BERANDA » KEHAMILAN » Perkembangan janin trimester ketiga

Perkembangan janin trimester ketiga

| LuviZhea Chandra

Luvizhea - Persiapan melahirkanPerkembangan Janin memasuki usia 7 Bulan. Lemak mulai menumpuk, dan lapisan yang disebut Vernix Caseosa menutupi kulit janin, sehingga janin tidak basah di dalam cairan Amnionnya dan tubuhnya merasa hangat.

Fungsi otak janin pada periode ini sudah mulai berkembang dengan sangat pesat. Permukaan otak menjadi berkerut-kerut, yang berguna bagi perkembangan selanjutnya. Sekitar lima hari setelah proses pengerutan dimulai, sel-sel syaraf akan dilapisi oleh lapisan lemak yang membuat proses penyampaian rangsangan dari ujung-ujung sel syaraf menjadi lebih cepat, mudah, dan lebih efisien.

Perlu diketahui, otak manusia akan mengalami masa keemasan pada saat janin berusia 7 bulan dalam kandungan hingga berusia 5 tahun.

Berikut luvizhea.com ulas tahapan-tahapan perkembangan janin selanjutnya dari minggu keminggu pada trimester yang ke tiga:

Perkembangan Janin Minggu ke-25

Berat janin kini mencapai sekitar 700 gram dengan panjang dari puncak kepala sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak rahim ke Simfisis Pubis (Tulang kemaluan) sekitar 25 cm. Apabila ada indikasi medis, umumnya akan dilakukan USG yang dilakukan seminggu 2 kali untuk melihat apakah perkembangan janin terganggu atau tidak. Yang termasuk indikasi medis di antaranya Hipertensi ataupun Pre-Eklampsia pada saat hamil.

Perkembangan Janin Minggu ke -26

Pembuluh darah kapiler dibawah jaringan kulit janin mulai di aliri darah. Permukaan kulit yang tadinya keriput perlahan-lahan menjadi semakin halus dan licin. Mata telah terbentuk dengan sempurna. Begitu pula telinga yang telah mampu mendengarkan. Kepala janin menjadi lebih kecil ketimbang tubuhnya (kepala telah proporsional dengan ukuran tubuh).

Pada usia ini berat janin diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan panjang dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung sudah jelas-jelas terdengar, normalnya 120-160 denyut per menit.

Sementara rasa tidak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang, kram kaki dan sakit kepala akan lebih sering dirasakan Ibu pada periode ini. Begitu juga keluhan nyeri di bawah tulang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat janin bergerak. Sebab, rahim menjadi semakin besar dan akan memberi tekanan pada semua organ tubuh. Termasuk usus kecil, kantung kemih dan rektum. Dan ini yang tidak jarang membuat ibu hamil terpaksa bolak-balik ke kamar mandi karena “Beser” atau sering “Buang Air Kecil”.

Perkembangan Janin Minggu ke-27

Janin terlihat seperti bernafas tetapi sebenarnya janin mengambil air bukan udara. Ini merupakan latihan yang baik untuk paru-parunya. Janin kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34 cm dengan panjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm.

Pada minggu ini kelopak mata mulai membuka. Matanya sudah terbuka dan melihat sekelilingnya untuk pertama kalinya. Sementara retina yang berada di bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak.

Perkembangan Janin Minggu ke-28

Pada usia janin ke 28 minggu ini, Testis janin laki-laki akan turun ke kantung Skrotum. Puncak rahim berada kira-kira 8 cm di atas pusar. Gerakan janin makin kuat dengan intensitas yang makin sering, sementara denyut jantungnya pun kian mudah didengar.

Tubuhnya masih terlihat kurus meski mencapai berat sekitar 1100 gram dengan kisaran panjang 35 sampai 38 cm. Kendati demikian dibanding minggu-minggu sebelumnya, lebih berisi dengan bertambah jumlah lemak di bawah kulitnya yang terlihat kemerahan.

Jaringan otak berkembang dan meningkat pada usia kehamilan 28 minggu ini, serta sekarang janin Ibu dapat bermimpi. Begitu juga rambut kepalanya terus bertumbuh makin panjang. Alis dan kelopak matanya pun terbentuk, sementara selaput yang semula menutupi bola matanya sekarang sudah hilang.

Catatan:

Perkembangan Janin Minggu ke-29

Posisi janin pada saat ini mempersiapkan diri seperti posisi lahir dengan kepala ke arah bawah. Jaringan lemak terus terbentuk. Beratnya bertambah menjadi sekitar 1250 gram dengan panjang rata-rata 37 cm.

Kelahiran prematur mesti diwaspadai pada saat-saat ini karena umumnya dapat meningkatkan keterlambatan perkembangan fisik maupun mentalnya dikemudian hari. Apabila janin dilahirkan pada minggu ini, ia mampu bernapas meski dengan susah payah. Ia pun bisa menangis, walaupun masih terdengar lirih. Kemampuannya bertahan untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan paru-parunya belum sempurna. Akan tetapi apabila dilakukan perawatan yang baik dan terkoordinasi dengan oleh para ahli medis yang terkait, kemungkinan hidup janin prematur pun akan cukup besar.

Baca juga: Mencengah kelahiran prematur.

Perkembangan Janin Minggu ke-30

Janin usia 30 mingguPada usia janin ke 30 minggu, beratnya mencapai 1400 gram dengan kisaran panjang tubuh 38 cm. Puncak rahim yang berada sekitar 10 cm di atas pusar memperbesar rasa tidak nyaman yang dirasakan Ibu hamil, terutama pada panggul dan perut seiring bertambah besarnya kehamilan tersebut.

Saat ini suami juga sudah bisa ikut merasakan gerakan janin saat meraba dan mengelus perut Ibu. Mulai dari denyutan halus, sikutan, tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk dapat dirasakan dan memberi sensasi tersendiri sebagai calon Ibu dan ayah. Janin mengisi hampir seluruh ruang di rahim. Ketika janin menendang atau mendorong, maka Ibu dapat melihat kaki atau tangannya bergerak di bawah kulit perut Ibu.

Yang perlu diwaspadai, aktifnya gerakan ini dapat membentuk “simpul-simpul” pada tali pusat. Bila sampai membentuk “simpul mati” tentu sangat berbahaya karena suplai gizi dan oksigen dari ibu ke janin akan terhenti atau paling tidak bisa terhambat.

Perkembangan Janin Minggu ke-31

Pada usia janin ke 31 minggu ini, janin makin bertumbuh besar, berat janin sekitar 1600 gram dengan taksiran panjang tubuh 40 cm. Jadi ruangan rahim menjadi lebih sedikit, sehingga gerakan Janin berkurang saat Ibu memasuki masa hamil tua. Janin pada kondisi seperti ini kemungkinan dalam posisi melengkungkan badan dengan dengkul dilipat, dagu didadanya serta tangan dan kaki saling bersilang.

Waspadai apabila muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala maupun penglihatan yang berkunang-kunang. Terutama apabila disertai tekanan darah tinggi. Karena bisa jadi itu merupakan gejala dari Eklampsia. Maka dari itu pentingnya pemeriksaan tekanan darah yang rutin dilakukan pada setiap kunjungan ke Bidan atau Dokter.

Cermati pula gangguan aliran darah ke anggota tubuh bawah yang membuat kaki menjadi bengkak (Sembab). Pada gangguan ringan, anjuran untuk lebih banyak beristirahat dengan berbaring miring sekaligus mengurangi aktivitas, bisa membantu. Dan apabila Ibu mengalami kaki sembab, sebaiknya Ibu juga mengurangi makanan tinggi garam (asin).

Baca juga: Mengatasi Hipertensi dan Pre-Eklampsia pada saat hamil.

Perkembangan Janin Minggu ke-32

Pada minggu ke 32 ini, janin berada dalam posisi kepala di bawah sampai nanti ia lahir. Janin akan tetap menendang, gerakannya rata-rata sehari meningkat hingga 375 kali per hari, tetapi Ibu tidak akan merasakan semuanya ini. Sepuluh gerakan yang Ibu rasakan dalam sehari sudah normal.

Pada usia ini berat janin harus berkisar 1800-2000 gram dengan panjang tubuh 42 cm. Mulai minggu ini biasanya kunjungan rutin lebih di intensifkan dari sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali. Karena umumnya Hemodilusi atau pengenceran darah mengalami puncaknya pada minggu-minggu ini. Untuk itu Ibu hamil dengan kelainan jantung, Hipertensi dan Pre-Eklampsia, harus ekstra hati-hati. Sebab dengan jumlah darah yang makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada mereka yang mengalami gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula peluang terjadi penyempitan pada pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih lanjut adalah tekanan darah meningkat.

Gangguan semacam ini tidak hanya berbahaya pada Ibu yang mengandung, akan tetapi juga berbahaya bagi janinnya. Apabila ini terjadi diluar kontrol, biasanya dipertimbangkan untuk janin segera dilahirkan. Terlebih saat terjadi perburukan kondisi, semisal tekanan darah tidak kunjung turun dan dapat menimbulkan komplikasi.

Baca juga: Bagaimana persalinan yang tepat untuk Ibu hamil yang memilki riwayat hipertensi?

Perkembangan janin minggu ke-33

Pada perkembangan janin ke 33 minggu, jari jemari janin mulai terbentuk dengan sempurna. Ukuran panjang janin sekarang mencapai 43 cm dengan berat sekitar 2 kg.

Perkembangan janin minggu ke-34

Berat janin saat usia kehamilan 8 bulan dapat bertambah semakin pesat, yaitu mencapai 2,2 kg dengan panjang tubuh sekitar 44 cm. Dahi dan bulu matanya sudah berkembang sempurna dan matanya sudah pintar berkedip-kedip. Apabila janin yang Ibu kandung berjenis kelamin laki-laki, testiskalnya mulai terbentuk dengan sempurna pada minggu ke-34 ini.

Perkembangan janin minggu ke-35

JaninJanin terus bertumbuh dan menempati hampir seluruh ruang di rahim Ibu. Gerakannya semakin berkurang karena ruang gerak yang terbatas. Perkembangan berat badan janin 35 minggu mencapai sekitar 2.4 kg dengan panjang tubuh 45 cm. Pada periode ini fungsi paru-paru janin sudah matang. Sehingga apabila terjadi kelahiran pada minggu ini, janin sudah siap dan bisa bernafas dengan baik.

Baca juga: Penanganan ketuban pecah dini belum cukup bulan.

Perkembangan janin minggu ke-36

Pada usia kehamilan ke-36 minggu, berat badan janin dalam kandungan Ibu telah mencapai sekitar 2,5 kg dengan panjang sekitar 46 cm, dan ia mulai belajar mengisap dan menelan untuk mempersiapkan diri dalam proses menyusu setelah ia dilahirkan.

Ibu mungkin mulai merasakan kontraksi palsu sekarang. Apabila persalinan Ibu tepat waktu, janin mungkin akan berputar ke posisi persalinan normal “kepala di bawah” pada minggu ke-36 perkembangan janin ini. Apabila Ibu melahirkan dalam beberapa minggu ke depan, maka usia kehamilan Ibu termasuk kategori rata-rata.

Baca juga: Mengenali tanda akan melahirkan.

Perkembangan janin minggu ke-37

Bulu pada tubuh janin usia 9 bulan dalam kandungan Ibu mulai berkurang. Janin mulai mengeluarkan hormon yang dinamakan Cortisone yang membantu mematangkan organ pernafasan. Panjang janin mencapai 47.5 cm dengan berat badan 3 kg. Pada periode ini janin sudah benar-benar siap lahir karena organ tubuhnya sudah matang dan bisa bekerja sendiri.

Baca juga: Bagaimana teknik mengejan yang benar saat melahirkan?

Perkembangan janin minggu ke-38

Pada minggu ke-38, apabila Ibu belum melahirkan, berat badan janin akan mencapai sekitar 3,1 kg dengan panjang 48 cm. Rambutnya semakin panjang mencapai 5 cm. Begitu juga kukunya. Kulitnya juga sudah mulai berwarna sedikit merah jambu.

Sekarang setelah janin berusia 9 bulan dalam kandungan, ia sudah menyimpan lemak yang cukup di tubuhnya, sehingga suhu tubuhnya akan bisa bertahan stabil pada saat ia dilahirkan. Dan antibodi yang ia terima melalui plasenta akan membantunya melewati beberapa bulan awal kehidupannya dalam kondisi kesehatan yang baik.

Baca juga: Keuntungan dan resiko Persalinan Caesar.

JaninPerkembangan janin minggu ke-39

Pertumbuhan janin sudah sempurna. Berat badannya sekarang mencapai 3,2 kg dengan panjang tubuh 49 cm. Pada minggu ke-39 dari perkembangan janin 9 bulan ini, Ibu dan suami harus siap siaga karena setiap saat bisa melahirkan.

Baca juga: Melahirkan secara normal tanpa rasa sakit.

Perkembangan janin Minggu ke-40

Pada usia janin 40 minggu, apabila Ibu belum melahirkan, berat badan janin dalam kandungan mungkin sudah mencapai sekitar 3,3 kg dengan panjang sekitar 50 cm. Jangan terlalu khawatir apabila Ibu melewati Hari Perkiraan Lahir. Hanya sekitar 5% dari wanita hamil yang melahirkan tepat pada HPL nya.

Dan biasanya Dokter yang menangani Ibu, kemungkinan belum akan merekomendasikan induksi atau caesar kedepan, kecuali apabila Ibu atau janin berada dalam kondisi yang berbahaya.

Baca juga: 7 Perawatan khusus bayi baru lahir.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.