BERANDA » PARENTING » Anak belajar menyalahkan orang lain dari kita

Anak belajar menyalahkan orang lain dari kita

| LuviZhea Chandra

Pengaruh dari menyalahkan benda bagi masa depan anakAnak-anak balita sangat rawan mengalami kecelakan ringan seperti terjatuh, terpeleset, kejedut, dan lain sebagainya. Rata-rata respon mereka saat mengalami kecelakaan ini adalah dengan menangis.

Apa yang biasanya dilakukan oleh orangtua apabila anaknya menangis karena kecelakaan ini? Tidak jarang para orangtua berusaha menenangkan anak-anaknya dengan memukul benda-benda yang mengenai mereka. Misalnya anak menangis karena kepalanya kejeduk jendela atau tembok, maka orangtua akan dengan serta merta memukul tembok atau jendela tersebut untuk menenangkan mereka, kemudian mengasihani mereka secara berlebihan.

Apa yang dilakukan nampaknya sederhana saja, tangis anak mereda, anak sudah bermain lagi seperti sediakala. Tapi tahukah Anda, bahwa tindakan kita yang nampak sepele dan sederhana ini memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kehidupan mereka.

Dengan tindakan orangtua yang demikian itu membuat anak BELAJAR MENYALAHKAN ORANG LAIN. Anak tidak belajar bahwa kejadian-kejadian yang menimpanya adalah karena kesalahannya sendiri akibat kurang hati-hati. walaupun anak-anak masih berusia dibawah 2 tahun belum begitu mengerti arti hati-hati, tetapi kita tetap perlu menekankan bahwa mereka akan baik-baik saja, dan hendaknya mereka berhati-hati. Misalnya ”oh.. sakit ya? tidak apa-apa sayang… Insya Allah akan segera sembuh.. lain kali hati-hati ya.. agar tidak kejedut lagi”.

Orangtua juga tetap perlu memberikan perhatian pada rasa sakit mereka dengan memberikan empati dengan bertanya apakah sakit dan mengusap bagian yang sakit seraya mendo’akan kesembuhannya. Dengan demikian anak juga belajar berempati sekaligus mengoreksi diri.

Apabila tindakan orangtua yang selalu menyalahkan benda-benda yang menyakiti anaknya itu, terus terjadi secara berulang-ulang, maka pola itulah yang akan tertanam dalam dirinya hingga anak dewasa. akibatnya dia akan tumbuh menjadi Pribadi yang selalu menyalahkan orang lain. Betapa buruk akibatnya hal ini bagi kehidupan sosialnya kelak. Besar kemungkinan dia akan selalu bermasalah dengan orang lain. Karena setiap ada permasalahan dengan teman, kerabat, sahabat, pasangan hidupnya, dalam pandangannya orang lainlah yang salah.

Jadi kita harus terus berhati-hati dan bijak dalam menyikapi setiap prilaku anak. Jangan-jangan rasa sayang kita justru merusak mental mereka sepanjang hidup mereka. Akibatnya ujung-ujungnya kita sendiri sebagai orang tua juga akan menerima akibatnya.

Baca juga: Ucapan yang tidak boleh di katakan orang tua kepada anak.

Bagikan ini ke:
Silahkan klik
untuk selalu terhubung dengan kami via Facebook, sehingga apabila ada pertanyaan dari Anda disini, akan dijawab langsung oleh LuviZhea.