BERANDA » KEHAMILAN » Perkembangan janin pada trimester kedua

Perkembangan janin pada trimester kedua

| LuviZhea Chandra

Luvizhea (17)Pada akhir trimester pertama kehamilan, keluhan saat hamil muda seperti rasa mual dan lemas akan berangsur hilang. Hal ini bersamaan dengan perut Ibu yang sudah mulai terlihat membesar saat memasuki kehamilan trimester kedua.

Pada tahap trimester kedua ini merupakan tahapan paling nyaman di dalam 3 trisementer kehamilan. Keluhan-keluhan Ibu akan menghilang dan selera makan Ibu akan kembali normal. Yang paling menyenangkan pada trimester ini adalah Ibu sudah dapat merasakan gerakan janin. Berat badan Ibu juga akan mulai bertambah dan orang di sekitar Ibu akan menyadari bahwa Ibu sedang hamil.

Baca juga : Mengatasi rasa gatal kulit selama hamil.

Pada trimester kedua ini, terutama saat usia janin memasuki 20 minggu keatas, janin sudah tidak bisa bergerak leluasa, karena seluruh ruangan dalam rahim telah terisi (penuh). Janin akan berada dalam posisi meringkuk, dengan tangan didepan dagu dan kaki di depan dada.

Walaupun sistem organ belum berfungsi sepenuhnya, namun janin mampu mendengarkan suara-suara dari luar, dan mampu merasakan apa yang dirasakan ibu. Bila ibu merasa stress, cemas, kesal sedih atau bahagia, janin akan merasakan hal yang sama. Kondisi ini disebabkan hormon adrenalin yang diproduksi ibu dapat menembus plasenta sehingga juga mempengaruhi kondisi emosi janin.

Ibu juga dapat merasakan bagian-bagian tubuh janin yang berlainan dengan menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan kadang ibu merasakan sakit pada bagian perut. Berikut Luvizhea.com jelaskan terperinci perkembangan janin dari minggu ke minggu pada trisemester kedua ini :

Perkembangan Janin Minggu ke-13

Pada minggu ke 13 ini, retina, kornea, iris (selaput pelangi), serta lensa mata sudah dapat berfungsi. Janin sesekali sudah bisa mengedipkan mata dan peka terhadap cahaya.

Pada minggu ini janin telah mampu merasakan detak jantung ibunya. Kulit, otot dan anggota tubuhnya telah terbentuk dan berada pada posisinya.

Panjang janin sekitar 7,5 cm dengan trakea, paru-paru, perut, hati, pankreas, dan usus berkembang ke fungsi terakhir.

Pita suara mulai terbentuk, dan tunas gigi muncul dengan 20 gigi janin. pada minggu ini jari tangan dan telapak kaki mulai terlihat jelas.

Baca juga: Menghitung usia kehamilan dan tanggal kelahiran.

Perkembangan Janin Minggu ke-14

Pada usia janin 14 minggu, telinga janin telah menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala. Demikian pula mata mengarah ke posisi sebenarnya. Leher pun terus memanjang sementara dagu tak lagi menyatu dengan dada. Sedangkan alat-alat kelamin bagian luar juga berkembang lebih nyata, sehingga pada minggu ini organ seks janin sudah dapat di bedakan antara laki-laki dan perempuan.

Denyut jantung janin berdetak kuat hampir 2 kali lebih cepat daripada denyut normal Ibu. Dan Ibu dapat mendengarkan detak jantung janin saat Ibu melakukan pemeriksaan pada Bidan ataupun Dokter kandungan.

Selain itu, karena sudah memberi respons terhadap dunia di luar rahim ibu, janin mungkin akan bergerak saat Ibu mengusap perut, tetapi mungkin Ibu masih belum dapat merasakannya.

Perkembangan Janin Minggu ke-15

Memasuki usia janin 15 minggu, janin sudah mulai dapat Mendengar suara, mendengarkan denyut jantung, suara perut, dan juga suara Ibunya. Sekarang janin sudah mulai mempunyai rambut di kepalanya, juga bulu mata dan alis.

Ukurannya sekarang sekitar 114 gram dengan panjang sekitar 15 cm. Kehamilan makin terlihat, hingga demi kenyamanan si ibu maupun janinnya, amat dianjurkan mulai mengenakan baju hamil (Daster). Sebab, kulit dan otot-otot, terutama di sekitar perut akan melar dikarenakan mengalami peregangan luar biasa, Guna mengakomodasi pembesaran rahim. Garis-garis regangan yang disebut striae umumnya muncul pada daerah perut, payudara, bokong dan panggul.

Baca juga: Cara mencegah Stretch Mark saat hamil agar cepat hilang pasca melahirkan.

Perkembangan Janin Minggu ke-16

Pada usia kehamilan 16 minggu, kulit janin mulai berkembang walaupun masih terlihat transparan. Hal ini membuat pembuluh darah masih terlihat jelas. Telinga sudah terbentuk sempurna dan berada pada posisi akhir.

Meski matanya terpejam, janin dapat menangkap cahaya yang terang. Pada periode ini bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat, dengan berat janin sekitar 120 gram. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, ini yang membuat Ibu hamil kerap mengalami kram perut terasa menusuk ulu hati.

Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang, terutama apabila ada gerakan mendadak sehingga menyebabkan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman yang disebut nyeri Ligamen Rotundum. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk Ibu menjaga sikap tubuh dan tidak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau derakan yang dapat menimbulkan peregangan.

Baca juga: Cara mengatasi kontraksi ‘kram perut’ saat hamil.

 

Perkembangan Janin Minggu ke-17

Panjang janin bertambah dengan sangat cepat dan gerakan-gerakannya sekarang jauh lebih kuat. Ibu dapat merasakan gerakan-gerakan janinnya dengan meraba perut.

Rambut halus tumbuh diseluruh dipermukaan tubuh janin, yang disebut lanugo. Plasenta terbentuk dan berfungsi sepenuhnya, dan otot janin sudah berkembang dan menjadi kuat. Panjang janin saat ini 16 cm dengan berat 135 gram.

Gerakan janin semakin aktif, ia sudah mulai menghisap jempolnya, menguap, merenggangkan tubuhnya, sudah menelan kencing, dan cegukan. Pada minggu ini apabila sinar terang di letakkan pada perut Ibu, Janin akan menggerakan tangannya ke arah mata.

Tidak hanya itu saja, sistem pencernaan janin pun pada minggu ini mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24 jam janin menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Hati yang berfungsi membentuk darah, melakukan metabolisme Hemoglobin dan Hilirubin, lalu mengubahnya jadi Biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme.

Baca juga: Mengenali ciri hamil anak laki-laki atau perempuan tanpa harus USG.

 

Perkembangan Janin Minggu ke-18

janin-17-minggu

Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun ikut merasakan hal sama.

Sekarang Janin sudah dapat mendengarkan suara dari luar tubuh Ibu. Janin akan bergerak atau melompat ketika mendengarkan suara keras.

Otot janin sudah dapat berkontraksi dan rileks. Dan janin sudah juga sudah dapat menendang, meninju dan bergerak sangat aktif. Dalam minggu ini mungkin Ibu sudah dapat merasakan gerakan putarannya untuk pertama kali.

Perkiraan berat janin saat ini sekitar 150 gram. Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah apabila kenaikan berat badan Ibu hamil tidak terkendali.

Untuk mengatasinya, biasakan Ibu berbaring miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan jangan mengangkat beban berat. Selain itu, sempatkan sesering mungkin untuk Ibu mengistirahatkan kaki dengan mengangkat atau mengganjalnya pakai bantal.

Baca juga: Mengatasi sakit nyeri punggung sebelah kiri saat hamil.

Perkembangan Janin Minggu ke-19

Sekarang panjang janin sekitar 23 cm dengan berat 200 gr. Apabila belum juga merasakan gerakan janin sebelumnya, mungkin pada minggu ini Ibu akan mulai merasaka gerakannya. Otak janin telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.

Sistem saraf janin yang terbentuk dari minggu ke-4, pada minggu ini makin sempurna perkembangannya. ini ditandai dengan diproduksinya cairan Serebrospinalis yang bersirkulasi pada otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Tetapi, apabila lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang, kemungkinan besar akan terjadi Hidrosefalus atau penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml. Namun, apabila cairan ini mencapai 5 liter, maka penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.

Perkembangan Janin Minggu ke-20

Pada usia janin 20 minggu, kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yaitu lapisan Epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan Dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan Dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak.

Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar Ibu tidak mengalami gejala Anemia, maka ibu harus mencukupi kebutuhan akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen penambah darah yang dianjurkan dokter.

Baca juga: Ibu hamil naik pesawat, amankah bagi janin?.

Otot Janin semakin kuat setiap minggu. Apabila kemarin-kemarin Ibu masih belum dapat merasakan gerakannya, Pada minggu ini pasti Ibu akan merasakan gerakannya sekarang. Mungkin saja Ibu mengartikan gerakannya pertama kali seperti angin, karena terasa seperti letupan gelembung-gelembung di dalam perut. Janin bergerak sekitar 200 kali sehari, tapi Ibu hanya merasakan sedikit dari semua gerakan ini.

Perkembangan Janin Minggu ke-21

Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan berkembangan. Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan jenis olahraga yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif. Ibu akan merasakan lebih banyak gerakan janin sekarang karena janin makin aktif.

Baca juga: Posisi tidur yang baik saat hamil.

Perkembangan Janin Minggu ke-22

Janin mulai sadar akan lingkungannya dan janin akan merasa tenang ketika mendengarkan suara dan sentuhan Ibu pada area perut. Tubuh Janin mulai memproses sel darah putih. ini penting untuk janin dalam melawan penyakit dan infeksi.

Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk pada minggu ke-5 pun mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.

Perkembangan Janin Minggu ke-23

janin minggu ke 23Panjangnya sekitar 23 cm. Sekarang ukuran kepalanya sudah sesuai dengan tubuhnya. Saat ini janin terlihat sama seperti akan lahir, tetapi lebih kecil dan kurus.

Ibu dapat mendengarkan detak jantung janinnya dengan stetoskop. Pertumbuhan otak saat ini sangat cepat. Kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya belum sebanyak saat ia dilahirkan nantinya. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan sangat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap pada usia kehamilan ini

Perkembangan Janin Minggu ke-24

Pendengaran Janin sudah terbentuk sempurna. Janin akan bergerak dengan suara musik dari luar. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tidak disukainya.

Pada periode ini, janin juga membentuk pola kapan saat tidur dan kapan saat bangun. Ibu akan merasakan saat janin bergerak terus, dan saat ia terdiam lama.

Selain itu pada minggu ini, kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata.

Baca juga : Perkembangan janin pada trimester ketiga.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.