BERANDA » KULINER » Tips aman memasak dengan kompor gas

Tips aman memasak dengan kompor gas

| LuviZhea Chandra

Resep Luvizhea (5)Begitu maraknya berita ledakan gas cukup membuat saya khawatir sewaktu memasak di dapur. Namun ketakutan tersebut memang sudah seharusnya diatasi, tidak ingin kan kembali ke zaman dahulu kala memasak dengan kayu bakar? Berangkat dari keprihatinan dan ketakutan atas kejadian ledakan kompor gas yang marak diberitakan baru-baru ini, Luvizhea.com berusaha mengumpulkan tips-tips aman menggunakan kompor gas. Memang sudah seharusnya kita berbagi informasi ini kepada masyarakat sekitar kita. Supaya masyarakat tidak trauma berkepanjangan menggunakan kompor gas untuk memasak dirumah.

Berikut cara aman menggunakan kompor gas beserta tabungya yang sempat Luvizhea.com rangkum:

1. Periksa kelengkapan dan bagian-bagian kompor gas yang sudah terpasang pada saat awal pemakaian. Periksa hubungan selang karet saluran gas pada kompor dan regulator apakah tersambung sempurna, pastikan selang masuk sedalam mungkin untuk mencegah kebocoran. dan perhatikan kondisi selang apakah retak atau tidak, biasanya terjadi pada kompor yang sudah berusia lama. Maksimal setelah pemakaian dua tahun selang dan regulator harus diganti.

2. Sebelum menyalakan kompor gas, cium udara di sekitar kompor dan tabung gas untuk mendeteksi bila terdapat kebocoran gas.

3. Gunakan regulator otomatis yang aman dan berlisensi (SNI) yang secara otomatis menahan gas dari tabung dan hanya menyalurkan bila pemantik pada kompor dihidupkan, selain untuk menjaga selang tetap awet dari menahan tekanan gas bila kompor tidak digunakan. Gunakanlah regulator yang memiliki metera, regulator ini berfungsi mengatur tekanan gas dari tabung LPG dan pastikan regulator terpasang dengan benar, tekanan yang ideal pada kompor berada pada posisi low pressure, hindari tekanan yang melebihi kekuatan tabung karena resikonya bisa meledak.

4. Bila ada suara mendesis atau tercium bau gas, itu tandanya regulator tidak baik kerjanya dan biasanya akibat seal karetnya yang tidak baik, coba ganti seal karetnya! Sewaktu memperbaiki regulator, kompor harus dalam keadaan mati.

5. Membersihkan secara rutin bagian-bagian penting kompor, bersihkan bagian pada tempat keluarnya api (burner). Hilangkan kotoran yang menyumbat lubang-lubang kecil dengan menggunakan kawat kecil atau jarum agar pijar api merata secara melingkar dan berwarna biru sehingga memberikan panas yang optimal dan menghemat bahan bakar gas. Untuk mengetahui kompor yang kotor dan tersumbat, dapat dilihat timbulnya sedikit asap serta pijar api berwarna merah. Bersihkan juga bagian badan kompor lainnya untuk menghindari terjadinya kerak dan bau amis. Gunakan kain basah dan sabun lalu keringkan dengan lap. Pada kompor yang memiliki panggangan, gunakan spon dan air sabun agar tidak merusak lapisan teflon. Biasakan juga membersihkan dudukan plat bagian atas setiap selesai memasak dengan menggunakan lap basah.

6. Untuk menghemat gas, jangan gunakan api terlalu besar, atur besarnya pijar api maksimal 1/3 dari luas bidang permukaan alat masak agar pemanasan optimal. Hindari juga pemanasan yang terlalu lama, segera matikan kompor bila sesuatu yang dimasak sudah mendidih atau dirasa sudah matang lalu pindahkan alat masak dari atas kompor ke tempat lain untuk menghindari pemanasan yang terus menerus pada kompor. Bila kita akan memasak / memanaskan lebih dari satu masakan, jangan matikan kompor tapi langsung bergantian memanaskan masakan lainnya. Untuk ini, siapkan terlebih dahulu bahan bahan masakan yang akan dimasak / dipanaskan.

7. Pilihlah tabung gas yang masih dalam keadaan baik, minimal 80 % permukaan tabung LPG masih tertutup cat, sedikit karat bagian tabung masih diijinkan asal tidak terlalu dalam. Tabung yang bagian bawahnya berkarat sebaiknya dihindari karena lebih kritis terhadap kebocoran. Jangan lupa perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Bila ragu coba masukan tabung gas ke dalam air. Bila ada gelembung udara keluar dari tabung gas, berarti ada kebocoran dari tabung tersebut. Atau dengan menggunakan air sabun, kemudian air sabun tersebut di oleskan ke bagian warna merah / sambungan las / ujung kuningan. Apabila timbul gelembung, maka dapat dipastikan bahwa tabung tersebut mengalami kebocoran. Segera lakukan penukaran tabung. Berat tabung yang penuh harus sesuai jumlah berat tabung kosong ditambah berat isi gas Elpiji yaitu 8 kg (berat tabung kosong 5 kg, isi gas Elpiji 3 kg). Informasi berat kosong dan isi gas Elpiji tertera pada tabung Elpiji. Timbanglah tabung Elpiji sebelum membeli untuk memastikan konsumen mendapatkan tabung dengan volume yang tepat.

8. Letakkan tabung gas pada posisi berdiri tegak agar regulator dapat mengunci dengan baik. Jarak antara tabung gas jangan terlalu dekat dengan kompor dan sumber api lainnya. Ingat gas dapat segera menyambar api yang menyala atau percikan api (fonk)! (Jangan memakai kompor minyak tanah secara bersamaan dengan kompor gas elpiji dalam posisi yang terlalu dekat).

9. Jangan sekali- kali menyalakan api kalau tidak ada sesuatu yang dimasak diatasnya karena bisa menimbulkan bau gas walaupun hanya 5 detik.

10. Jika mencium bau gas, Segera matikan kompor gas dan alat listrik yang lain yang bisa menimbulkan percikan api. Buka lebar-lebar pintu, jendela dan semua ventilasi. Jangan hanya membuka jendela saja karena gas elpiji lebih berat dari udara, sehingga posisi gas elpiji berada di sekitar permukaan lantai. Ruangan, baik dapur maupun ruangan lain di mana dinyalakan kompor gas, harus terbuka untuk menjaga agar bila ada kebocoran tidak terkumpul dalam ruangan tersebut. Bila masuk dapur atau ruangan tertutup dan tercium bau gas, jangan coba-coba menyalakan api baik lampu listrik (karena stop kontak listrik akan menimbulkan percikan api bila dinyalakan), membawa lilin yang menyala, apalagi bila menyalakan korek api / pemantik api, dan sebagainya.

11. Bila pemantik api kompor gas tidak jalan karena rusak dan sebagainya. Jangan menyalakan api pada saat gas sudah terbuka, karena dengan membuka keran gas akan terkumpul sekitar kompor dan gas yang terkumpul tersebut akan menyambar api, sehingga menimbulkan ledakan atau sambaran api yang besar. Sebaiknya membeli alat khusus pemantik api, untuk meyalakan kompor gas yang rusak penyalanya atau kopnya.

Demikian informasi penyuluhan yang dapat Luvizhea.com berikan semoga bisa bermanfaat bagi ibu-ibu rumah tangga dalam memasak di dapur. Satu lagi info dari Luvizhea.com, habiskan LPG dalam tabung sebelum menukarnya dengan tabung penuh. Fakta yang ada sekitar 20 % tabung LPG yang kembali ke perusahaan isi ulang ternyata masih tersisa, bisa jadi tabung yang hanya berisi gas tidak punya cukup tekanan untuk menyalurkan LPG ke kompor, sehingga pemiliknya menyangka tabungnya kosong. Hal ini disebabkan oleh regulatornya tidak berfungsi optimal karena banyak endapan yang menyumbat saluran LPG.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.