BERANDA » PARENTING » Menghilangkan kebiasaan ngompol pada anak

Menghilangkan kebiasaan ngompol pada anak

| LuviZhea Chandra

Menghilangkan kebiasaan ngompolNocturnal Enuresis atau Mengompol merupakan istilah untuk seseorang yang buang air kecil tanpa disadarinya saat mereka sedang tertidur, terutama pada malam hari. Mengompol masih dianggap normal jika terjadi pada bayi atau anak usia balita. Menurut penelitian, gejala ngompol terjadi setiap 1 dari 3 anak berusia 5 tahun dengan jumlah paling banyak adalah terjadi pada anak laki-laki. Mengompol juga lumrah dialami oleh anak-anak usia pra sekolah dasar yaitu pada anak usia 6 sampai 7 tahun, dimana menurut penelitian ini, 10 persen dari jumlah anak-anak usia tersebut masih belum dapat lepas dari kebiasaan ngompol. Yang jadi permasalahan adalah jika usia anak sudah diatas 7 tahun, namun anak masih suka ngompol, tentu saja hal ini bisa merepotkan dan membuat rasa minder atau tidak percayadiri pada anak. Dan seharusnya diatas usia7 tahun anak sudah bisa mengatur kapan waktunya harus buang air kecil ke toilet seiring dengan perkembangan otot-otot pada kandung kemihnya yang sudah stabil.

Salah satu penyebab uatama anak mengompol adalah karena terlalu banyak minum sebelum tidur, padahal kemampuan tubuh anak terutama usia balita belum bisa memberikan ‘alarm’ untuk membuat mereka terbangun ketika ingin buang air kecil saat tidur. Selain hal tersebut ada beberapa faktor lain yang menjadi faktor utama menyebabkan anak mengompol, diantaranya:

1. Faktor keturunan dan psikologis

Bila salah satu dari Ayah atau Ibu mengalami masalah mengompol saat kecil, maka 40% kemungkinan si kecil akan mengalami masalah yang serupa. Bila Anda berdua sama-sama pernah mengalami masalah mengompol, maka 70% kemungkinan si kecil pun akan mengalami masalah mengompol.

Beberapa anak mengompol, ternyata juga bisanya mengalami ketakutan, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan baik itu dirumah maupun di lingkungan sekolah. Sebagian lainnya, mengalami rasa tidak bahagia karena kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, antara lain karena bersaing mencari perhatian dengan adiknya yang baru lahir atau masih bayi.

2. Faktor Hormon Vasopressin dan Produksi air kemih

Produksi hormon vasopresin atau Antidiuretic Aormone (ADH) pada anak berumur dibawah 10 tahun secara normal tidak sebanyak mereka yang di atas 10 tahun. Karena itu balita sudah sewajarnya mengompol. Hormon ADH ini berfungsi memberitahu ginjal untuk mengurangi jumlah urin yang diproduksi. Beberapa orang menghasilkan hormon ADH yang tidak tepat di malam hari sehingga produksi urin tetap tinggi. Atau bisa juga produksi hormon ADH yang cukup tapi tidak direspon oleh ginjal sehingga terus menghasilkan jumlah urin yang sama seperti siang hari.

Pada beberapa anak, volume kemih yang diproduksi pada malam hari cukup banyak (terutama ketika mereka banyak minum sebelum tidur atau suasana dingin) sehingga kandung kemihnya lebih cepat penuh. Sedangkan pada beberapa anak lainnya, volume air kemih yang diproduksi malam hari hanya setengah dari produksi pada siang hari, sehingga kandung kemihnya tidak terlalu penuh.

3. Tidur terlalu nyenyak dan memiliki kandung kemih yang lebih kecil

Pada sebagian anak yang mengompol, orang tuanya mengeluhkan anak mereka ketika tidur sangat sulit untuk dibangunkan ketika tengah malam. Ini merupakan salah satu ciri khas pada anak-anak yang mengalami gangguan mengompol.

Terutama jika anak memiliki kandung kemih yang kecil, tentu saja anak akan mengompol akan lebih besar. Karena kandung kemih untuk menampung urin yang lebih kecil, ketika produksi urin berlebih , akan membuat kandung kemih tidak mampu menahan dan menyebabkan otot-otot pada kandung kemih tegang yang kemudian menyebabkan mengompol.

4. Mengalami keterlambatan proses pematangan sistem saraf

Pada sebagian anak, perkembangan metabolisme yang melibatkan sistem saraf pusat, otot-otot pengontrol kembang-kempis kandung kemih, dan kemampuan otaknya untuk memberi perintah ”bangun” kepada tubuh saat kandung kemih penuh, berjalan lebih lambat dari yang seharusnya.

Penanganan anak yang mengalami enuresis memang tidak mudah, yang perlu diingat oleh orang tua adalah jangan menghukum atau memarahi anak yang sering mengompol, karena hal tersebut dapat memperburuk kondisi psikologis dari si anak, mereka mungkin juga tidak nyaman dengan kebiasaannya ini. Oleh karena itu, setidaknya dengan kasih sayang, kesabaran serta pengertian orang tua untuk tidak memarahi atau menghukum ketika anak mengompol akan membantu membangun kepercayaan diri pada si anak. Misalnya dengan memberikan sedikit pujian saat anak Anda terbangun dalam kondisi tidak mengompol, pujian ini merupakan motivasi pada si anak yang membuatnya semakin semangat untuk benar-benar berhenti mengompol.

Bagaimana cara mengatasi anak yang masih suka mengompol?

Menurut kepercayaan orang jaman dahulu, mengatasi anak yang masih sering mengompol yaitu dengan cara menggunakan capung, dimana capung tersebut untuk menggigit pusar anak yang masih suka mengompol. Hal tersebut memang belum terbukti secara ilmiah, tetapi sampai saat ini sebagian orang masih banyak yang percaya dengan cara ini. Tetapi ada baiknya bagi para ibu coba menggunakan beberapa cara dari Luvizhea.com untuk menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak, yaitu:

1. Mengatasi kebiasaan mengompol pada anak dengan Terapi kebiasaan

Terapi perilaku sederhana bisa dilakukan agar anak tidak mengompol lagi, yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Mengatasi masalah mengompol pada anak yakni bisa juga dengan memperhatikan beberapa hal seperti memastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup yaitu sekitar lima sampai enam gelas per hari, serta hindari minuman yang mengandung kafein, termasuk susu coklat ataupun menuman bersoda, karena semuanya bersifat diuretik.
  • Latih anak untuk minum 30 menit sebelum tidur kemudian suruh atau bawalah anak Anda ke kamar mandi untuk buang air kecil menjelang ia tidur. Diharapkan ketika berangkat tidur, kadung kemihnya dalam keadaan kosong. hal tersebut sangat efektif mencegah anak berhenti mengompol.
  • Membangunkan anak secara berkala sepanjang malam sesuai waktu kebiasaan ia mengompol setiap malamnya juga dinilai efektif dalam mengatasi anak mengompol, kalau tidak mau bangun Anda bisa menggendong ke kamar mandi untuk kita pancing buang air kecil dan kemudian kembali ke tempat tidurnya lagi setelah anak buang air kecil. Dengan mengajarkan anak untuk bangun dan mengosongkan kandung kemih nya berkali-kali selama malam, diharapkan bahwa anak pada akhirnya akan tetap kering dimalam hari. Jika anak dalam semalam hanya sekali mengompol, Anda bisa membangunkan anak untuk buang air kecil saat malam hari di pertengahan saat ia tidur. Jika jam tidur anak delapan jam, coba bangunkan anak 4 jam setelah tidur.
  • Ciptakan kondisi yang baik dan kondusif buat mereka. Hidupkan lampu toilet sepanjang malam, agar mereka bisa berjalan sendiri ketika semua telah tertidur. Namun jika mereka enggan kekamar kecil, sediakan pis pot disamping kamar tidur sehingga ketika terbangun, ada tempat bagi mereka untuk buang air kecil.
  • Jangan berikan popok yang seakan membiarkan atau memperbolehkan anak buang air kecil di kasur atau di celana.
  • Libatkan anak dalam aktivitas membersihkan bekas ompolnya dalam suasana kerjasama yang baik tanpa kemarahan.
  • Untuk anak di atas 7 tahun yang masih ngompol, sebaiknya lakukan teknik regresi untuk mencari tahu gangguan psikologis apa yang pernah terjadi pada anak hingga memicu kebiasaan ini.
  • Anda bisa memberikan terapi pada buah hati Anda untuk menguatkan otot kandung kemihnya. Caranya, saat ingin buang air kecil, ajari untuk menahannya selama beberapa menit. Ingat, jangan terlalu lama menahannya, karena dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Ia juga harus memiliki kemampuan mengendalilan pikirannya supaya waspada terhadap perasaan ingin buang air kecil ketika malam hari.

2. Mengatasi kebiasaan mengompol pada anak dengan Alarm Kelembaban

Anda bisa menggunakan cara yang lebih modern dalam mengatasi kebiasaan mengompol pada anak, yaitu dengan menggunakan Alarm Kelembaban. Alat ini dianggap sebagai cara yang berguna dan sukses untuk mengatasi anak mengompol, dimana alarm ini terdiri dari probe clip-on sensor. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa alarm kelembaban telah membantu banyak anak-anak tetap kering. Pertama bisa digunakan alarm yang terhubung dengan perlak atau spray, atau cara kedua menggunakan alarm yang secara khusus terhubung ke dalam popok anak. Alarm tersebut akan menyala saat anak mulai mengompol, alarm membangunkan anak, yang kemudian akan pergi ke kamar mandi untuk menyelesaikan buang air kecil dan kemudian kembali tidur.Perlahan-lahan kondisi akan mengkondisikan otak untuk merespon dengan tepat pesan dari kandung kemih selama tidur. Kesabaran adalah kunci metode ini, Dikatakan berhasil jika anak sudah tidak mengompol selama 14 hari berturut-turut. Reaksi anak terhadap bunyi alarm sangat penting tapi keberhasilan latihan ini bisa dilakukan selama dua sampai empat bulan hingga benar-benar dirasa efektif.

3. Mengobati kebiasaan mengompol pada anak dengan buah Duwet

buah juwet untuk obat ngompolBuah duwet atau disebut juga dengan buah jamblang atau juga orang jawa sering menyebutnya juwet. Duwet memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, terkait dengan aktivitas antioksidannya yang tinggi yang disebabkan warna (pigmen) ungu yang dikenal dengan nama antosianin. Antioksidan ini berperan penting dalam mencegah dan memerangi aneka penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner dan kanker. Bukan hanya itu saja, hampir seluruh bagian tanaman duwet mengandung saponin, flavonoida dan tanin. Jadi masih banyak manfaat buah duwet lainnya, salah satunya juga bisa mengobati kebiasaan mengompol pada anak.

Jika sedang musim Juwet, dianjurkan untuk mengkonsumsi buah juwet sebanyak-banyaknya. Atau Anda bisa membuat ramuan dengan bahan tujuh butir biji duwet digiling sampai halus, lalu direbus dengan 2 cangkir air bersama gula jawa, sampai airnya tinggal separuhnya. Minum setiap hari 1 cangkir sekitar jam 5 sore sampai sembuh. Adapun jika tidak musimnya, Anda bisa menggunakan kulit pohon duwet. Ambil seukuran 2cm dengan panjang 10cm. Rebus dengan air 2 gelas. Masukan babakan kulit pohon duwet dari awal proses memasak. Jika sudah mendidih, angkat, lalu tiriskan, ramuan sudah siap minum.

4. Mengobati kebiasaan mengompol pada anak dengan Asetat Desmopressin dan Imipramine (Tofranil)

Obat-obatan hanya diberikan pada anak di atas 7 tahun, itupun dengan catatan, bila penanganan tanpa obat yang Luvizhea.com sebutkan diatas tadi tidak berhasil dilakukan. Obat untuk menghilangkan kebiasaan ngompol biasanya menjadi solusi terakhir. Asetat Desmopresin adalah hormon sintetis yang memiliki efek anti-deuretik yang bekerja di ginjal untuk mengurangi produksi urine dalam semalam. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan semprot hidung. Obat ini efektif mengatasi 70 persen kasus mengompol pada anak-anak. Desmopresin mungkin berguna ketika anak butuh istirahat yang cukup banyak atau ketika melakukan acara kemping di sekolah. Namun, kondisi tersebut dapat kembali setelah penghentian penggunaan obat ini. Sementara obat ini jauh lebih aman daripada Imipramine, namun masih dapat menyebabkan beberapa efek samping. Jadi gunakanlah menurut anjuran dokter.

Selain itu, Imipramine (Tofranil) Obat ini adalah antidepresan trisiklik. Hal ini dianggap baik untuk meningkatkan pola tidur anak dan meningkatkan fungsi dari otot-otot halus yang ditemukan di dalam kandung kemih. Obat ini membawa beberapa perbaikan untuk sekitar 30% dari anak-anak yang telah mencobanya. Tetapi obat ini dapat menyebabkan efek samping yang serius dan perlu diawasi secara ketat oleh resep dokter. Maka dari itu obat ini tidak dianjurkan sebagai pengobatan pertama kali.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.