Mengatasi kandungan lemah dan mencegah keguguran spontan

Mungkin kita pernah mendengar istilah kandungan lemah, hal ini sebagai definisi yang menunjukan adanya ancaman keguguran pada kehamilan kita. Gejala awalnya bisa berupa flek (bercak darah) yang keluar, terutama pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu.

Jadi keluarnya flek (bercak darah) selama masa kehamilan menunjukan adanya masalah pada kehamilan tersebut sehingga perlu diwaspadai. Kita mesti memantau apakah bercak darah hanya timbul sekali ataukah berulang kali? Dan, apakah bercak darah bertambah hebat dan disertai mulas atau tidak?

Namun, sedikit ataupun banyak keluarnya bercak darah tersebut, sebaiknya ibu hamil segera periksakan diri ke Dokter kandungan. Ini untuk memastikan kondisi janin yang sedang ibu kandung masih dalam kondisi baik atau tidak dengan alat UltraSonoGrafi (USG), sehingga ibu juga bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi pemeriksaan yang telah dilakukan.

Apabila janin masih ada, Dokter akan meminta calon ibu melakukan istirahat total (Bed Rest), disertai pemberian obat-obatan penguat kandungan seperti Dupaston atau Gestanon. Namun, apabila tidak ada janin tapi tanda-tanda kehamilan masih ada (Blighted Ovum / BO), maka Dokter akan mengambil tindakan Kuretase, yaitu pengerokan pada rahim dengan tujuan mengosongkan rongga rahim. Untuk boleh hamil kembali setelah mengalami keguguran ini, umumnya Dokter akan menganjurkan 3-6 bulan ke depan. Hal ini lebih disebabkan, bagi seorang ibu, untuk hamil kembali, ia memerlukan kesiapan fisik dan mental.

Namun, ada juga yang mendefinisikan para wanita yang memiliki kandungan lemah adalah mereka yang seringkali mengalami keguguran spontan, terutama diawal kehamilan sehingga mereka sulit mempunyai anak (keturunan). Satu atau dua kali keguguran sebenarnya masih bisa dikatakan normal, namun apabila calon ibu mengalami keguguran sebanyak 3 kali secara berturut-turut, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab pasti dari keguguran tersebut.

Berikut beberapa penyebab dan cara mengatasi kandungan lemah pada ibu hamil pada masa awal kehamilan, yang dapat menyebabkan keguguran spontan.

Kandungan lemah karena adanya kelainan kromosom

Penyebab kandungan lemah yang dapat menyebabkan keguguran spontan yang paling besar adalah akibat kelainan kromosom, yaitu sekitar 60%. Kelainan kromosom tersebut merupakan bawaan atau didapatkan dari faktor keturunan.

Faktor risiko kelainan kromosom ini juga dapat meningkat pada pasangan wanita diatas usia 35 tahun, atau dengan laki-laki diatas usia 55 tahun. Selain itu, Kelainan kromosom pada embrio atau janin juga bisa bisa didapat ketika proses pembuahan berlangsung, karena sel telur atau kwalitas sperma yang tidak bagus.

Adanya kelainan kromosom ini akan mengakibatkan embrio yang terbentuk tidak dapat berkembang seperti yang seharusnya (cacat) dan akan dikeluarkan dari tubuh sehingga terjadi keguguran spontan.

Berdasarkan hasil riset, angka kejadian keguguran spontan dimasa awal kehamilan ini dilaporkan terjadi antara 8-20% pada wanita yang belum pernah mempunyai anak sebelumnya, dan menurun sekitar 5% pada wanita yang sudah pernah mempunyai anak. Setelah masa kehamilan lebih dari 15 minggu, angka kejadian menurun hingga sekitar 0,6%.

Bagi para calon ibu yang memiliki kandungan lemah, apabila sudah diberi obat penguat kandungan, namun tetap terjadi keguguran spontan, kemungkinan besar (lebih dari 50%) adalah karena adanya kelainan kromosom pada janin (cacat bawaan). Namun apabila kondisi membaik, maka perlu di evaluasi ulang untuk memastikan ada tidaknya kelainan pada janin.

Kandungan lemah karena faktor hormonal

Adanya kelainan pada ibu hamil, seperti ketidakseimbangan atau gangguan hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah) juga dapat membuat kandungan menjadi lemah.

Kelebihan dan kekurangan hormon Prolaktin berdampak negatif pada ibu hamil, salah satunya adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh ibu hamil sehingga meningkatkan resiko ibu menderita penyakit yang parah pada saat hamil.

Ketidakseimbangan atau gangguan hormonal ini umumnya membuat keguguran tidak bisa dihindari. Gangguan terhadap peran hormon penunjang kehamilan pada trimester pertama kehamilan menyebabkan janin tidak berkembang dan gugur. Supaya tidak terulang, sebelum menyiapkan kehamilan berikutnya, sebaiknya ibu menjalani terapi hormon sampai kadar hormon dikatakan seimbang.

Apabila tidak terjadi keguguran, dan kandungan lemah disebabkan oleh kekurangan hormon Progesteron, ibu harus memperoleh tambahan hormon. Bisa tablet hormon yang diminum atau dimasukan kedalam rahim. Tablet ini harus diberikan secara rutin, sehari dua kali. Penambahannya dilakukan sampai usia kandungan mencapai 16 minggu hingga plasenta keluar. Selain itu, ibu juga biasanya diresepkan antibiotik karena terjadinya flek (bercak darah) dikhawatirkan bisa memicu infeksi.

Kandungan lemah karena kelainan pada dinding rahim

Adanya kelainan pada rahim seperti Miom (tumor jaringan otot rahim) juga dapat menyebabkan kandungan lemah. Tumor ini dapat mengganggu pertumbuhan embrio. Keadaan kandungan yang mengalami pelemahan ini biasanya akan berlangsung hingga akhir dari trimester pertama kehamilan.

Baca juga: Cara mengatasi tumor jinak Kista dan Mioma secara alami.

Kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah, sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Biasanya disebabkan oleh selaput dinding endometriosis rahim yang tipis. Ketebalan normal seharusnya adalah 7-10 mm, apabila kurang maka janin tidak akan kuat tertanam didalam dinding rahim, inilah yang membuat sebagian wanita selalu gagal apabila ada pembuahan dirahim.

Cara mengetahuinya atau mengukur ketebalan selaput dinding endometriosis rahim adalah dengan USG Transvaginal. Untuk menebalkan dinding rahim biasanya dilakukan terapi dengan pemberian obat hormon Estrogen / hormone replacement therapy (HRT), seperti pemberian Estradiol Valerat (merk dagang: Progynova) 1 mg yang diminum 2 kali sehari setelah haid hari ketiga sampai dengan hari kedua belas.

Kandungan lemah karena gangguan leher rahim (Serviks)

Adanya gangguan pada leher rahim (serviks) yang disebut dengan inkompetensi servik juga dapat menyebabkan kandungan lemah, pendarahan yang berakhir dengan keguguran spontan.

Seharusnya serviks belum terbuka saat usia kehamilan 4 bulan, tapi karena ketidaknormalan tersebut serviks mengalami pembukaan (sebelum waktunya) yang menyebabkan hasil pembuahan keluar dari rahim atau mengalami keguguran.

Penyebab dari inkompetensi serviks ini diantaranya:

Untuk mengatasi masalah ini dan menghindari keguguran, biasanya akan dilakukan tindakan penjahitan, atau leher rahim yang sudah agak terbuka tadi diikat atau dijerat dengan “pita” khusus. Hal ini dilakukan agar leher rahim lebih kuat menopang janin yang terus berkembang. Proses ini harus dilakukan sebelum usia kandungan mencapai 16 minggu. Dan akan dibuka kembali saat usia kehamilannya sudah cukup tua (menjelang melahirkan). Selama diikat, tidak disarankan berhubungan dengan pasangan karena bisa menyebabkan kontraksi.

Kandungan lemah karena infeksi virus

Kandungan lemah, kondisi janin yang tidak normal hingga terjadinya keguguran, bisa juga akibat terkena infeksi seperti Toksoplasma (virus yang ditularkan oleh kucing dan burung), Rubella, Citomegalovirus, Herpes Virus 1 dan 2, yang sering kita kenal dengan TORCH. Kuman penyakit ini tidak bisa dibunuh, hanya diturunkan keaktifannya dan daya tahan tubuh ibu dinaikkan. Infeksi TORCH saat masa kehamilan juga dipercaya merupakan salah satu faktor yang menyebabkan autis pada anak.

Perlu diketahui juga, 20-30% penyebab keguguran saat usia kehamilan masih muda adalah karena Infeksi virus baik itu TORCH, HIV, Hepatitis dan lainnya.

Untuk itu, uji TORCH perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk hamil kembali bagi calon ibu yang pernah mengalami keguguran sebelumnya. Apabila kadar IGG (imunoglugolin) tidak naik lagi, stabil atau turun berarti virus kalah dan tidak berdaya lagi, dan ibu boleh hamil kembali.

Kandungan lemah karena faktor kekentalan darah

Apabila ibu hamil terkena sindrom ACA, maka darahnya akan cepat mengental yang mengakibatkan aliran darah ke janin terhambat sehingga janin kekurangan zat gizi dan oksigen, dengan demikian janin tidak bisa tumbuh dan akhirnya gugur. Namun bukan berarti setiap ibu hamil dengan sindrom ACA janinnya pasti gugur. Adaptasi setiap ibu dan janin berbeda. Apabila janin sehat, berarti daya adaptasinya sangat baik.

ACA adalah kondisi tubuh membentuk reaksi antibodi atau menolak Cardioliphin yaitu suatu komponen dari Fosfolipid (lemak) yang menyusun dinding pembuluh darah, yang dikenal juga dengan sindrom Antifosfolipid atau APS (Anti Phosoholipid Syndrome).

Pada ibu hamil, gejalanya mirip dengan yang biasa dialami ibu hamil, seperti cepat lelah, mengantuk, sering pusing, dan sulit konsentrasi. Gejala-gejala tersebut akan terus berlangsung sepanjang kehamilan, berbeda dengan kehamilan biasa yang kembali normal setelah 4 bulan.

Pada kasus APS ringan, biasanya Dokter akan meresepkan obat-obatan pengencer darah golongan ringan, seperti aspilet dan aspirin. Apabila APS berat Dokter akan memberi suntikan obat Heparin atau Fraksiparin yang harus dilakukan setiap hari sampai persalinan dan dilanjutkan 5 hari setelah persalinan. Ibu hamil akan diajari cara menyuntik sendiri, agar tidak terlalu tergantung pada Dokter. Suntikan ini relatif aman karena terbukti tidak menembus barier plasenta, sehingga tidak ada kemungkinan terserap janin ataupun mengganggu pertumbuhannya.

Selain tetap kontrol kesehatan janin ke Dokter Kandungan dan kondisi APS ke Hematology, sebaiknya perbanyak makanan yang mengandung asam folat dan kaya antioksidan, yaitu vitamin E dan vitamin C, misalnya sayur atau buah-buahan. Selain itu, berhentilah merokok atau megkonsumsi minuman keras. Rokok dan alkohol juga dapat mempengaruhi kekentalan darah seseorang dan tentu saja memberi pengaruh buruk terhadap janin yang dikandung. Sehingga penting untuk menjauhkan janin dari kedua hal tersebut. Apabila Anda bukan tipe wanita yang perokok, sebaiknya hindari suami yang sedang merokok. Karena perokok pasif (yang menghirup asap rokok) memiliki risiko yang sama seperti perokok aktif.

Kandungan lemah karena faktor Anemia dan kurangnya asupan nutrisi

Pada periode trimester pertama masa kehamilan, kebanyakan ibu hamil sering mengalami mual muntah, selain itu ibu juga malas (tidak nafsu) makan. Apabila ini dibiarkan terus menerus, maka kondisi ibu akan semakin lemah. Dan tentu ini akan mempengaruhi kondisi kehamilannnya, asupan nutrisi ke janin juga semakin berkurang.

Biar bagaimanapun susahnya makanan masuk, sebaiknya tetap dipaksa, karena nutrisi adalah faktor paling penting dalam tumbuh kembang janin. Nasib anak kita sudah kita bentuk dari dalam kandungan melalui pola makan kita, jangan gara-gara mual sedikit, menyesal seumur hidup. Hamil hanya 9 bulan, akan tetapi hidup anak kita puluhan tahun lamanya. Kita tidak mau punya anak bodoh dan sakit-sakitan di kemudian hari bukan? Untuk itu ibu bisa membaca artikel: Mengatasi beberapa keluhan saat hamil muda.

Ibu hamil harus menjaga asupan makanan guna menjaga janin dari cacat lahir. Untuk mencegah janin cacat, ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat 400 mg setiap hari selama 12 minggu pada masa awal kehamilan. Asam folat merupakan vitamin B yang larut dalam air. Banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap seperti Bayam dan Brokoli, serta buah seperti buah Alpukat. Namun ingat, ibu hamil dilarang keras makan ikan mentah, seperti Sushi dan Sashimi. Untuk lengkapnya ibu bisa membaca pada artikel: Makanan yang menjadi pantangan ibu hamil.

Demikian pula apabila ibu mengalami Anemia atau kekurangan sel darah merah. Nutrisi makanan dan oksigen yang dibawa bersama sel darah merah yang harusnya disuplai ke janin akan berkurang, sehingga pertumbuhan janin bisa terhambat. Maka dari itu kebanyakan ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat besi atau mengkonsumsi vitamin tambahan atau tablet penambah darah. Makanan yang dikonsumsi ibu hamil hendaknya bergizi tinggi seperti makanan tinggi protein dan kalori serta cukup vitamin dan mineral. Mintalah nasihat ahli gizi agar tersusun menu yang diperlukan selama masa kehamilan.

Kandungan lemah karena faktor stres dan kelelahan

Apabila ibu hamil sering mengalami stres, tekanan atau banyak pikiran, maka akan berpengaruh juga pada kehamilannya, terutama diawal masa kehamilan. Stres yang berlebihan akan meningkatkan hormon Adrenalin sehingga terjadi penyempitan pada pembuluh darah yang berakibat kurangnya aliran darah ke rahim.

Faktor kelelahan juga akan meningkat resiko keguguran, apalagi bila kandungan ibu termasuk kategori yang bermasalah sebelumnya. Untuk mencegah terjadinya keguguran, selama hamil sebaiknya ibu tidak bekerja berat, terlalu capek, dan menghindari stres.

Kandungan lemah karena beberapa faktor yang dapat menyebabkan kontraksi

Kontrasi hebat dapat menyebabkan flek (bercak darah), pendarahan hingga terjadinya keguguran. Untuk itu pentingnya menghindari beberapa hal yang dapat menimbulkan kontrasi (kram perut). Salah satunya adalah dengan memperhatikan hubungan seks selama masa kehamilan.

Hubungan seks saat hamil itu sebenarnya boleh saja dilakukan. Dengan catatan, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tidak dilakukan sesering seperti biasanya. Karena dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.

Baca juga: Waktu yang aman berhubungan seks saat hamil.

Selain itu, perlu juga diperhatikan posisinya agar tidak menindih perut secara langsung dan jangan terlalu heboh karena rahim masih lemah di usia kehamilan muda. Tidak kalah penting adalah perlunya dilakukan Coitus Interuptus, yaitu ejakulasi sperma sebaiknya dilakukan di luar vagina. Hal ini karena sperma mengandung Prostaglandin yaitu zat yang bisa merangsang kontraksi uterus, sehingga bisa menyebabkan keguguran.

Apabila setelah melakukan hubungan suami istri timbul rasa kram pada perut (kontraksi) dan timbulnya flek (bercak darah), sebaiknya ibu hamil beristirahat total dan tidak melakukan hubungan untuk sementara waktu. Dengan beristirahat total perdarahan diharapkan akan berkurang. Dan segera periksakan ke Dokter untuk memastikan kondisi janin pasca terjadinya flek.

Categories:
Tags: , , , ,
Berbagi artikel di: