BERANDA » KEHAMILAN » Melahirkan secara normal tanpa rasa sakit

Melahirkan secara normal tanpa rasa sakit

| LuviZhea Chandra

Melahirkan dengan lancarBagi ibu yang sedang hamil tua, memasuki masa persalinan menjadi saat yang dinanti-nanti, karena si buah hati yang selama ini ditunggu-tunggu akan segera lahir. Tetapi ini sekaligus juga menjadi saat-saat yang mendebarkan karena salah satu hal yang ditakutkan para ibu dalam proses melahirkan adalah rasa sakit yang luar biasa saat terjadinya kontraksi otot rahim untuk mendorong bayi keluar. Jadi ini adalah hal yang wajar, bila seorang wanita yang baru pertama hamil merasa khawatir dan takut menjelang hari persalinan. Para wanita ini pada umumnya takut akibat pengalaman sebelumnya yang diceritakan orang lain bahwa persalinan itu sakit, Bahkan ada yang mengatakan melakukan persalinan adalah perjuangan antara hidup dan mati.

Banyak para ibu yang menayakan bagaimana cara agar melahirkan tidak sakit? Jawabnya boleh jadi adalah apapun jalan yang ditempuh untuk melahirkan, rasa sakit itu tetap ada, termasuk melahirkan secara Caesar, ataupun metode melahirkan lainnya.

Baca juga: Mengenali tanda-tanda bahwa Anda akan segera melahirkan.

Sebenarnya melahirkan secara normal merupakan proses melahirkan yang banyak dipilih oleh para ibu yang sedang menjalani kehamilan, dan merupakan proses melahirkan yang disarankan dalam dunia medis. Dengan melahirkan normal, maka bayi sudah exercise sebelum keluar dari rahim sehingga intensitas kesakitannya saat berjumpa dengan dunia luar tidak setinggi bayi yang dilahirkan non-normal. Dan tidak bisa dipungkiri, memang benar melahirkan normal akan menimbulkan rasa sakit bagi para ibu, tetapi rasa sakit yang di derita para ibu hamil akan berbeda kadarnya, ada yang benar-benar merasakan sakit yang luar biasa, namun banyak pula sakit yang dirasakan hanya sekejap. Tentunya hal ini banyak faktor penyebabnya. dimulai dari pengalaman melahirkan, ukuran dan berat bayi, kondisi fisik & mental si ibu, dukungan suami & keluarga, teknik melahirkan, bahkan dari pihak medis mulai dari dokter atau bidan itu sendiri.

Bagaimana agar melahirkan tidak merasa sakit?

Secara medis dikenal beberapa obat penghilang rasa sakit seperti Analgesik, Anestesi epidural, Pudenda Blok, Anestesi spinal. Tetapi ada beberapa metode alami yang bisa digunakan untuk membantu para ibu hamil agar dapat melewati proses melahirkan secara normal tanpa tersiksa oleh rasa sakit, seperti yang Luvizhea.com berikan berikut ini:

1. Tetap aktif bergerak 

Dalam mempersiapkan diri memasuki masa persalinan, bukan berarti Anda mengurangi aktifitas dan memilih tidur-tiduran saja. Justru sebaiknya Anda lebih banyak beraktifitas atau olahraga ringan untuk melemaskan otot-otot persalinan, disarankan untuk seminggu atau 2 minggu sebelum hari persalinan yang telah ditentukan, biasakan melakukan gerakan jongkok berdiri secara teratur setiap hari, diamana satu set 8 kali hitungan. Caranya, pegangan 2 tangan pada tempat tidur atau wastafel atau kursi atau apa saja yang dapat dengan mudah dijangkau dan dipegang, kemudian lakukan gerakan jongkok berdiri, jongkok berdiri, seterusnya diulang-ulang.

Saat sudah di rumah sakit atau tempat bersalin, saat kontraksi belum memuncak, dan menurut medis ibu masih memiliki waktu sebelum melahirkan, manfaatkan waktu ini dengan berjalan-jalan kecil dan santai di sekitar ruangan persalinan. Hal ini dapat membantu ibu mempercepat dan memperlancar proses persalinan. Kenapa demikian? Dengan aktif bergerak maupun berjalan-jalan akan memicu janin terdorong masuk ke jalan lahir dengan posisi tepat atau optimal fetal positioning (OFP). Posisi yang tepat ini adalah posisi wajah janin menghadap ke arah bokong saat kepalanya sudah berada di jalan lahir. Dengan kepala janin yang berdiameter rata-rata 9,5 cm masuk ke dalam jalan lahir yang berdiameter sekitar 11,5 cm secara benar, hal inilah yang membuat proses persalinan akan menjadi mudah, lancar, dan cepat.

Nah, Jika sudah masuk ke kontraksi yang teratur yang terjadi setiap 5 menit sekali, saat itu lebih baik ibu hamil mulai tiduran dan istirahat untuk menghemat tenaga dalam mengejan

2. Managemen Emosi

Salah satu resep sukses melahirkan dengan nyaman adalah mengatur emosi Anda, yaitu berusaha untuk tetap tenang dan santai, tetap percaya diri bahwa Anda mampu melahirkan, hadapi persalinan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan memang Anda tunggu. Rasa takut atau khawatir adalah hal negatif yg menguras energi dan membuat rasa sakit bertambah. Baiknya perbanyak senyum, ngobrol, cerita hal-hal lucu dan menyenangkan dengan suami , keluarga ataupun suster, bidan, dokter yang menangani Anda. Hindari marah-marah atau berteriak-teriak, hal itu tidak ada gunanya, karena sama sekali tidak akan mengurangi rasa sakit, justru akan menguras tenaga Anda. Teriakan dan marah-marah justru membuat pikiran terpusat pada rasa sakit. Lebih baik, hibur diri dengan mengajak calon bayi Anda berbicara, minta untuk bekerja sama, ungkapkan bahwa dia sudah sangat dinantikan, segeralah keluar, jangan biarkan mama kesakitan dan kalimat-kalimat semangat dan penghibur lain semacamnya.

3. Alihkan perhatian dan Jangan terfokus pada rasa sakit

Untuk mengurangi rasa sakit adalah dengan menghindarkan perhatian kita pada rasa sakit itu sendiri. Jangan biarkan perhatian kita terfokus pada sakitnya persalinan, tenangkan diri Anda dengan memutar musik yang dapat membantu Anda untuk relaksasi. Saat kontraksi datang tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan sambil bayangkan betapa indahnya bertemu buah hati Anda, atau apapun yang menyenangkan. Bila sakit datang terlalu menyengat, cari kekuatan dengan megenggam tangan suami yang mendampingi, remas tangannya bila memang diperlukan.

Mengalihkan perhatian dari rasa sakit bisa juga dengan menjadikan tim dokter sebagai sahabat. Kenal dekat dengan para dokter serta tim perawat, dengan mengajak mereka mengobrol, tentu hal ini juga dapat memberikan rasa lebih tenang saat menjalani proses persalinan. Hal ini juga akan memupuk kepercayaan Anda kepada mereka. Selanjutnya akan menumbuhkan rasa aman dan tenang di saat menjalani proses persalinan nanti.

4. Usahakan tetap Rileks dan Nyaman

Perasaan Rileks dan nyaman akan mencegah produksi hormon adrenalin yang biasanya dikeluarkan tubuh saat ketakutan atau tegang. Bila tubuh menghasilkan hormon adrenalin, otot-otot tubuh akan tegang. Begitu juga otot-otot sepanjang jalan lahir, sehingga menyulitkan janin Anda untuk ke luar serta membuat proses persalinan jadi menyakitkan.

Proses melahirkan membutuhkan otot-otot yang luwes terutama di sekitar pinggul, paha dan perut, karena akan terjadi peregangan otot yang hebat pada saat proses melahirkan. Oleh karena itu rileks menjelang melahirkan akan membuat otot-otot anda luwes. Maka dari itu, hilangkan segala bentuk bayangan atau pikiran bahwa melahirkan itu merupakan sebuah proses yang menyakitkan. Jika kondisi sakit menghantui diri Anda, maka niscaya proses melahirkan memang akan sakit. Tanamkanlah pada benak dan pikiran Anda, bahwa melahirkan bukanlah sebuah proses yang menyakitkan, melainkan sebuah proses alami yang harus di lalui, dan telah berjuta-juta ibu di muka bumi ini telah melalui proses ini dengan selamat, dan mereka bisa. Percayakan kepada diri anda bahwa melahirkan itu tidak menyakitkan, hal ini akan membantu psikologis ibu hamil dan membantu rasa percaya diri dalam menghadapi proses melahirkan normal.

Membuat tubuh rileks bisa dengan menghirup aromaterapi seperti Lavender, ini bisa menjadi pilihan untuk membantu mengurangi rasa sakit, rileks, dan menurunkan tekanan darah tinggi. Minyak esensial dari aroma terapi mengandung senyawa terpena yang berkasiat mengurangi rasa sakit. Ketenangan akan membuat otot-otot Anda mengendur sehingga proses bersalin pun menjadi lebih mudah dan lancar.

5. Gunakan Teknik relaksasi dan pijat

Jika Anda tegang dan stress hal tersebut memperlambat proses persalinan, jadi semakin Anda santai semakin baik proses persalinan Anda. Pikirakan tentang bagian mana dari tubuh Anda yang merasa tegang saat kontraksi, bisa saja wajah, leher atau bahu Anda. Kemudian cobalah untuk meregangkan kelompok otot satu per satu untuk menghilangkan tegangan di seluruh tubuh. Beberapa wanita menganggap teknik ini berguna cobalah untuk memfokuskan pikiran Anda pada gambaran yang positif dan mengulang-ulang sebuah kalimat tertentu berkali-kali.

Selain itu, pijatan biasa dilakukan saat persalinan sebagai cara mengurangi ketegangan, relaksasi bantuan dan membantu meredakan rasa sakit saat kontraksi. Sebuah penelitian menemukan, wanita yang dipijat merasa tidak terlalu tegang, melakukan persalinan dengan lebih singkat dan jarang mengalami depresi setelah melahirkan.

Dengan dipijat, akan merangsang rasa nyaman yang mencapai otak lebih cepat dibandingkan rangsangan rasa sakit. Rangsangan berupa rasa nyaman ini akan menutup ‘gerbang’ rangsangan rasa sakit untuk mencapai otak. Hasilnya rasa nyaman akan mengalahkan rasa sakit sehingga Anda hanya akan mengalami sedikit saja rasa sakit.

6. Gunakan Teknik Pernafasan yang benar

Selama proses melahirkan dibutuhkan tenaga yang begitu besar. Jika ibu tidak bisa mengatur tenaga saat proses persalinan, maka melahirkan akan begitu lama dan tentunya akan menyiksa ibu. Salah satu teknik yang bisa digunakan ibu guna mengatur energi ini adalah dengan mengatur teknik ‘pernafasaan dalam’saat melahirkan. Menggunakan teknik pernafasan yang benar, selain dapat membantu mengatur energi, juga mengatur pasokan oksigen, membantu rileksasi, dan membantu saat mengejan dan mendorong dan respon positif terhadap kontraksi. Anda bisa membaca: Latihan teknik pernafasan untuk persiapan persalinan.

Proses melahirkan normal7. Mengetahui Proses Persalinan dan Gunakan Teknik Melahirkan yang benar

Banyak riset yang membuktikan, semakin luas pengetahuan dan wawasan ibu hamil tentang kondisi kehamilannya serta seluk-beluk tahapan proses persalinan yang akan dijalaninya, serta ibu telah mempelajari dan menguasai teknik melahirkan yang benar seperti teknik mendorong dan mengejan. maka ibu akan lebih siap secara psikologis dalam menjalani proses melahirkan, hal ini tentu akan sangat membantu karena rasa takutnya menjadi makin berkurang, dan kondisi tenang si ibu akan membuat otot-otot tubuh, dan panggul menjadi kendur dan makin efektif berkontraksi pada saat mendorong janin ke luar dari jalan lahir. Apalagi dengan teknik yang benar tadi akan mempercepat proses persalinan, sehingga jika proses persalinan yang cepat, tentunya akan menjadikan melahirkan sebagai sebuah pengalaman yang ternyata tidak menyakitkan.

Baca juga: Bagaimana cara mengejan yang benar saat melahirkan?

8. Peranan Suami yang mendampingi selama proses persalinan

Selama penantian kehadiran buah hati, ibu dapat melakukan jalan-jalan bersama dengan suami di taman, memberikan sentuhan dan ciuman dengan penuh kasih sayang. Tindakan itu sesungguhnya merupakan bentuk pengalih perhatian agar ibu tidak fokus pada nyerinya persalinan, melainkan melakukan kegiatan yang membuat pikiran tenang, nyaman, dan bahagia. Bahkan rasa cinta suami yang tulus yang tercurah ketika memijat lembut punggung ibu, membetulkan posisi bantal ibu, atau mengelap keringat ibu, juga akan menjadi daya magic yang luar biasa bagi ibu dalam menghadapi persalinan. Sehingga hal-hal seperti ini secara otomatis tubuh si ibu akan mengeluarkan endorphin dan neuropeptide yang bermanfaat mengurangi, bahkan menghilangkan rasa sakit.

9. Berdoa dan Yakin

Berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan serta yakin atas kuasa Nya adalah hal yang mutlak bagi manusia. Manusia hanya bisa berusaha dan Tuhan yang menentukan, Jadi segala sesuatu dalam kehidupan ini tentulah sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, termasuk dalam proses melahirkan yang sedang Anda lalui. Hamil, melahirkan dan menjadi seorang ibu sudah menjadi kodrat dari seorang wanita, jadi kita yakin kita pasti bisa menjalaninya semua itu dengan baik.

Baca juga: Keuntungan dan resiko Persalinan Caesar.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.