BERANDA » PARENTING » Mengatasi Flu, Pilek & Batuk pada Bayi

Mengatasi Flu, Pilek & Batuk pada Bayi

| LuviZhea Chandra

Luvizhea (9)Flu, pilek dan batuk ringan akibat infeksi virus lumrah terjadi pada balita, hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh bayi belum bekerja optimal. Apabila bayi mengalami batuk pilek, Ibu harus waspada tapi tidak perlu terlalu panik. Karena umumnya, bayi yang baru lahir akan terkena 4 sampai 10 kali flu dan pilek selama satu tahun pertamanya.

Para ahli kesehatan anak menjelaskan flu dan pilek ringan pada bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa harus memberikan obat kimia. Dokter-dokter di Amerika bahkan tidak merekomendasikan para orangtua untuk memberikan obat batuk pilek pada balita dibawah usia 4 tahun.

Sering muncul salah kaprah bahwa apabila bayi sakit, harus selalu diberi obat. Hal ini harus difahami dengan baik, karena sebenarnya obat flu dan pilek yang banyak beredar dipasaran tidak menghilangkan sumber penyakit. Tetapi obat tersebut hanya meredakan gejala dari penyakit, bukan membasmi virus penyebab penyakit tersebut.

Proses penularan pilek pada bayi inipun biasanya terjadi bukan hanya melalui semburan ketika seseorang bersin (melalui udara), melainkan juga bisa melalui sentuhan ketika seseorang memegang dan menggendong bayi Ibu. Meski demikian, terkadang bayi memiliki daya tahan tubuh yang mencukupi untuk melawan virus flu dan pilek yang ditularkan tersebut. Karena yang harus Ibu ketahui, bersin dan batuk ketika sedang flu adalah bagian dari mekanisme pertahanan tubuh bayi dalam melawan virus tersebut.

Tips mengobati bayi yang sedang flu dan pilek

  • Apabila bayi masih minum ASI, pastikan ia minum ASI yang banyak, karena ASI merupakan obat yang paling ampuh dalam mengobati flu dan pilek pada bayi. Karena didalam air susu ibu terdapat kandungan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Apabila bayi sudah berumur diatas dua tahun, Ibu juga bisa memberikan air putih yang banyak dan sebaiknya jangan memberikan jus buah atau minuman bersoda pada anak yang sedang flu dan pilek karena dapat menimbulkan iritasi pada tenggorokanya yang sedang sakit.
  • Setiap pagi hari ada baiknya Ibu mengajak bayi untuk berjemur dibawah sinar matahari pagi. Alasan berjemur bisa mengobati flu dan pilek karena pancaran sinar matahari yang mengenai tubuh akan menambah Limfosit (sel darah putih) yang digunakan untuk membunuh bekteri dan virus penyakit dalam tubuh. Dan dengan berjemur, antibodi Gamma Globulins juga akan bertambah.
  • Berikan madu apabila bayi Ibu sudah berusia diatas satu tahun untuk menjaga daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit. Bayi dibawah satu tahun tidak direkomendasikan untuk diberikan madu. Madu memang bagus untuk perkembangan tubuh anak, tetapi biasanya penanganan madu pada tahap produksi dan pengemasan tidak dijamin steril, sehingga akan beresiko apabila diberikan kepada bayi dibawah satu tahun. Apabila Ibu tetap ingin memberikan madu pada bayi yang berusia dibawah satu tahun, sebaiknya madu tersebut di tim atau kukus terlebih dahulu selama 15-20 menit sebelum diberikan kepada si kecil.
  • Hangatkan tubuh bayi menggunakan minyak telon atau minyak kayu putih. Untuk menambah kenyamanan bernafas, tidurkan bayi dengan bantal yang lebih tinggi. Untuk mengurangi kekentalan lendir pada hidung, Ibu dapat meneteskan “Larutan Saline” (Garam Murni steril) yang dapat diperoleh di apotek terdekat.
  • Untuk balita diatas 2 tahun, Ibu dapat meringankan flu mereka dengan memberikan sup kaldu hangat, atau minuman teh jahe dengan madu. Beberapa terapis herbal juga merekomendasikan campuran antara jeruk nipis dan madu untuk meringankan batuk pada bayi. Caranya adalah, campurkan air jeruk dan madu dengan perbandingan 1:1, kemudian berikan kepada bayi sebanyak 1 sendok teh setelah makan, 3 kali sehari.
  • Apabila anak sudah bisa di ajak berpergian, mungkin Ibu bisa mengajaknya untuk berjalan-jalan ke pantai untuk menghirup udara pagi sebagai alternatif terapi pernafasan untuk penyembuhan flu dan pilek pada bayi.

Tips untuk mengatasi hidung bayi yang tersumbat

  1. mengeluarkan lendir pada hidung bayi fluMenyedot ingus
    • Gunakan penyedot ingus (Nasal Aspirator) khusus untuk bayi. Bentuknya serupa pipet atau pipa plastik yang lembut dengan ujung berupa karet penyedot. Dijual di apotek, dengan merek khusus untuk bayi, seperti Pigeon, Chicco, Dreambaby dan lain-lain.
    • Bersihkan bagian yang akan dimasukkan ke hidung bayi dengan cara disteril dengan alat steril botol atau kapas yang diolesi alkohol 70%.
    • Tenangkan bayi sebelum penyedotan dilakukan agar Ibu dapat memasukkan alat tersebut dengan tepat.
    • Masukkan alat ke dalam hidung bayi, tetapi jangan terlalu dalam. Saat memasukkan penyedot, ujung karet yang berfungsi untuk menyedot harus dalam keadaan ditekan, lalu lepas perlahan saat sudah di dalam hidung. Lakukan dengan lembut, agar hidung bayi tidak ter-iritasi.

2. Meneteskan NaCl atau Larutan Garam Murni

    • Ibu bisa mendapatkan larutan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) di apotek, contohnya salah satu mereknya adalah Breathy. Fungsinya, untuk melembabkan selaput dalam saluran pernafasan bayi, melancarkan sumbatan hidung, dan mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan. Cara memberikannya adalah dengan memasukkan sedikit bagian ujung pipet lalu teteskan dengan lembut.
    • Ibu juga bisa membuat sendiri larutan NaCl dengan cara melarutkan 1/4 sendok teh garam ke dalam 1/2 gelas air hangat. Gunakan pipet untuk meneteskannya. Pipet ini juga bisa Ibu dapatkan di apotek. Apabila Ibu membeli yang sekali pakai, bersihkan menggunakan air hangat sebelum digunakan.
    • Setelah ingus encer, bantu bayi mengeluarkannya menggunakan penyedot ingus dan ikuti langkah-langkah yang sudah Luvizhea.com sebutkan pada poin 1 diatas.

Anak batuk pilek, Kapan harus ke dokter?

Apabila batuk pilek tidak membaik dalam waktu lebih dari satu minggu. Atau batuk menjadi sangat parah sehingga mengganggu pola makan dan tidur bayi, apalagi disertai muntah dan deman tinggi (suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat Celsius). Ibu perlu waspada, segera temui dokter untuk berkonsultasi. Karena panas yang melebihi 37,5 derajat Celcius, biasanya anak akan mengalami Kejang Deman (Step).

Ciri lain yang harus diwaspadai Ibu ketika bayi sedang flu, batuk dan pilek diantaranya adalah: Batuk yang disertai lendir atau dahak yang berwarna hijau, kuning, coklat, atau ada bercak darah pada lendirnya, dan anak tidak mau makan serta kehilangan berat badan, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca juga: Mencegah alergi dari sejak dini.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.