BERANDA » KEHAMILAN » Waktu yang aman berhubungan seks saat hamil

Waktu yang aman berhubungan seks saat hamil

| LuviZhea Chandra

Luvizhea (20)Sebagian orang percaya bahwa berhubungan seks ketika hamil dapat membantu kelancaran proses persalinan. Saat berhubungan seks, prostaglandin yang dikeluarkan sperma dapat mengakibatkan kontraksi guna membantu penekanan sehingga kepala bayi dapat masuk ke bagian bawah panggul. Ya membantu juga secara tidak langsung karena terjadi kontraksi, leher rahim menjadi lunak. Namun hubungan seks pada usia kehamilan tua tetap harus berhati-hati. Waktu yang tepat untuk berhubungan seks sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih enakan.

Baca juga : Posisi tidur yang baik selama hamil.

Pada trimester pertama kehamilan, sebaiknya Anda menunda hubungan seks terlebih dahulu. Pasalnya, hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila tejadi kontraksi dahsyat.

Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi hubungan seks sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan karena sangat membahayakan janin. Pasalnya kontraksi bisa mengakibatkan pecah ketuban dan bayi dapat terinfeksi. Sementara bila bayi harus dilahirkan, paru-parunya belum matang. Waktu yang sangat membahayakan yaitu antara kehamilan usia 7-8 bulan. Beda halnya pada kehamilan berusia 9 bulan atau usia kehamilan di atas 36 minggu, bayi sudah siap untuk dilahirkan bila terjadi kontraksi yang berakibat air ketuban pecah, saat ini paru-paru bayi sudah matang, sehingga apabila bayi lahir sudah aman karena telah mampu bernapas di luar tubuh ibu.

Posisi seks yang aman saat hamil

Banyak orang menganggap seks saat hamil sangat berbahaya terhadap janin karena penis, orgasme atau ejakulasi dianggap dapat mencederai bayi. Sebenarnya semua tidaklah demikian. Hubungan seks dengan pasangan pada saat hamil apalagi menjelang persalinan dilakukan dengan sangat relaks. Posisi yang baik dalam berhubungan seks saat hamil, yaitu tidak menekan perut. Salah satu posisi terbaik adalah setengah duduk. Posisi ini tidak menekan perut. Atau dapat pula Anda mengambil posisi suami berlutut dengan satu lutut untuk menahan berat badannya, Anda dapat mencoba dan memodifikasi posisi ini agar hubungan seks lebih menyenangkan, nyaman, dan aman tentunya bagi bayi.

Baca juga: Resiko sperma dikeluarkan ‘didalam’ saat hamil.

Hubungan seks harus dilakukan dengan nyaman agar jangan sampai terjadi kontraksi yang dahsyat untuk menghindari pecah ketuban terutama di usia kehamilan 7-8 bulan. Pasalnya, ketuban pecah dapat menyebabkan infeksi ke tubuh janin, makanya begitu pecah ketuban, harus segera konsultasikan ke dokter kandungan. Karena golden periodenya 6 jam, kalau lebih dari 6 jam harus dikasih antibiotik supaya infeksinya tidak semakin menyebar.

Masalah lain yang harus diwaspadai jika terjadi kontraksi yang hebat adalah tali pusat akan terjepit diantara bayi dan rahim. Akibatnya dapat terjadi gawat janin. Bayi menjadi sesak dan kehabisan oskigen karena oksigen tidak dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Saat bayi kehabisan oksigen pasti juga ada proses mengisap, bayi bisa menelan air ketuban ke paru-paru.

Tetapi selain itu, dalam situasi tertentu hubungan seks pada trimester kedua 4-7 bulan bisa tidak diperbolehkan, khususnya pada ibu hamil dengan plasenta previa, dimana plasenta menghalangi serviks yang nantinya bisa beresiko mengalami persalinan prematur.

Baca juga: Hamil lagi ketika dalam keadaan mengandung.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.