BERANDA » PARENTING » Bagaimana cara mengatasi sariawan pada bayi?

Bagaimana cara mengatasi sariawan pada bayi?

| LuviZhea Chandra

Sariawan paba bayi dibawah usia 6 bulanSariawan atau Stomatitis Aphtosa bukan hanya dialami orang dewasa saja, ternyata bayi juga bisa mengalaminya. Sariawan merupakan peradangan yang terjadi dalam rongga mulut, seperti pada bagian dalam pipi, gusi, lidah, bibir, kerongkongan, atap mulut, atau bisa juga terjadi pada lantai mulut, dan biasanya ditandai adanya permukaan cekung berwarna putih kekuningan pada area tersebut. Tetapi mengetahui apakah bayi Anda terserang sariawan atau tidak sangat sulit, pasalnya Ibu harus mengetahui emosi dan keluhan pada bayi melalui tangisan. Bila bayi Anda menangis setelah atau sedang menyusu ASI maka dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah pada kesehatan mulutnya. Atau Ibu dapat menggunakan bantuan cahaya untuk mendeteksi sariawan pada bayi , yang umumnya dapat dilihat melalui perubahan pada lidahnya, apabila terdapat bagian putih selain residu susu, atau adanya bagian merah pada bagian-bagian tertentu di mulutnya, dapat dipastikan bayi Ibu terkenan sariawan.

Walupun tidak berbahaya, tetapi gangguan sariawan ini dapat membuat proses pencernaan anak terganggu. Bayi dapat menjadi susah untuk menyusu ASI, minum ataupun makan makanan lain pendamping ASI, karena makanan atau minuman yang masuk ke mulut akan menyentuh bagian sariawan tersebut sehingga menimbulkan rasa sakit dan perih.

Baca juga: Cara mengatasi anak susah makan.

Apa saja penyebab sariawan?

Penyebab sariawan hingga saat ini memang belum pasti, ada yang menyebutkan sariawan terjadi karena terkena sikat gigi, sensitif pada bahan makanan tertentu, gangguan hormonal atau genetik, kekurangan gizi, kekurangan vitamin C, adanya infeksi virus, bakteri atau jamur. Tetapi sariawan pada bayi yang sering ditemukan biasanya disebabkan adanya pertumbuhan jamur jenis “Candida Albicans” yang dapat ditularkan dari puting payudara Ibu saat bayi menyusu, terutama jika si Ibu yang menyusui juga sedang mengalami sariawan. Resiko bayi bisa terkena sariawan paling besar saat ia berusia dua bulan, dikarenakan infeksi jamur Candida yang semakin meningkat, peningkatan jamur Candida dapat terjadi dikarenakan sistem kekebalan tubuh bayi saat ini masih belum matang, sehingga daya tahan tubuh bayi kurang mampu melawan infeksi tersebut. Atau bisa jadi karena adanya pemberian antibiotik pada bayi yang telah mengurangi tingkat bakteri sehat dalam tubuh bayi sehingga memungkinkan penyebaran jamur candida dapat semakin meluas.

Tips dan cara mengobati sariawan pada bayi

Umumnya sariawan akan sembuh dengan sendirinya, pengobatan yang dilakukan biasanya bukan untuk menyembuhkan tetapi meringankan gejala. Untuk mengurangi rasa sakit dan luka sariawan tersebut, biasanya dokter akan diberikan cream yang mengandung obat anti rasa sakit untuk meredakan radang pada sariawan tersebut. Tetapi berikut Luvizhea.com berikan beberapa cara mengatasi sariawan pada bayi yang juga dapat Ibu lakukan dengan cara:

1. Memperhatikan asupan nutrisi bagi Ibu menyusui

Nutrisi yang dihasilkan dari ASI akan membantu bayi Anda dalam mengatasi sariawan. Jika bayi Ibu mengalami sariawan, Ibu dapat mengkonsumsi makanan yang kaya dengan kandungan probiotik seperti yogurt atau suplemen probiotik dan tentunya harus dengan saran dokter, hal ini untuk membantu dalam menjaga kesimbangan tubuh Ibu, sehingga dapat meminimalisir perkembangan jamur Candida. Pola makan Ibu juga harus diperhatikan seperti menghindari makanan olahan dan makanan yang mengandung gula terlalu tinggi karena akan memicu perkembangan jamur Candida. Mungkin kandungan dari bawang putih yang di konsumsi ibu bisa dijadikan salah satu manfaat dalam mengobati sariawan pada bayi.

2. Memberikan cream tradisional

Ibu dapat menggunakan cream tradisional dengan menggunakan minyak kelapa. Minyak kelapa mengandung anti jamur yang alami. Oleskan pada puting payudara Ibu sehingga dapat mengurangi perkembangan jamur Candida. Selain itu juga kandungan dari cuka sari apel juga dapat dijadikan cream tradisional yang dapat dioleskan pada puting payudara Ibu.

3. Berjemur dibawah sinar matahari pagi

Berjemur dibawah sinar matahari di pagi hari selain dikenal dapat mengatasi sakit flu dan pilek pada bayi juga dapat menghindari sariawan pada bayi. Pencegahan ini dapat Ibu lakukan dengan mengajak si kecil berjemur di pagi hari karena jamur Candida akan berkembang di tempat yang lembab dan gelap. Usahakan kamar bayi Anda mendapatkan sirkulasi udara yang cukup dan juga terpapar sinar matahari.

Dan terakhir, apabila gejala sariawan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapat penanganan lebih lanjut, karena penanganan sariawan pada bayi memang memerlukan perlakuan khusus, beberbeda pada ana-anak yang sudah beranjak dewasa.

Baca juga: Supaya gigi anak bisa tubuh bagus dan rapi.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.