BERANDA » PARENTING » Mengatasi sifat pemalu dan sulit bergaul pada anak

Mengatasi sifat pemalu dan sulit bergaul pada anak

| LuviZhea Chandra

agar anak tidak minder & pemaluAnak menjadi pemalu dan sulit bergaul pada usia tertentu, bukanlah bagian dari perkembangan anak, apabila anak tumbuh menjadi pribadi yang pemalu, sifat tersebut lebih sebagai hasil dari proses belajar dari lingkungannya. Maka dari itu bagi orangtua yang memiliki anak yang pemalu, disarankan jangan membiarkan anak menyatu dengan sifat tersebut. Sebaliknya, latih dan dorong anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Banyak orangtua menganggap sepele dampak dari sifat pemalu pada anak, karena memang belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kalau anak pemalu akan selalu mengalami kegagalan dalam prestasi baik di sekolah maupun pekerjaan nantinya. Namun biar bagaimanapun terkadang sifat pemalu bisa menyulitkan, terutama dalam proses pembelajaran, karena dengan anak susah berkomunikasi dengan orang lain, ini dapat berpengaruh pada performa mereka di sekolah, misalnya anak jadi takut bertanya pada guru saat menemukan kesulitan dalam pelajarannya.

Kemungkinan terburuk yang paling dikhawatirkan dari sifat pemalu pada anak ini adalah terbentuknya pola mengisolasi diri. Di mana hal ini, akan membuat mereka semakin menutup diri dari lingkungan luar. sehingga anak akan merasa lebih nyaman jika ia sendiri, tanpa memiliki teman. Akibatnya saat beranjak dewasa, bukan tidak mungkin dirinya tumbuh menjadi seseorang yang pemurung dan kesepian.

Untuk itu peran orangtua sangatlah penting dalam melatih anak yang pemalu, agar lebih fleksibel pada lingkungan di luar keluarga intinya. Para peneliti mengatakan, bahwa anak yang supel akan tumbuh menjadi seseorang yang sehat secara fisik dan emosional. Sebab, memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yang saling membutuhkan satu sama lain. Jadi memiliki kemampuan kontak sosial yang baik, akan memberikan pengaruh positif pada setiap tingkat kehidupan anak, baik sekarang maupun di masa depan.

Baca juga: Anak belajar menyalahkan orang lain dari kita

Langkah awal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi sifat pemalu pada anak yaitu bisa dilakukan saat sedang berbicara dengan anak, biasakan untuk selalu menggunakan kontak mata langsung. Secara tidak sadar, hal ini akan memperkuat rasa percaya diri anak. Adanya kontak mata saat menghadapi lawan bicara akan menimbulkan kepercayaan diri bagi seseorang. Namun, jika anak tidak nyaman saat melakukan kontak mata, ajarkan dia untuk bicara sambil menatap hidung lawan bicaranya. Dengan beberapa kali latihan seperti ini, lama-kelamaan rasa percaya dirinya akan meningkat dan teknik ini tak lagi dibutuhkan.

Anda juga bisa menggunakan metode “one on one” sebagai cara untuk membangun kepercayaan sosial. Ini adalah suatu metode dimana Anda mengundang seorang anak lain untuk bermain bersama anak Anda selama beberapa jam. Hal tersebut bertujuan agar mereka mengenal satu sama lain, dan melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kemampuan berteman. Mungkin dengan Anda mengundang teman Anda yang memiliki anak seusia dengan si kecil. Lalu, saat anak dari teman Anda berkunjung, sediakanlah camilan, buku, mainan, dan biarkan mereka berinteraksi secara alamiah. Disarankan untuk meminimalkan interupsi dari orang dewasa. Selain itu, sebaiknya jauhkan televisi dari anak dan temannya, saat bermain, jangan jadikan televise atau mainan gadget lainnya sebagai pilihan bermain bagi si anak.

Menghilangkan sifat pemalu pada anakSetelah metode “one on one” berhasil diterapkan, selanjutnya Anda bisa mengajak anak pada lingkungan bermain yang lebih ramai lagi dengan anak sebayanya, ini tentu akan melatih anak yang pemalu sedikit demi sedikit akan merasa lebih nyaman nantinya ketika bersosial dengan orang yang lebih banyak. Mungkin awalnya, ia akan merasa kikuk dan menolak untuk bergabung, jangan dipaksa, karena setiap paksaan akan membuatnya semakin menarik diri. Jadi, sebaiknya Anda membujuknya dengan lembut, sembari tetap bertahanlah di area bermain tersebut bersama anak, biarkan ia memperhatikan sekelilingnya. Anak yang pemalu perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungannya, salah satu caranya dengan memerhatikan dan mempelajari lingkungan baru tersebut. Melihat serunya anak lain yang menikmati wahana permainan, akan menstimulasi emosional anak untuk ingin merasakan hal yang dirasakan anak lain. Kemungkinan, ia bakal turut bermain dengan anak lainnya sangat besar, asalkan Anda rajin melatih anak untuk melihat dan mencerna lingkungan sosialnya.

Selain dilatih bergaul dengan anak sebayanya, bisa juga dilatih bergaul dengan anak-anak yang lebih muda dari usianya. Cara ini juga direkomendasikan oleh para ahli untuk mengatasi rasa malu pada anak-anak, dengan mengelompokkan anak pemalu dengan anak-anak yang usianya lebih muda, secara tidak langsung ia akan memulai percakapan dan secara naluri akan membuat ia lebih percaya diri karena dia merasa lebih dewasa dan bisa melindungi adik-adiknya.

Dan perlu di ingat, sebaiknya sebagai orang tua jangan memberi label anak kita “pemalu”, memberi label pemalu pada anak bukan tindakan yang tepat, karena anak tidak pernah berpikir bahwa dirinya itu pemalu. Bila sering dikatakan pemalu, ia akhirnya yakin dirinya memang pemalu. Apalagi jika Anda mengatakan ia pemalu dengan penekanan atau sedikit gusar, dengan begitu Anda mengirim pesan yang dapat tertangkap oleh si anak bahwa ia anak “cacat”, padahal, anak merasa normal-normal saja, hal ini secara tidak langsung bisa berdampak buruk bagi psikologis si anak.

Baca juga: Hati-hati, ucapan kita bisa membentuk karakter anak.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.