BERANDA » KECANTIKAN » Yang perlu diperhatikan saat memasang kawat gigi “Behel”

Yang perlu diperhatikan saat memasang kawat gigi “Behel”

| LuviZhea Chandra

Kawat gigiBagi Anda mempunyai gigi gingsul atau gigi yang tidak rata, pemasangan kawat gigi atau Behel atau Dental Braces bisa menjadi solusi untuk mengkoreksi (memperbaiki) jajaran gigi yang tidak rata agar menjadi lebih rata dari sebelumnya.

Secara garis besar pemasangan kawat gigi ini bertujuan untuk:

  • Memperbaiki jarak gigi yang terlalu renggang antar gigi, dan mengatasi gigi yang tidak rata. Gigi yang tidak rata meningkatkan risiko penumpukan plak dan sisa makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang, penyakit gusi dan Periodontal (penyakit yang menyerang jaringan pendukung yang menghubungkan antara gigi dan tulang penyangganya).
  • Memperbaiki gigi yang berdesakan atau tumbuh bengkok, sehingga menghindari rahang nyeri akibat gigi yang tidak punya ruang tumbuh.
  • Memperbaiki gigi depan rahang atas yang tumbuh tidak sejajar (lebih ke depan atau ke belakang) dibanding gigi depan rahang bawah, sehingga menyebabkan bicara tidak jelas.
  • Memperbaiki masalah rahang dan gigi yang menyebabkan gigitan menjadi tidak rata, sehingga mengganggu proses mengunyah makanan, yang pada akhirnya juga mengganggu proses pencernaan (kerja lambung menjadi lebih berat karena makanan tidak terkunyah lembut).

Sehingga dengan begitu selain membuat gigi menjadi sejajar (rata) dan menghindari risiko yang mungkin timbul, pemasangan kawat gigi ini akan membuat Anda dapat berbicara lebih jelas dan mengolah makanan menjadi lebih baik. Serta secara tidak langsung juga akan memperbaiki estetika wajah, sudut bibir, dan senyum, sehingga menunjang penampilan Anda untuk lebih percaya diri.

Bila ingin melakukan pemasangan kawat gigi, sebaiknya pergi kemana?

Meskipun banyak Dokter Gigi Umum yang sanggup melakukan perawatan merapikan gigi, namun perawatan merapikan gigi ini sebaiknya ditangani oleh Dokter Ortodonti.

Kenapa harus ke Dokter Ortodonti?

Karena perawatan kawat gigi membutuhkan ilmu dan keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh Dokter non-spesialis Ortodonti. Banyak teknik-teknik perawatan Ortodonti dan keahlian khusus mengenai perawatan kawat gigi yang hanya diketahui secara mendalam oleh para Dokter Ortodonti. Karena mereka menghabiskan waktu setidaknya 3 tahun untuk menyempurnakan ilmu mereka, sehingga mereka menguasai ilmu dan keahlian mengenai teknik perawatan Ortodonti lebih mendalam seperti: Ortodonti bedah, Anatomi dan faal terapan, Psikologi terapan, serta Logopedi (ilmu yang mempelajari proses pembentukan suara). Tentu saja ini membuat kompetensi mereka berbeda dengan Dokter non-spesialis Ortodonti.

Jadi disini bukan hanya asal pasang kawat di gigi begitu saja, melainkan harus mempertimbangan aspek-aspek estetika dan kesehatan lainnya yang lebih mendalam, agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Mengapa biaya pemasangan kawat gigi berharga mahal?

Memang seperti kita ketahui, biaya pemasangan kawat gigi relatif lebih mahal, berkisar antara 5 juta hingga puluhan juta rupiah. Dan biaya ini umumnya belum termasuk biaya foto panoramik, cetak rahang atas bawah, jasa konsultasi Dokter, dan biaya-biaya perawatan gigi lainnya.

Seperti yang telah Luvizhea.com jelaskan diatas, pemasangan kawat gigi harus dilakukan oleh Dokter Ortodonti yang memiliki ilmu dan keahlian khusus untuk meminimalkan risiko. Selain itu bahan-bahan dan alat-alat yang dipakai para Dokter Ortodonti ini juga sudah pasti berdasarkan standar yang terbaik dan aman, sehingga harganya tidak murah.

Bila Anda tertarik untuk melakukan pemasangan kawat gigi, jangan mudah tergiur dengan harga pemasangan kawat gigi yang lebih murah. Sebab pemasangan kawat gigi di Dokter gigi non-spesialis Ortodonti saja bisa berisiko besar, apalagi di tukang gigi yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan soal kesehatan gigi? Tentu saja ini akan sangat berisiko.

Kapan waktu terbaik untuk pemasangan kawat gigi?

Sebenarnya pemasangan kawat gigi bisa dilakukan pada usia berapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun pemasangan kawat gigi kebanyakan dilakukan pada usia 8-14 tahun, sebab saat usia tersebut (ketika gigi susu telah mulai digantikan dengan gigi permanen) gigi rentan tumbuh tidak sesuai dengan arah yang seharusnya, ditambah lagi dengan kondisi tulang wajah yang masih pada tahap berkembang.

Jadi ada baiknya bagi Anda sebagai orangtua untuk memeriksakan anaknya ke Dokter Ortodonti untuk memperkirakan kemungkinan kebutuhan pemasangan kawat gigi agar dikemudian hari anak memiliki gigi yang bagus ketika ia dewasa.

Namun tidak semua anak dengan gigi yang tidak rata harus dilakukan perawatan dengan pemasangan kawat gigi, itu tergantung kepada tingkat keparahan dan masalah yang timbul akibat gigi yang tidak rata. Masalah juga dapat diselesaikan dengan perawatan lainnya. Dan Anda sebagai orangtua juga bisa melakukan perawatan sejak dini supaya gigi anak bisa tumbuh bagus dan rapi.

Perbedaan pemasangan kawat gigi pada orang dewasa dan anak-anak

Cara kerja dan manfaat pemasangan kawat gigi pada orang dewasa dan anak-anak pada dasarnya sama. Perbedaannya hanya terletak pada jangka waktu pemakaiannya. Pada orang dewasa biasanya pemakaian kawat gigi relatif lebih lama karena tulang wajah yang tidak lagi berkembang, sedangkan pada anak-anak pemakaian kawat gigi relatif lebih singkat karena kondisi tulang wajah yang masih pada tahap berkembang. Selain itu masalah pada gigi orang dewasa yang lebih kompleks juga membuat diperlukannya perawatan tambahan selain kawat gigi.

Jenis (alat) kawat gigi yang sering digunakan

Sebelum kita lanjut ke pembahasan tentang pemasangan dan perawatan kawat gigi, berikut kita bahas beberapa jenis kawat gigi yang biasa digunakan.

Biasanya Dokter Ortodonti akan memilihkan jenis kawat gigi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda dan tidak semua jenis kawat gigi cocok untuk dipakai oleh semua orang.

Berikut beberapa jenis kawat gigi dan alat yang biasa di pakai, antaralain:

Kawat gigi permanen

Kawat gigi permanenSebagian besar jenis kawat gigi adalah kawat gigi permanen, dan jenis ini merupakan sarana Ortodontik yang paling umum digunakan. Di sebut permanen karena penggunaannya tidak bisa di lepas dan di pasang begitu saja. Bila ingin melepasnya harus menunggu minimal pemakain 3 bulan dan harus dibantu oleh Dokter Ortodenti.

Kawat gigi permanen terdiri dari kotak-kotak (Bracket) yang dilekatkan pada setiap gigi dan terhubung satu sama lain oleh kawat. Sehingga dapat digunakan untuk mengkoreksi letak beberapa gigi sekaligus atau untuk mencegah masalah di kemudian hari.

Kawat gigi permanen umumnya mudah terlihat karena terbuat dari bahan logam. Namun kini banyak ditawarkan kawat yang terbuat dari keramik atau plastik yang terlihat tidak terlalu jelas, tapi harganya bisanya lebih mahal. Apalagi sekarang  juga tersedia kawat gigi mini yang berukuran jauh lebih kecil daripada kawat gigi biasa, sehingga semakin banyak pilihan dalam penggunaan jenis kawat gigi.

Kawat gigi lepasan

Kawat gigi lepasanKawat gigi lepasan atau lebih dikenal dengan istilah Behel Fashion. Biasanya berupa sepasang kawat plastik yang dipadukan dan ditempatkan pada gigi bagian atas dan bawah sehingga bisa di lepas dan di pasang kembali. Disebut Behel Fashion karena penggunaan bisa dijadikan sebagai gaya hidup, dan harganya relatif lebih murah dibanding pemasangan kawat gigi lainnya.

Jenis kawat ini biasanya digunakan untuk mengkoreksi masalah minor seperti gigi yang bengkok, serta menangani masalah posisi rahang atas atau rahang bawah yang tidak sejajar dengan gigi atas atau bawah. Selain itu, kawat gigi jenis ini umumnya digunakan pada anak-anak di usia 8-14 tahun, karena kondisi tulang wajah pada anak-anak yang masih pada tahap berkembang, sehingga butuh kawat gigi yang bisa lepas pasang.

Karena bisa di lepas dan di pasang, penggunaan kawat gigi lepasan ini memiliki kelemahan, yaitu keberhasilannya sangat tergantung pada kepatuhan Anda dalam memakai alat tersebut. Maka dari itu alat ini sebaiknya digunakan sepanjang waktu untuk mendapatkan efek maksimal, dansebaiknya hanya dilepas saat makan, saat berolahraga, dan saat dibersihkan atau saat gosok gigi.

Kawat gigi transparan

Kawat gigi transparanKawat gigi transparan merupakan salah satu jenis dari kawat gigi permanen yang biasanya terbuat dari porselen atau keramik. Berbeda dengan jenis kawat gigi permanen lainnya yang umumnya terbuat dari titanium atau bahan logam lainnya, dan juga kelihatan jelas atau bahkan berwarna-warni. Kawat gigi transparan lebih tidak terlihat (samar) karena warnanya dibuat senada dengan gigi, hanya saja kelemahan kawat gigi transparan ini berisiko pecah.

Untuk mengatasi risiko pecah ini, Anda bisa memilih kawat gigi transparan yang terbuat dari batu safir yang tentu memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi dan kuat dibandingkan dengan bahan kawat gigi transparan lainnya.

Dengan menggunakan bahan safir maka kawat gigi akan tampak samar sehingga akan terlihat lebih estetik. Efektifitas perawatan kawat gigi menggunakan bahan ini sama dengan pemakaian kawat gigi berbahan logam. Namun bahan ini aman untuk digunakan karena tidak merusak email gigi ketika kawat gigi dilepaskan nantinya.

Kawat gigi Lingual

Kawat gigi LingualUmumnya penggunaan kawat gigi akan terlihat jelas ketika Anda tersenyum lebar atau ketika sedang berbicara. Bahkan saat menutup mulut (sedang mingkem) pemakaian kawat gigi dapat membuat mulut terlihat agak maju. Hal tersebut karena kawat gigi yang dipasang berada dibagian depan gigi Anda.

Maka dari itu pemasangan kawat gigi Lingual Bracket bisa dijadikan alternatif pilihan yang paling tepat bila Anda ingin mengkoreksi atau memperbaiki jajaran gigi tanpa membuat mulut Anda tampak maju (monyong) selama proses penggunaan kawat gigi. Kenapa bisa demikian? Karena kawat gigi jenis ini pemasangannya berada pada gigi bagian dalam (belakang).

Jadi secara estetika, kawat gigi jenis ini akan membuat mulut tampak normal, tidak terlihat seperti Anda sedang memakai kawat gigi karena letaknya yang tersembunyi.

Namun dibalik kelebihannya tersebut, penggunaan kawat gigi Lingual ini memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Membuat gigi menjadi lebih sulit dibersihkan (terutama bagian belakang), sehingga saat pembersihan harus lebih ekstra teliti.
  • Pengerjaan pemasangannya yang sulit, membuat pemasangan kawat gigi Lingual Bracket ini lebih mahal dibanding pemasangan kawat gigi jenis yang lainnya.

Headgear dan Facemask

HeadgearHeadgear merupakan kawat gigi yang tersambung pengait yang ditempatkan pada kepala. Umumnya penggunaan Heargear ini untuk mengatasi gigi atas yang tonggos. Sedang Facemask sebenarnya hampir sama dengan Headgear, namun jenis ini penggunaannya untuk gigi bawah yang tonggos.

Saat menggunakan alat-alat ini, Anda tidak dapat makan atau minum, maka dari itu biasanya alat ini bisa digunakan saat tidur atau beberapa jam di malam hari, sehingga tidak mengganggu aktifitas di siang hari.

Retainer

Kawat penstabil gigiRetainer biasanya digunakan menjelang akhir masa perawatan Dokter ortodonti. Retainer berfungsi menstabilkan posisi baru pada gigi, gusi, dan tulang, termasuk mencegah posisinya kembali seperti semula. Alat ini dapat bersifat permanen atau lepas-pasang sama seperti jenis kawat gigi yang digunakan untuk perawatan.

Posisi gigi yang akan terus berubah dari waktu ke waktu sebagai proses alami tubuh, mungkin membuat Retainer  perlu digunakan pada beberapa waktu dalam sehari.

Proses pemasangan dan perawatan kawat gigi

Saat Anda memutuskan untuk melakukan pemasangan kawat gigi, perawatan yang dilakukan umumnya terdiri dari 3 tahapan, yaitu:

1. Pemeriksaan awal

Pemeriksaan awal ini menjadi penting sebab dari sana Dokter bisa membuat rencana perawatan gigi yang tepat berdasarkan hasil dari pemeriksaan tersebut.

Dokter Ortodontis biasanya mengajukan pertanyaan mengenai seputar kondisi (riwayat) kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan klinis, memeriksa kondisi rahang dan gigi, mengambil foto wajah dan gigi, serta melakukan pemeriksaan dengan sinar-X pada mulut dan kepala Anda untuk melihat dan menentukan posisi gigi-gigi pada rahang atas dan bawah secara detail.

2. Pemasangan dan penyesuaian secara berkala

Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya adalah memilih dan mengaplikasikan kawat gigi yang sesuai dengan kondisi Anda, dengan perekat khusus.

Namun pada kasus tertentu, prosedur penerapan kawat gigi biasanya di mulai dengan pencabutan gigi yang diperlukan sebagai bagian dari rangkaian perawatan. Proses ini diperlukan untuk mengkoreksi posisi gigi dan membuat ruang agar gigi-gigi di sekitarnya dapat tumbuh dengan baik.

Setelah kawat gigi terpasang, kawat gigi akan bekerja dengan menekan deretan gigi agar bergeser ke arah tertentu secara perlahan-lahan dalam periode waktu yang panjang. Dengan begitu jaringan di sekitar gigi yang membentang menjadi tersisa. Setelah gigi mulai bergeser ke tempat yang masih tersisa dan berada di tempat yang tepat, tulang gigi akan beradaptasi (mengisi sekitarnya dalam posisi yang baru) dan menguatkan posisi tersebut.

Selama masa ini, Anda akan diminta menjalani pemeriksaan secara berkala (sebulan sekali) untuk memastikan bahwa kawat gigi tetap berada pada tempatnya (terpasang dengan sempurna). Dalam setiap pemeriksaan, Dokter Ortodonti mungkin akan memberikan tekanan tambahan pada gigi dengan menyetel posisi kawat, spring, dan karet gelang pada kawat gigi.

Namun demikian pada kondisi tertentu, kawat gigi saja tidak cukup untuk meluruskan gigi atau menggeser rahang. Sehingga dibutuhkan sebuah alat eksternal, misalnya Headgear atau Facemask agar tekanan atau tarikan menjadi lebih kuat.

3. Masa penstabilan

Kawat gigi akan dilepas setelah kawat gigi telah dipakai selama waktu yang ditentukan dan gigi dirasa telah dalam posisi yang maksimal (sesuai yang di inginkan), Dokter Ortodonti mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan dengan sinar X dan model plester kembali untuk melihat sejauh mana perubahan yang terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian Retainer setidaknya selama 6 bulan. Ini berguna untuk menstabilkan posisi gigi yang telah berada pada posisi yang baru dan memastikan agar gigi tidak kembali ke posisi semula setelah pemakaian kawat gigi.

Apakah terasa sakit saat pemasangan dan pemakaian Kawat Gigi?

Kawat GigiMasa-masa awal pemasangan kawat gigi biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman (sakit dan ngilu) yang dapat sangat mengganggu. Rasa sakit ini diakibatkan pergeseran posisi gigi dan perubahan yang terjadi pada rahang akibat penekanan dari kawat gigi tersebut. Namun kebanyakan orang yang melakukan pemasangan kawat gigi menyatakan bahwa hasil yang mereka dapatkan setelah penggunaan kawat gigi ini sepadan dengan rasa sakit yang timbul.

Untuk mengatasi rasa sakit atau ngilu yang timbul, biasanya Dokter juga akan meresepkan obat-obatan tertentu guna meredakan rasa sakit yang mungkin timbul. Anda juga bisa mencoba berkumur dengan sesendok garam yang dilarutkan ke dalam segelas air hangat untuk meredaka rasa sakit ini.

Namun bila rasa sakitnya menjadi tidak tertahankan dan terjadi secara terus-menerus, segera berkonsultasi dengan Dokter. Mungkin saja dokter akan mengevaluasi hal tersebut dan mungkin juga diperlukan penyetelan ulang supaya rasa sakit tersebut berkurang (hilang).

Namun demikian seiring perkembangan teknologi dan bahan yang semakin modern membuat pemasangan kawat gigi tidak lagi terasa sakit seperti dahulu.

Berapa lama masa pemakaian kawat gigi?

Lamanya masa pemakaian kawat berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada tingkat keparahan masalah gigi, kesehatan gigi dan gusi, serta pada apakah Anda telah mengikuti instruksi dengan benar?

Bila Anda taat kepada instruksi (nasehat) dari Dokter Ortodonti yang menangani masalah Anda, kawat gigi dapat dilepas setelah 18-36 bulan. Setelah kawat gigi dilepas, Anda juga disarankan untuk memakai Retainer selama 6 bulan untuk menstabilkan posisi gigi, agar posisi gigi yang sekarang lebih permanen.

Risiko yang dapat terjadi akibat pemasangan kawat gigi

Prosedur pemasangan kawat gigi, meskipun aman dilakukan, namun tetap memiliki risiko yang bisa terjadi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti:

  • Mengalami sariawan atau iritasi akibat gesekan antara bibir dengan kawat gigi.
  • Membuat sikat gigi lebih sulit menjangkau sisa-sisa makanan yang terselip di sela gigi. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan lubang pada gigi dan menyebabkan sakit gusi, serta membuat hilangnya mineral pada lapisan luar gigi.
  • Memendeknya akar gigi yang terjadi saat gigi bergerak ke arah tertentu akibat tekanan kawat. Akar gigi yang memendek dapat membuat gigi menjadi tidak kokoh.
  • Bila tidak menaati instruksi yang diberikan Dokter Ortodonti, saat kawat gigi dilepas, susunan gigi bisa saja kembali ke posisi semula.

Untuk menghindari risiko-risiko tersebut, ada baiknya Anda mengikuti semua instruksi yang diberikan Dokter Anda, serta memberikan perhatian ekstra pada perawatan dan kebersihan gigi selama pemasangan kawat gigi.

Hal yang harus dilakukan dan Patangan yang harus dihindari setelah melakukan pemasangan kawat gigi

Untuk mengurangi risiko akibat pemakaian kawat gigi, setelah kawat gigi dipasang, Anda perlu memberikan perhatian ekstra untuk merawat gigi. Perawatan dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

  • Mengikuti petunjuk (instruksi) Dokter Ortodonti dan tepati jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan.
  • Gunakan sikat gigi Proxabrush yang dirancang khusus untuk membersihkan gigi berkawat, dan gunakan pasta gigi yang mengandung Fluoride. Jangan lupa untuk menyikat gigi setiap setelah makan dan sebelum tidur.
  • Bersihkan makanan yang menyangkut di sela-sela gigi dengan benang gigi (Dental Floss).
  • Gunakan obat kumur antiseptik yang berguna untuk membantu menghilangkan sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi. Hal ini juga dapat mencegah terjadinya sariawan dan iritasi.

Batasi konsumsi beberapa makanan tertentu yang dapat berisiko merusak kawat gigi atau menyangkut di sela-sela kawat gigi, seperti:

  • Makanan-makanan yang mengandung tepung dan gula berlebihan.
  • Makanan kenyal seperti karamel dan permen karet.
  • Makanan bertekstur keras yang sulit digigit atau dikunyah.
  • Makanan yang termasuk ke dalam kacang-kacangan.
  • Minuman bersoda.

Kawat gigi yang baru saja dipasang dapat membuat gigi terasa linu sehingga menimbulkan rasa sakit saat mengunyah makanan. Maka dari itu sebaiknya saat ingin mengkonsumsi makanan, sebaiknya makanan tersebut dipotong kecil-kecil terlebih dahulu untuk mempermudah proses mengunyah dan menelan makanan.

Baca juga: Mengatasi rasa mual ingin muntah saat menyikat gigi.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.