Bagaimana teknik mengejan yang benar saat melahirkan?

Semakin luas pengetahuan dan wawasan ibu hamil tentang kondisi kehamilannya, seluk-beluk tahapan proses persalinan yang akan dijalani, serta menguasai teknik melahirkan yang benar seperti teknik mendorong dan mengejan, maka ibu akan lebih siap secara psikologis dalam menjalani proses saat melahirkan.

Hal ini tentu akan sangat membantu karena rasa takutnya menjadi semakin berkurang, dan kondisi tenang si ibu ini akan membuat otot-otot tubuh, dan panggul menjadi kendur dan makin efektif berkontraksi pada saat mendorong janin ke luar dari jalan lahir.

Apalagi dengan teknik yang benar tersebut tentu akan mempercepat proses persalinan, sehingga jika proses persalinannya cepat, tentu saja akan menjadikan melahirkan sebagai sebuah pengalaman yang ternyata tidak menyakitkan.

Bagaimana cara mengejan yang benar saat proses melahirkan?

Ini mungkin merupakan pertanyaan yang hampir selalu diungkapkan oleh ibu hamil. Terutama bagi mereka yang baru pertama kali hamil ataupun belum mempunyai pengalaman sama sekali tentang bagaimana melahirkan secara normal.

Mengejan adalah tahap akhir dalam persalinan dan ini mungkin adalah Periode persalinan yang paling menyakitkan. Atau sumber terbesar dari ketakutan dan kekhawatiran seorang wanita. Sulit untuk menggambarkan sensasi dan usaha yang terkait dengan mendorong janin, atau mengejan dalam proses persalinan.

Dalam proses mengejan ini, sebenarnya Anda tinggal mengikuti arahan dari Dokter atau Bidan yang menangani proses persalinan Anda.

Intinya Anda tinggal bersikap tenang, rileks dan dapat mengatur pernafasan dengan benar saat mengejan. Ketika Anda dapat selalu mengontrol pernafasan dan rileks untuk mengatur posisi paling nyaman. Maka sebenarnya saat itu bayi Anda akan melakukan tugasnya yaitu mendorong tubuhnya untuk keluar dari jalan lahir. Karena sebenarnya ketika Anda rileks maka seluruh otot pada jalan lahir akan terbuka dan melebar. Ikutilah irama tubuh Anda, dan tanpa di hejankan dengan sengaja maka tubuh Anda akan mengejan dengan sendirinya.

Baca juga: Latihan teknik pernafasan untuk persiapan persalinan.

Ketika Anda diminta untuk mengejan, dorong atau mengejanlah seolah-olah Anda sedang Buang Air Besar, dimana ini yang terbesar dalam hidup Anda. Karena pada dasarnya melahirkan rasanya hampir sama dengan Buang Air Besar. Bayangkan ketika Anda mengalami obstipasi atau sembelit beberapa hari, dan Anda hendak Buang Air Besar. Semakin Anda berusaha mengejan yang terjadi feaces, semakin tidak bisa keluar. Karena ternyata semua otot Anda tegang. Namun ketika Anda berusaha untuk rileks maka proses buang air besar justru semakin lancar.

Ketika Anda diminta berhenti mengejan, salah satunya ketika kepala bayi mulai terlihat (Crowning). Sebaiknya hentikan mengejan. Ini biasanya ditandai dengan rasa panas di vagina yang meregang. Tujuannya supaya vagina dan perineum meregang perlahan-lahan, sehingga dapat mengurangi robekan dan kelahiran yang terlalu cepat. Saat ini Anda bisa istrirahat di sela periode mengejan tersebut, dengan bernafas cepat (panting) dan hembuskan nafas pendek-pendek dari mulut. Dengarkan lagi instruksi dokter untuk periode mengejan berikutnya.

Selain itu, Anda bisa mencari dan merubah posisi yang paling nyaman untuk tubuh Anda. Posisi yang dapat Anda lakukan sangatlah beragam, tergantung pada penggunaan epidural atau fasilitas persalinan. Ini sangat penting untuk membantu mengoptimalkan posisi janin. Dan akan sangat membantu jika Anda memilih untuk mengambil posisi yang vertikal atau tegak. Karena gaya gravitasi bumi akan membantu janin untuk lebih turun lagi ke jalan lahir. Memang akan terasa sangat susah, bahkan terasa berat ketika Anda harus mengubah posisi, misalnya dari posisi setengah duduk ke posisi jongkok. Ikuti insting dan naluri serta irama tubuh Anda, lalu komunikasikan dengan Dokter atau Bidan sehingga mereka bisa memfasilitasinya

Hal yang perlu diperhatikan saat mengejan pada proses melahirkan

Berikut Luvizhea.com berikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda mengejan ketika dalam proses melahirkan:

Buka mata Anda ketika mengejan

Mengejan sangat membutuhkan banyak tenaga yang kuat, disertai koordinasi dengan semua otot di dalam tubuh, termasuk mata Anda. Jadi ada baiknya ketika Anda sedang mengejan buatlah mata Anda supaya tetap terbuka, dan arahkan pandangan ke perut supaya ibu bisa lebih berkonsentrasi terhadap persalinan. Apabila mata Anda terpejam saat mengejan, karena tekanan pada otot yang terlampau kuat dapat menyebabkan pembuluh darah pada mata pecah. Akibatnya mata Anda akan berubah menjadi merah hingga beberapa hari kedepan setelah melahirkan.

Jangan berteriak ketika mengejan

Banyak wanita hamil yang beranggapan dengan berteriak dapat membantunya dalam melegakan perasaan dan juga mengurangi rasa nyeri yang dialami. Namun anggapan ini tidak selamanya benar, sebab dengan berteriak justru akan membuat Anda merasa cepat lelah. Rasa lelah ini akan membuat tenaga Anda habis dan tidak bisa untuk mengejan. Dengan begitu proses persalinan yang dialami akan terasa sangat lama serta akan terasa lebih sakit.

Buka mulut Anda ketika mengejan

Hal ini sama dengan mengejan ketika akan Buang Air Besar, Anda pasti membuka mulut walaupun hanya sedikit. Seharusnya ini juga Anda lakukan ketika akan melahirkan. Bukalah mulut sesering mungkin juga semampu Anda. Ini juga harus dilakukan agar dapat menambah oksigen yang langsung masuk pada mulut sehingga nafas Anda terasa lebih panjang.

Jangan mengangkat pantat atau panggul ketika mengejan

Banyak para ahli yang menyarankan agar menggunakan posisi dengan setengah duduk. Cara seperti ini dinilai sangat efektif dalam memperbesar dorongan ketika akan mengeluarkan bayi. Pada saat Anda melahirkan sebaiknya Anda tidak mengangkat pantat atau panggul Anda (Biasanya ini terjadi ketika Anda takut fesesnya keluar saat mengejan, sehingga menahan pengejanan dengan mengangkat pantat atau panggul). Dengan adanya tekanan yang sangat kuat, dan kemudian mengangkat pantat atau panggul Anda dapat menimbulkan luka robekan perineum yaitu robekan mencapai anus, dan tentunya memerlukan lebih banyak jahitan.

Apakah saat proses melahirkan, si ibu harus mengejan dengan sekuat tenaga?

Jawabannya adalah Tidak, karena semakin Anda rileks saat persalinan, sebenarnya akan membuat Anda juga semakin tidak perlu mengejan.

Beberapa kasus ketika ibu hamil tidak kuasa menahan sakit, kebayakan dari mereka ingin prosesnya segera selesai, yaitu dengan berusaha mengejan dengan secepatnya dan sekuat tenaga. Yang perlu di ingat, mengejan-pun ada waktunya, yaitu ketika pembukaan serviks Anda benar-benar sudah sempurna. Ini berarti serviks telah membuka sekitar 10 centimeter.

Memang terkadang Anda akan merasakan sensasi seperti ingin mengejan atau seperti hendak Buang Air Besar, padahal pembukaan serviks belum sempurna. Nah jika Anda mengalami hal ini, usahakan untuk tidak meng-hejankan atau menuruti sensasi itu. Caranya adalah dengan Anda berusaha untuk tetap tenang, rileks dan berusaha menarik nafas panjang dan dalam.

Karena apabila Anda mengejan sebelum pembukaan serviks sempurna yang terjadi justru akan ada pembengkakan di serviks Anda (Udem Portio). Pembengkakan ini dapat terjadi disebabkan oleh bibir kemaluan tersebut terlalu banyak mengalami dorongan, sementara Anda belum siap dalam menerima tekanan yang begitu kuat. Jika pembengkakan tersebut telah terjadi, dengan begitu jalan lahir bayi secara normal akan tertutup, sehingga bisa mangakibatkan Anda harus mengambil proses persalinan secara Caesar.

Baca juga: Bagaimana melahirkan secara normal tanpa rasa sakit?

Categories:
Tags: , ,
Berbagi artikel di: