lebih buruk dibandingkan dengan luka pada tindakan operasi. Apalagi bila tahi lalat yang tumbuh lebih besar dan dalam, maka tindakan operasi dirasa lebih tepat dibandingkan dengan terapi laser.

Kemoterapi

Metode ini dilakukan untuk menangani Melanoma yang sudah menjalar ke bagian tubuh lainnya. Proses Kemoterapi umumnya dilakukan dengan pemberian obat-obatan antikanker, seperti Dacarbazine dan Temozolomide. Pada Melanoma yang sudah memasuki stadium lanjut, tindakan Kemoterapi ini dapat mengurangi rasa sakit dan gejala yang mungkin timbul. Informasi selengkapnya, silahkan baca pada artikel berikut: Kemoterapi untuk mengobati kanker.

Imunoterapi

Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat-obatan, seperti Interferon-alfa dan Imterleukin-2 ke dalam pembuluh darah di bawah permukaan kulit. Atau langsung ke dalam gumpalan Melanoma, dengan tujuan mendorong sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker tersebut.

Radioterapi

Metode ini bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan radiasi terkendali. Radioterapi direkomendasikan setelah operasi pengangkatan kelenjar getah bening dan berguna untuk meringankan gejala Melanoma stadium tinggi.

Kondisi kesehatan Anda saat ini akan berdampak kepada pilihan pengobatan Kanker Melanoma yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas. Untuk itu, silahkan mengkonsultasikan masalah ini lebih lanjut secara langsung pada Dokter spesialis kulit atau Dokter Onkologi terdekat.

Mencegah terjadinya Melanoma pada kulit

Kita mungkin sering mendengar istilah lebih baik mencegah daripada mengobati. Pernyataan tersebut adanya benarnya. Karena bila sudah terlanjur sakit, kita bukan hanya akan merasakan sakitnya dari gejala yang mungkin timbul. Melainkan kita juga akan menghabiskan banyak biaya untuk mendapatkan kesembuhan.

Jadi untuk Anda yang ingin mencegah terjadinya Melanoma, terutama bagi Anda yang memiliki banyak tahi lalat. Maka sebaiknya hindari terlalu sering beraktivitas di bawah sinar matahari langsung tanpa mendapatkan perlindungan. Karena radiasi ultraviolet (UV) dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit. Termasuk kanker kulit. Apalagi lapisan ozon saat ini sudah semakin menipis, sehingga waspadai teriknya sinar matahari antara pukul 11.00 hingga 15.00.

Setidaknya bawalah payung untuk melindungi diri dari terik sinar matahari. Atau menggunakan tabir surya yang minimal mengandung SPF 15 dan diaplikasikan (dioleskan) kembali setiap 2 jam. Atau bila Anda menjalani kegiatan di bawah sinar matahari lansung, Anda bisa meningkatkan kandungan SPF lotion yang Anda gunakan. Setidaknya mengandung SPF 50.

Hindari juga penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan kinerja sistem kekebalan tubuh dan membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Mengkonsumsi makanan kaya akan antioksidan juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker kulit Melanoma. Karena antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari efek buruk radikal bebas. Radikal bebas dapat diperoleh secara alami maupun dari luar tubuh. Secara alami, radikal bebas adalah bahan kimia yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Sedangkan dari luar tubuh, ditimbulkan akibat asap rokok dan radiasi. Radikal bebas yang tidak dapat ditangani tubuh dapat menjadi pemicu berbagai penyakit, seperti: kanker, sakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

Selain itu, bila Anda merasa khawatir dengan tahi lalat yang baru muncul, atau melihat adanya perubahan pada kondisi tahi lalat lama, misalnya warna dan tepiannya yang tidak merata, ukurannya makin membesar, atau terasa gatal, segera temui Dokter untuk mengantisipasi risiko yang lebih serius.

Selanjutnya, baca juga: Cara cepat menghilangkan tahi lalat secara alami.

Categories:
Tags: , , , ,
Berbagi artikel di: