Makanan yang perlu dihindari saat Ibu hamil

Saat hamil pertama kali, sering kali Ibu akan mengalami kekahawatiran yang berlebih, termasuk soal makanan yang dikonsumsi. Makanan apa saja yang perlu dihindari saat Ibu hamil. Karena sekarang yang dipikirkan bukan hanya kesehatan untuk si Ibu, melainkan juga kesehatan dan perkembangan janin yang dikandungnya.

Biar bagaimanapun, makanan merupakan faktor yang sangat penting dalam membentuk sebuah kehamilan yang sehat. Dengan makanan yang memiliki gizi dan nutrisi yang cukup dan seimbang dapat menjadikan ibu hamil senantiasa fit dan sehat dalam menjalani aktifitas di masa kehamilannya. Selain itu janin yang sedang dikandungnyapun akan mendapatkan asupan gizi yang baik, sehingga akan mendukung pekembangan janin didalam kandungan dan diharapkan ketika lahir nantinya menjadi seorang bayi yang sehat pula.

Sebelum ini Luvizhea.com membahas tentang Buah-buahan yang menjadi pantangan Ibu hamil, tetapi masih juga muncul pertanyaan lain dikalangan Ibu hamil tentang makanan apa saja yang boleh dan yang sebaiknya dihindari atau menjadi patangan selama masa kehamilan.

Pada awal kehamilan, Ibu hamil sering mengalami gejala mual muntah yang berlebihan. Yang pertama ibu lakukan sebaiknya Ibu hamil membatasi konsumsi makanan pedas, asam dan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi atau bersantan. Karena dapat memperburuk keadaan mual dan muntah yang dialami oleh Ibu hamil. Bukan hanya itu saja, berikut Luvizhea.com bahas lebih lengkap makanan yang menjadi pantangan bagi Ibu hamil dan sebaiknya dihindari:

Minuman mengandung kafein

Sebaiknya Ibu hamil membatasi jumlah asupan kafein seperti kopi, teh, soft drink dan minuman berkafein lainnya. Karena kafein dapat mempengaruhi berat badan rendah pada janin, keguguran dan juga mengurangi penyerapan zat besi yang dapat menyebabkan gejala anemia pada Ibu hamil.

Konsumsi lebih dari dua gelas kopi perhari di masa kehamilan dapat menganggu perkembangan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Selain kopi, sebaiknya Ibu hamil juga tidak mengkonsumsi teh hijau, meskipun teh hijau bermanfaat bagi kulit dan kesehatan namun bagi ibu hamil ini tidak berlaku, bahkan berbahaya bagi kandungannya. Karena apa? Karena selain kafein, teh hijau mengandung zat tanin yang dapat mengurangi penyerapan zat besi, asam folat dan vitamin penting sehingga dapat menyebabkan bayi terlahir cacat.

Baca juga: Manfaat kopi bagi kesehatan.

Makanan dan minuman mengandung alkohol

Sama halnya seperti kafein, alkohol juga lebih berbahaya bagi janin yang dikandung Ibu. Untuk itu sebaiknya Ibu tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung alkohol apalagi minuman keras. Alkohol seperti yang telah banyak kita ketahui dapat menyebabkan kelainan perkembangan pada janin hingga keguguran. Bukan hanya itu saja mengkonsumsi alkohol pada masa kehamilan dapat meningkatkan resiko cacat fisik, keterbelakangan mental dan masalah emosional pada bayi.

Untuk itu sebaiknya Ibu hamil tidak mengkonsumsi tape, baik itu tape singkong maupun tape ketan. Karena tape memiliki kandungan alkohol yang lebih tinggi dibanding buah durian dan buah sejenis yang mengandung alkohol.

Baca juga: Mencegah dan mengatasi gejala Autis pada anak.

Biji dan minyak wijen

Salah satu bahan makanan yang selama ini menjadi kontroversi adalah wijen. Ya, wijen yang biasanya ada pada taburan kue onde-onde. Kenapa bisa begitu? Mijen ataupun minyak wijen sebenarnya mengandung banyak nutrisi seperti zat besi, potasium, dan kalsium. Namun minyak wijen juga dipercaya bisa menyebabkan keguguran atau masalah lain pada kehamilan.

Hal ini dikarenakan dibeberapa Negara seperti India yang menggunakan minyak wijen yang dicampur dengan jiggery digunakan untuk memicu aborsi. Hal inilah yang membuat banyak orang berpikir bahwa minyak wijen bisa menyebabkan aborsi. Buka hanya itu saja, biji wijen yang dicampur satu sendok madu juga dipercaya berbahaya bagi Ibu hamil

Untuk itu Luvizhea.com mencoba menelusuri kebenaran tersebut, dan mendapati bahwa minyak wijen mengandung Sulfur dan Polyunsaturated fats. Kedua hal ini bisa menyebabkan alergi pada saat kehamilan, terutama apabila sistem kekebalan ibu lemah. Selain itu wijen diketahui juga termasuk dalam makanan yang bisa menyebabkan panas dari dalam tubuh, dan dapat mempengaruhi hormon. Yang nantinya hormon ini bisa memicu kontraksi rahim, yang bisa menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa wanita diminta untuk menghindari minyak wijen selama hamil.

Akan tetapi, selain memiliki sifat memicu produksi hormon, minyak wijen juga mampu menyeimbangkan hormon. Untuk itu, minyak wijen diketahui berguna untuk mencegah pendarahan prematur yang terjadi pada ibu hamil. Dalam hal ini, penggunaan minyak wijen secukupnya juga bisa memberikan manfaat. Manfaat lain dari minyak wijen dapat mengatasi konstipasi dan susah buang air besar. Dan terakhir wijen kaya nutrisi Niacin yang dapat membantu mengurangi rasa cemas pada ibu hamil dan mencegah depresi atau stres.

Baca juga: Mencengah kelahiran prematur.

Keju dan makanan dengan proses non Pasteurisasi

Keju memang baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi dengan tidak berlebihan. Namun bagi ibu hamil muda lebih baik tidak mengkonsumsi dahulu keju lunak seperti Feta, Brie dan Camembert, Blue-veined, Cheese juga keju dari susu kambing dan domba. Serta jangan minum susu yang tidak di Pasteurisasi, karena berpotensi terkontaminasi bakteri Salmonella dan Listeria. Listeria merupakan tipe bakteri yang mampu menembus plasenta dan menyebabkan infeksi janin. Salmonella dan Listeria dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan keracunan dalam darah.

Begitupun dengan beberapa jenis ice cream yang dibuat dengan proses Pasteurisasi yang kurang sempurna, justru juga berbahaya bagi kesehatan Ibu dan janin. Bahkan ada juga ice cream yang dibuat dari telur mentah, sehingga menjadikan ice cream tersebut sebagai media yang tepat untuk penyebaran bakteri Salmonella.

Baca juga: Menghitung berat badan ideal pada Ibu hamil.

Makanan yang diawetkan

Tidak hanya keju, makanan yang diawetkan juga sebaiknya dihindari oleh Ibu hamil muda. Bahan pengawet yang terkandung didalam makanan yang diawetkan, dikhawatirkan dapat mengganggu pencernaan ibu hamil sehingga zat gizi yang tersalurkan ke tubuh janin akan berkurang. Zat pengawet juga dapat mengganggu pertumbuhan saraf-saraf otak janin. Padahal masa kehamilan adalah masa paling pesat pertumbuhan sel dan saraf pada otak janin.

Jadi, semasa hamil sebaiknya ibu hamil menghindari makanan dalam kemasan yang diduga berpengawet, mie instan, ikan sarden, daging kornet dan sayuran dalam kaleng. Lebih baik Ibu memilih bahan makanan segar tanpa bahan pengawet, selain baik untuk kecukupan gizi juga baik untuk kesehatan Ibu dan janin.

Baca juga: Mencegah alergi dari sejak dini.

Lalapan Mentah dan Sayuran tumbuh ditempat lembab

Walaupun lalapan mentah mengandung lebih banyak mineral dibanding yang sudah matang, akan tetapi untuk Ibu hamil tidak dianjurkan untuk memakannya. Hal ini ditakutkan sayuran tersebut mengandung pupuk dan pestisida tertentu. Dan sekalipun sudah dicuci, seringkali bakteri Toksoplasmosis dan kandungan pestisida tersebut masih saja menempel dan itu tentu akan berbahaya bagi pertumbuhan janin.

Begitupun kecambah maupun jamur yang tumbuh ditempat lembab, kedua tanaman ini memang lezat dan bergizi. Namun, ia juga sekaligus sumber bakteri yang tumbuh di daerah lembab, dan punya potensi membawa penyakit masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Mengatasi beberapa keluhan saat hamil muda.

Daging mentah dan setengah matang

Lalapan sayur mentah sudah umum di Indonesia, tetapi sekarang kita banyak menemukan restoran jepang yang menyajikan menu sushi dan sashimi, yang bahan dasarnya adalah daging ikan mentah. Ibu hamil dilarang keras makan daging ikan mentah. Karena menjadi penyumbang besar bakteri Toksoplasmosis dan Ecoli, yang dapat menyebabkan infeksi serius pada janin dan berbahaya bagi ibu hamil.

Begitupun dengan daging ayam dan telur yang di masak kurang matang atau setengah matang, karena membawa ancaman bakteri berbahaya Salmonella yang dapat menyebabkan diare akut pada ibu hamil. Sebaiknya pastikan Ibu mengkonsumsi makanan yang matang dengan sempurna sehingga bekteri-bakteri tersebut benar-benar mati dan tidak membahayakan kehamilan Ibu.

Baca juga: Makanan sehat untuk Diabetes.

Sekedar tips tambahan dari Luvizhea.com, sebaiknya Ibu hamil mengkonsumsi ikan selain ikan tuna steak, ikan sea bass, shark (Hiu), atau ikan-ikan berukuran besar yang diketahui mengandung tingkat mercuri yang tinggi. Yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar.

Bahkan, diawal-awal masa kehamilan Ibu juga disarankan untuk tidak mengkonsumsi menu makanan berupa hati atau liver dari sapi, kambing dan unggas. Karena hati mengandung vitamin A dalam bentuk Retinol yang dapat menyebabkan keguguran. Ibu hamil dapat kembali mengkonsumsi menu olahan dari hati ini, pada kehamilan menginjak usia 4 bulan keatas dan tentunya dengan porsi dan cara memasak yang tepat.

Categories:
Tags: , ,
Berbagi artikel di: