BERANDA » KEHAMILAN » Nyeri punggung, pinggang dan panggul pasca melahirkan

Nyeri punggung, pinggang dan panggul pasca melahirkan

| LuviZhea Chandra

Sakit punggung pada wanitaSetelah melahirkan, ibu akan menghadapi berbagai hal yang bisa membuat rasa tidak nyaman. Berbagai hal tersebut mulai dari kurang tidur, pendarahan nifas, sampai rasa sakit akibat jahitan baik itu karena Episiotomi ataupun Caesar. Belum lagi terkadang muncul rasa sakit pada punggung, pinggang, maupun daerah panggul atau bokong, sehingga membuat ibu merasa sulit atau nyeri ketika berjalan, ketika ingin membalikkan badan atau ketika ingin bangun dari tidur.

Penyebab rasa sakit atau nyeri punggung, pinggang, dan panggul pasca melahirkan

Rasa sakit (nyeri) pada punggung bagian belakang, pinggang ataupun panggul (bokong) pasca melahirkan ini sebenarnya masih ada hubungannya dengan rasa nyeri yang ibu alami sewaktu hamil, terutama pada trimester akhir kehamilan.

Seperti yang pernah Luvizhea.com jelaskan pada atrikel Mengatasi sakit nyeri punggung sebelah kiri saat hamil, rasa nyeri pada punggung dan sekitarnya saat hamil tua tersebut berkaitan dengan berubahnya titik berat tubuh ibu hamil, seiring dengan membesarnya rahim dan pertumbuhan janin, titik berat tubuh cenderung menjadi condong ke depan. Sehingga berakibat Ibu hamil akan berusaha “menarik” bagian punggung, agar lebih ke belakang, tulang punggung bagian bawah pun akan lebih melengkung sehingga otot-otot tulang belakang memendek dan menimbulkan rasa nyeri.

Bukan hanya itu saja, penyebab sakit atau nyeri punggung pada ibu hamil disebabkan juga karena meningkatnya Hormon Relaksin yang dilepaskan selama masa kehamilan, ini akan menyebabkan pelunakan ligamen seluruh tubuh dan membuat otot abdomen serta persendian tulang-tulang panggul meregang. Proses alami ini sebenarnya adalah persiapan yang dilakukan tubuh Ibu hamil untuk proses persalinan.

Akibatnya otot-otot sekitar punggung bawah dan panggul harus bekerja lebih keras untuk mendukung tubuh sehingga menimbulkan rasa sakit selama masa kehamilan bahkan setelah melahirkan, karena rasa trauma pada beban berat selama masa kehamilan tersebut.

Belum lagi, setelah melahirkan kondisi ini akan semakin diperparah lagi, karena:

Tambahan aktivitas yang membebani tubuh, padahal otot-otot masih melemah

Otot-otot yang masih lemah ini akan semakin terasa sakit karena ibu melakukan aktivitas yang membebani tubuh, seperti menggendong bayi, posisi menyusui yang kurang tepat atau pertambahan berat badan selama kehamilan dan menyusui.

Anestesi Epidural saat proses persalinan

Hal ini dilakukan bila ibu mengalami persalinan yang lama dan sulit, sehingga dilakukan injeksi yang dimasukkan ke dalam sumsum tulang belakang. Tindakan Epidural ini kerap memicu keluhan sakit punggung setelah melahirkan.

Melahirkan secara Caesar

Persalinan Caesar mengharuskan ibu untuk sering berbaring di tempat tidur selama hampir 3 bulan. Ini akan membuat otot-otot tidak banyak digerakan, terjadi tekanan pada pinggang, tulang punggung dan tengkuk, sehingga akan memperburuk kondisi nyeri Postpartum.

Namun demikian, kondisi ini tidak menutup kemungkinan diakibatkan oleh masalah lain, bukan hanya karena faktor kehamilan yang telah Luvizhea.com sebutkan diatas. Misalnya karena gejala Symphisis Pubis Disfunction (SPD) atau Pain Girdle Pelvis (PGP), yaitu suatu kondisi yang menyebabkan nyeri pada satu atau lebih sendi panggul atau daerah bokong sehingga kadang membuat kesulitan berjalan. Dan kondisi ini memang paling sering berhubungan dengan kehamilan, tetapi juga dapat terjadi pada wanita yang tidak hamil maupun laki-laki karena sebagai akibat dari cedera atau trauma.

Bisa juga ini adalah gejala Low Back Pain (LBP), yaitu nyeri pinggang bawah yang diakibatkan oleh cedera otot, gangguan saraf (Saraf Kejepit), kelainan tulang belakang, gejala batu ginjal, infeksi saluran kecing, atau bisa jadi adanya tumor di rongga perut.

Cara mengatasi sakit atau nyeri punggung, pinggang dan panggul pasca melahirkan

Dalam mengatasi masalah ini, pertama-tama yang bisa ibu lakukan adalah berkonsultasi dahulu dengan Dokter Kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan dalam dan Ultrasonografi (USG) untuk mencari kemungkinan penyebab dari Nyeri punggung, pinggang dan panggul di bidang kandungan, mengingat ini terjadi pasca melahirkan. Dari sana Dokter Kandungan akan memberikan tindakan, misalnya pemberian obat-obatan (seperti obat pereda rasa nyeri), nasehat atau saran yang harus dilakukan, atau memberi rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke Dokter Spesialis Saraf dan Penyakit Dalam atau ke Dokter Ortopedi.

Berikut bebeberapa cara untuk meredakan (mengatasi) nyeri pada punggung, pinggang dan panggul pasca melahirkan, yang bisa ibu lakukan dirumah, diantaranya:

  • Ibu bisa meminta suami untuk melakukan pemijatan pada area punggung atau pinggang ibu yang terasa sakit. Dengan begitu tubuh ibu akan mengeluarkan Hormon Endorphin, yaitu hormon alami yang diproduksi tubuh sebagai penghilang rasa nyeri dan rileksasi yang paling baik.
  • Melakukan olah raga ringan seperti Yoga. Yoga pasca melahirkan sangat efektif dalam memperkuat punggung dan otot. Ibu bisa mengikuti kelas Yoga Postnatal untuk mengembalikan bentuk tubuh semula dan juga meredakan rasa nyeri di punggung setelah melahirkan.
  • Lakukan kompres hangat atau dingin pada lokasi yang terasa sakit. Atau bila diperlukan ibu bisa mandi air hangat untuk melancarkan peredaran darah dan meredakan kekakuan otot didaerah punggung.
  • Perlu juga diperhatikan keadaan tempat tidur, jangan terlalu melengkung.
  • Hindari untuk mengangkat beban berat (kecuali menggendong bayi).
  • Susui bayi dalam posisi tubuh tegak atau punggung lurus.
  • Jemur punggung pada sinar matahari di pagi hari, untuk pembentukan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium untuk tulang.
  • Bila rasa nyeri tidak tertahankan, ibu bisa mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri yang telah diresepkan oleh Dokter.

Bila kondisi ini tidak juga segera membaik, sebaiknya diperiksakan ke Dokter Spesialis Saraf dan Penyakit Dalam atau ke Dokter Ortopedi untuk mengetahui adanya dugaan masalah lain, misalnya saja Saraf Kejepit seperti yang telah Luvizhea.com jelaskan diawal tadi.

Namun, bila semua hasil pemeriksaan normal (tidak ada masalah medis yang mendasari), mungkin Ibu perlu ke Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik untuk menjalani Fisioterapi.

Baca juga: Mengecilkan dan mengencangkan otot perut pasca melahirkan

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.