BERANDA » KECANTIKAN » Sedot lemak dan tummy tuck pasca melahirkan

Sedot lemak dan tummy tuck pasca melahirkan

| LuviZhea Chandra

Apa itu sedot lemakKegemukan disebabkan berbagai macam faktor, diantaranya faktor gaya hidup, faktor keturunan bahkan sampai kepada faktor alamiah seperti saat hamil dan pasca melahirkan.

Bagi wanita yang sebelum melahirkan memiliki bentuk tubuh yang ideal, pastinya akan mendambakan tubuhnya secepat mungkin kembali langsing dan indah seperti semula, sampai ada yang mengambil jalan pintas dengan melakukan operasi bedah plastik seperti sedot lemak liposuction dan tummy tuck. Alasannya “Ingin agar cepat memiliki tubuh indah seperti artis sehabis melahirkan” karena kita mungkin sering bertanya-tanya, kenapa ya artis setelah mereka melahirkan tubuhnya terlihat langsing seperti semula begitu cepatnya?, berbeda dengan kita pada umumnya, yang begitu sulit untuk mengembalikan bentuk tubuh setelah melahirkan.

Baca juga: Cara alami mengembalikan bentuk tubuh pasca melahirkan.

Sedot Lemak liposuction dan tummy tuck untuk membuang lemak tubuh ini memang lebih banyak diminta oleh pasien pasca melahirkan, tetapi tidak sedikit juga pasien yang tidak hamil juga melakukan metode ini, rata-rata mereka yang mengalami masalah berat badan berlebih. Sebelum Luvizhea.com bahas lebih lanjut boleh atau tidaknya melakukan sedot lemak setelah melahirkan? berserta resikonya, sebaiknya kita mengetahui dulu apa dan bagaimana gambaran tentang metode sedot lemak liposuction sebelum Anda memutuskan untuk melakukan hal tersebut.

Apa dan bagaimana metode Sedot Lemak

Sedot lemak merupakan suatu tindakan pembedahan yang dilakukan dengan cara menyedot lemak pada bagian tubuh tertentu, untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. Yang perlu Anda ketahui, sebenarnya tujuan dari sedot lemak bukanlah untuk menurunkan berat badan, melainkan hanya digunakan untuk mendapatkan lekuk tubuh yang indah. Leher, lengan, perut, dada, punggung, pinggang atau paha adalah area tubuh yang sering mengalami sedot lemak

Pasien yang akan menjalani prosedur liposuction harus memiliki kondisi kesehatan yang optimal sebelum melakukan operasi. Hampir semua orang yang dalam kondisi sehat dan Body Mass Index (BMI) di bawah 30 boleh melakukan sedot lemak dan yang paling banyak melakukannya rentang usia pasien antara 30-45 tahun.

Sebelum melakukan sedot lemak pasien diharuskan menghindari rokok dan alkohol serta tidak menggunakan obat pengencer darah. Begitupun dengan beberapa penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan tetap perlu mendapat perhatian. Pasien dengan riwayat penyakit jantung berat tidak disarankan menjalani prosedur operasi ini karena terlalu berisiko dan membahayakan dirinya. Sementara itu, pasien dengan hipertensi dan diabetes masih punya kesempatan, selama hasil pemeriksaan medis pasien berada dalam keadaan yang terkontrol.

Sedot lemak diawali dengan menandai area pada bagian tubuh tertentu (marking) dan dilanjutkan dengan membuat sayatan kecil pada bagian penandaan dan memasukkan cairan tumescent yaitu larutan campuran lidocain, adrenalin, bicnat dan NaCl untuk memudahkan proses penyedotan dan mengurangi pendarahan pada pasien.

Proses penghancuran lemak dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan laser (vaser), mekanik (microaire) bahkan secara manual. Setelah melalui proses penyedotan, bagian tubuh tersebut akan dibungkus dengan menggunakan korset khusus compress garment selama 3 sampai 6 bulan, hal ini penting dilakukan untuk mengurangi bengkak dan nyeri pada saat pasien bergerak. Selain itu ada pula penggunaan terapi Frekuensi Radio (RF) yang dapat membantu proses penyembuhan pasien.

Lemak yang diangkat saat proses sedot lemak bergantung pada jumlah cairan tumescent yang diberikan pada tubuh pasien. Pasien sedot lemak dengan proses pembiusan lokal lebih aman bila mendapatkan kurang dari 5000 cc cairan. Dalam hal ini pasien diperbolehkan pulang tanpa harus melalui rawat inap. Sedangkan bila diperlukan lebih banyak cairan tumescent lebih dari 5 Liter, pasien disarankan untuk melakukan rawat inap selama 1-2 hari untuk observasi keadaan umum pasien setelah melakukan operasi sedot lemak.

Pasien sedot lemak biasanya tidak akan langsung mengalami perubahan pada bentuk tubuhnya. Justru pembengkakan dan memar di area penyedotan akan terjadi pada 2-3 minggu pasca operasi, sehingga membuat tubuh seolah tampak lebih besar. Tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Biasanya, pasien akan merasakan hasilnya pada satu bulan pasca operasi dan hasil terbaik pada 3-6 bulan pasca sedot lemak.

Meski hasilnya akan memuaskan, tak sedikit juga teknik sedot lemak yang menyebabkan komplikasi pada tubuh pasien, seperti infeksi, pendarahan, asimetri, seroma, nekrosis kulit serta kematian, seperti yang diberitakan belakangan ini yang terjadi pada Ratu kecantikan asal Ekuador “Catherine Cando” yang meninggal dunia setelah melakukan sedot lemak. Namun pengerjaan yang teliti oleh tenaga ahli di bidangnya akan menjauhkan pasien dari hal tersebut.

Setelah kita mengetahui apa itu sedot lemak dan proses yang harus dijalani dalam melakukan sedot lemak tersebut, kita kembali kepembahasan awal,

Kapan waktu yang tepat untuk menjalani proses Sedot Lemak liposuction dan tummy tuck pasca melahirkan?

Fatloss dengan menyusuiWanita yang sehabis melahirkan tidak semerta-merta bisa langsung menjalani sedot lemak untuk menurunkan berat badan mereka. Lalu, apa yang menyebabkan wanita setelah melahirkan tidak bisa langsung menjalani sedot lemak liposuction dan tummy tuck? Ada beberapa faktor yang membuat wanita setelah bersalin tidak bisa langsung melakukan sedot lemak, salah satunya kondisi perut yang masih lemah.

Selain itu saat hamil, terjadi penumpukan cairan dalam tubuh. Otot-otot pun meregang karena ukuran janin yang terus membesar. Ini akan membuat hasil operasi kurang maksimal jika dilakukan sebelum waktu yang dianjurkan karena otot yang masih kendur. Di sisi lain, kondisi tubuh yang belum sepenuhnya pulih dapat meningkatkan risiko pasien menjadi dua kali lipat.

Sebaiknya operasi sedot lemak dan liposuction dilakukan diatas tiga bulan setelah melahirkan, baik caesar maupun normal. Dikarenakan waktu tiga bulan tersebut cukup memberikan waktu bagi rahim untuk kembali ke ukuran normal. Jika persalinan tersebut menggunakan metode caesar, luka-luka bekas operasi caesar juga sudah pulih dalam rentang waktu tersebut. Tetapi waktu yang paling ideal adalah setahun pasca melahirkan karena menunggu anak cukup besar, setelah sang ibu tidak dibebani tanggung jawab merawat anak dan memberikan ASI eksklusif.

Operasi sedot lemak ini hanya akan membuat lingkar tubuh berkurang, tetapi untuk kulit yang menggelambir tidak dapat diselesaikan dengan tindakan tersebut. Maka biasanya akan dikombinasikan dengan operasi tummy tuck. Operasi tummy tuck ini memotong kelebihan kulit dan bagian kulit yg sudah sangat teregang (menggelambir), kemudian menarik dan menjahit bagian kulit yang masih elastis.

Tidak ada pantangan khusus yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah operasi tersebut. Namun karena operasi ini bertujuan mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil, alangkah baiknya kalau Anda selalu berusaha mempertahankannya dengan menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur, bahkan proses menyusui dan mengurus anak sendiri juga efektif membantu memangkas kelebihan bobot pascahamil secara alami.

Kesimpulan yang bisa Luvizhea.com berikan sebaiknya upayakan dahulu pengembalian bentuk tubuh dengan olahraga rutin pasca nifas. Dan bagi yang melahirkan dengan operasi sesar, tiga bulan setelah melahirkan bisa memulai olahraga yang melibatkan kontraksi otot perut. Lalu imbangi dengan diet yang tepat. Jika ini sudah dilakukan dan hasil kurang maksimal, baru berkonsultasi untuk melakukan operasi sedot lemak dan tummy tuc ini.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh @LuviZhea.